1.841 Petugas KAI Madiun Bersiaga Selama Masa Angkutan Lebaran 2019

 Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Madiunpos.com, MADIUN — PT KAI Daops VII Madiun menyiagakan 1.841 personel selama masa angkutan Lebaran 2019. Selain menyiagakan ribuan personel, enam anjing pelacak K9 dari Polda Jatim juga disiagakan selama masa angkutan Lebaran.

Seluruh personel ini bertugas di seluruh stasiun dan kereta di wilayah Daops VII Madiun. Di wilayah Daops VII Madiun jumlahnya mencapai 35 stasiun.

Vice President PT KAI Daops VII Madiun, Wisnu Pramudyo, mengatakan untuk personel PT KAI yang disiagakan ada 1.389 orang dan petugas bantuan ada sebanyak 452 orang.

Petugas bantuan terdiri atas 42 PPJ Eksta, 30 PJL Ekstra, 27 penjaga daerah rawan, 19 customer service mobile, 12 PMI, 100 railfans, dan 222 petugas keamanan atau security.

Selain itu, di bagian keamanan juga mengerahkan sebanyak 132 personel yang terdiri dari 4 POM TNI, 24 anggota Brimob, 49 anggota Polri, dan 49 anggota TNI kewilayahan.

“Selama masa posko tersebut seluruh pegawai KAI dan dibantu dari petugas eksternal akan dimaksimalkan untuk membantu kelancaran pelayanan selama arus mudik dan balik Lebaran 2019,” kata dia seusai menggelar pasukan kesiapan angkutan Lebaran 2019 di halaman kantor Daops VII Madiun, Minggu (26/5/2019).

Wisnu menuturkan untuk fasilitas di 35 stasiun yang ada di wilayah Daops VII juga dipastikan bersih. Seperti fasilitas musala yang bersih dan wangi. Ketersediaan air juga tercukupi.

Untuk mengantisipasi kesehatan penumpang KA, pihaknya juga menyiagakan dokter serta paramedis di posko kesehatan yang terbagi di enam stasiun yaitu Stasiun Madiun, Kertosono, Jombang, Kediri, Blitar, dan Tulungagung.

“Calon penumpang yang hamil diperbolehkan naik KA jarak jauh di usia kehamilan 14 sampai dengan 28 Minggu. Di luar periode kehamilan itu, ibu hamil wajib melampirkan surat keterangan dari dokter kandungan atau bidan yang menyatakan usia kehamilan pada saat pemeriksaan kondisi kandungan dalam keadaan sehat dan tidak ada kelainan kandungan,” jelas dia yang menambahkan ibu hamil yang akan melakukan perjalanan jarak jauh dengan KA wajib didampingi minimal satu orang pendamping.

Untuk daerah rawan yang terdeteksi di wialayah Daops VII Madiun yaitu terdiri dari 13 titik daerah rawan yang berpotensi ambles, longsor, dan banjir. Daerah potensi ambles ada di tiga titik antara Walikukun-Kedunggalar, Barat-Madiun, dan Madiun-Babadan.

Daerah potensi longsor ada dua titik yaitu Saradan-Wilangan dan Garum-Talun. Sedangkan untuk titik rawan banjir sebanyak 7 yang meliputi batas antara Daops VI dan Daops VII-Walikukun, Geneng-Barat, Barat-Madiun, Saradan-Wilangan, Sukomoro-Baron.

“Untuk antisipasi di daerah rawan ini, kami telah menyiagakan Alat Material untuk Siaga (AMUS) berupa peralatan untuk situasi darurat yang terletak di sembilan stasiun yaitu Stasiun Walikukun, Madiun, Caruban, Nganjuk, Kertosono, Jombang, Kediri, Tulungagung, dan Stasiun Blitar,” terang Wisnu. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya 


Berita Terkait

Berita Terkini

Awas! Penyakit Polio Intai Indonesia, Ini Penjelasan Satgas IDAI

Penyakit polio dikatakan Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) masih mengintai Indonesia karena vaksinasi terhenti akibat pandemi.

