188 Pegiat P4A Sragen Dilatih Tangani Kekerasan Pada Perempuan & Anak

Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Sragen tinggi. Oleh karenanya Pemkab Sragen membentuk Pos Pelayanan Perlindungan Perempuan dan Anak (P4A) tingkat desa/kelurahan dan kecamatan.

 Puluhan pegiat P4A kelompok pertama mengikuti pelatihan manajemen penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Aula Opsroom Setda Sragen, Senin (25/7/2022). (Solopos.com/Tri Rahayu)

SOLOPOS.COM - Puluhan pegiat P4A kelompok pertama mengikuti pelatihan manajemen penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Aula Opsroom Setda Sragen, Senin (25/7/2022). (Solopos.com/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Sebanyak 188 pegiat Pos Pelayanan Perlindungan Perempuan dan Anak (P4A) di tingkat desa/kelurahan dan kecamatan mengikuti pelatihan bersama Yayasan Setara Semarang. Pelatihan manajemen penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak itu digelar mengingat kasus kekerasan perempuan dan anak di Sragen cukup tinggi.

Setelah pelatihan ini, para pegiat P4A diharapkan mampu mencegah dan menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Pelatihan digelar selama empat hari terhitung mulai Senin-Kamis (25-28/7/2022). Peserta dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing kelompok mengikuti pelatihan selama dua hari.

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

Pelatihan tersebut dibuka Sekretaris Dinas Pengendalian Pendudukan, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Sragen, Joko Puryanto, di Aula Opsroom Sekretariat Daerah (Setda) Sragen, Senin (25/7/2022).

Joko menyebut kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Sragen selama 2021 mencapai 13 kasus yang terdiri atas dua kasus kekerasan terhadap perempuan dan 11 kasus kekerasan terhadap anak. Selama Januari-Juli 2022, ada 10 kasus kekerasan yang terdiri atas tiga kasus kekerasan perempuan dan tujuh kasus kekerasan terhadap anak.

Baca Juga: Waspada, Tren Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Sragen Naik!

Joko mengatakan ada banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya kekerasan. Di antaranya faktor ekonomi, lingkungan, tayangan media sosial yang tidak sehat, sehingga berdampak pada kepribadian dan psikologis yang tidak stabil atau terlalu emosional. Perempuan dan anak, kata dia, rawan menjadi objek kekerasan tersebut.

Kekerasan berdampak secara internal dan eksternal bagi si korban. Contoh dampak internal, korban tidak percaya diri, menyalahkan diri sendiri, trauma. Dampak eksternal, masyarakat menyalahkan korban, pemberitaan media massa yang terbuka tanpa empati.

“Misalnya, penggunakan kata ‘pesta seks’ dalam judul, padahal hanya 2-3 orang. Nah, melindungi dan mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak menjadi tangung jawab semua pihak sehingga perlu adanya pelatihan ini,” ujar Joko.

Dia menerangkan untuk mencegah dan menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak maka perlu dibentuk P4A tingkat desa/kelurahan dan P4A tingkat kecamatan. Pelatihan ini dibiayai dengan dana alokasi khusus (DAK) dengan sasaran 188 orang.

Baca Juga: Yayasan Kakak Solo Ungkap Pelaku Kekerasan Seksual Anak Mayoritas Pacar

Dia berharap para pegiat P4A lebih proaktif dalam pencegahan dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Narasumber dari Yayasan Setara Semarang, Yuli Sulistyanto, menyampaikan keberadaan P4A di tingkat desa/kelurahan dan kecamatan dibutuhkan untuk pelayanan terhadap korban kekerasan. Misalnya ada kasus kekerasan seksual terhadap anak dan akhirnya keluar dari sekolah, maka P4A ini harus melayani korban agar bisa mendapatkan hak pendidikan dan pelayanan kesehatan.