PDIP Beri Beasiswa Penelitian Perbandingan Era SBY dan Jokowi

Hasto mencontohkan, mengapa dalam era demokrasi dengan kompetisi yang sangat ketat, pada tahun 2009 ada parpol yang mencapai kenaikan perolehan suara 300 persen.

GSST Gunungkidul Diselenggarakan dengan Menerapkan Prokes Ketat

Kabupaten Gunungkidul menyelenggarakan GSST mulai Minggu (24/10/2021) hingga Rabu (3/11/2021) di masa pandemi Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan.

Longgarkan Aktivitas Masyarakat, Pemkab Gunungkidul Ingatkan Prokes

Pemkab Gunungkidul menghimbau masyarakat untuk selalu taat protokol kesehatan dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi karena pemerintah sudah melonggarkan aktivitas.

Sejarah Hari Ini : 26 Oktober 2010, Gunung Merapi Meletus Dahsyat

Letusan dahsyat Gunung Merapi yang menewaskan ratusan orang menjadi salah satu peristiwa bersejarah yang terangkum dalam Sejarah Hari Ini, 26 Oktober.

Kapolres Nunukan Sempat Berencana Mutasi Anak Buah yang Dihajar

Dearystone mengatakan telegram rahasia mutasi tersebut sudah sempat dibuat oleh Kapolres Nunukan namun akhirnya dibatalkan Kapolda Kalimantan Utara.

Ini Daftar Harga STB Bersertifikasi Kominfo, Oktober 2021

Daftar harga lengkap Set Top Box (STB) yang disebut bersertifikasi Kementerian Kominfo.

Pemkab Sukoharjo Bagikan 1.700 Paket Bantuan, Driver Ojol Ikut Kebagian

Pemkab Sukoharjo membagikan bantuan sebanyak 1.700 paket kepada warga yang terdampak Covid-19 termasuk para driver ojek online.

Benarkah Pengangkatan Rahim Pengaruhi Kehidupan Seksual Wanita?

Tak sedikit wanita merasa khawatir operasi pengangkatan rahim seperti dialami artis Melanie Subono bisa pengaruhi kehidupan seksual mereka.

Jokowi Tunjuk Mobil Listrik Ini untuk KTT G20 di Bali

Presiden Jokowi tunjuk mobil VIP untuk KTT G20 di Bali tahun depan.

Film Dokumenter Netflix Ini Kupas Sosok Pembunuh Berantai di Korsel

Serial dokumenter Netflix ini memiliki total tiga episode dari hasil garapan sutradara/produser Amerika Rob Sixsmit.

Bikin Mrinding! Pinjol Ilegal Ancam Kirim Santet Saat Tagih Utang

Pekerja pinjaman online atau pinjol ilegal tak segan mengancam saat menagih hutang, salah satunya mengirim santet ke korban.

Mahasiswa UNS Solo Meninggal seusai Diklat Menwa, BEM SV: Usut Tuntas!

BEM SV UNS Solo menuntut kampus, kepolisian dan Menwa segera mengusut tuntas kasus mahasiswa bernama Gilang Endi yang meninggal seusai diklat.

Kapolres Nunukan Aniaya Anak Buah, Kompolnas: Polisi Kok Militeristik?

Menurut Poengky, jika betul anggota bersalah masih ada cara pembinaan yang humanis antara lain dengan melakukan teguran dan hukuman yang mendidik.

Kominfo: TKDN Smartphone 4G & 5G Harus 35%, Samsung Siap

Perangkat 4G dan 5G wajib penuhi 35% TKDN alias komponen dari dalam negeri.

Alhamdulillah, Tukul Arwana Sudah Menunjukkan Banyak Kemajuan

Sejak melakukan perawatan pribadi di rumah, lambat laun kondisi terkini Tukul Arwana mulai menunjukkan banyak kemajuan.