“Pelayanan inilah yang menjadi pijakan bagi Pemkab Sragen untuk mengambil kebijakan responsif gender dan anak,” jelasnya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Dilema Hak Asasi Manusia, Destinasi Wisata Prioritas, dan Investasi

      + PLUS Dilema Hak Asasi Manusia, Destinasi Wisata Prioritas, dan Investasi

      Konflik antara pelaku wisata di Taman Nasional Komodo dengan aparat kepolisian pada Senin (1/8/2022) adalah akibat kebijakan pemerintah yang mementingkan urusan investasi dibanding mendengar aspirasi masyarakat yang langsung terdampak kebijakan.

      Berita Terkini

      Bakar Daun Siang-Siang, Warga Perumahan di Jaten Karanganyar Waswas

      aksi bakar-bakar daun kering oleh warga di Desa Papahan, Tasikmadu, bikin warga lain di Perumahan, Desa Jati, Jaten, Karanganyar waswas. Mereka lantas meminta bantuan pemadam kebakaran untuk memadamkan api.

      Ada Raden Bagus Munyul di Situs Pringgoloyo Zaman Megalitikum Klaten

      Desa Sukorejo, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten diyakini menyimpan kawasan diduga situs peninggalan zaman megalitikum atau masa prasejarah.

      Pasar Hewan di Karanganyar Belum Juga Dibuka, Ada Apa?

      Disdagnakerkop UKM Karanganyar belum ada rencana membuka kembali pasar hewan yang sudah ditutup sejak Juni lalu.

      Upacara Detik-Detik Proklamasi di Karanganyar Digelar di Alun-Alun

      Pemkab Karanganyar memastikan menggelar upacara detik-detik proklamasi di Alun-Alun Karanganyar.

      Karanganyar Imbau Peternak Jaga Kebersihan Kandang Babi, Ini Tujuannya

      Pemkab Karanganyar mengimbau peternak babi memperhatikan kebersihan kandang mencegah penularan wabah PMK

      Kenapa Orang Solo Doyan Makan Sate Kambing & Tengkleng?

      Tahukah Anda kenapa orang Solo doyan makan aneka olahan kuliner kambing?

      Wow, Ada 9 Pasangan Suami-Istri di Sragen Maju di Pilkades 2022

      Ada 18 orang yang merupakan pasangan suami-istri yang maju dalam Pilkades serentak di Sragen.

      Kabar Duka, Kades Gladagsari Boyolali Meninggal Dunia

      Setelah menjalani perawatan di rumah sakit selama sepekan, Kades Gladagsari Edy Suryanto meninggal dunia di rumahnya.

      Ada Senjata Api di Daftar Aset Pemkot Solo, Ini Kenyataannya

      Laman resmi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kota Solo menyebutkan ada dua senjata api yang menjadi aset Pemkot Solo.

      Karyawan Pabrik Pergoki Api Menyala dari Rumah Warga Jetak Sragen

      Sumber api diduga berasal dari obat nyamuk yang menyalat kain di sekitar lokasi.

      Ditinggal Pergi, Dapur Rumah Warga Mandong Klaten Terbakar

      Kapolsek Trucuk AKP Sarwoko menjelaskan saat kejadian pemilik rumah tidak berada di tempat

      Sego Trondol Mbok Kam Boyolali Rp5.000, Beri Penasaran Pengunjung

      Sego Trondol Mbok Kam itu mirip nasi kucing dengan menu bandeng, mi, sambal, dan cap jay.

      Dari Pecandu Kini Jadi Pengedar Narkoba, Warga Baki Dibekuk Polisi

      Tersangka sudah membeli obat-obatan terlarang sebanyak lima kali melalui online.

      Vaksinasi PMK di Sukoharjo Masuki Dosis Kedua

      Jumlah vaksin dosis kedua yang diterima Kabupaten Jamu sebanyak 2.100 dosis. Dari jumlah tersebut telah disuntikkan 1.000 dosis.

      KKN UGM Rintis 3 Desa Wisata di Sambungmacan Sragen, Ini Lokasinya

      3 Desa yang dirintis menjadi desa wisata di Kecamatan Sambungmacan, Sragen memiliki potensi yang berbeda untuk mendatangkan pengunjung menikmati desa wisata.