Vice President PT KAI Daops VII Madiun, Wisnu Pramudyo, berbincang dengan seorang penumpang di Stasiun Madiun, Minggu (26/5/2019). (Madiunpos.com-Abdul Jalil)

Solopos.com, MADIUN -- PT KAI Daops VII Madiun menyiagakan 1.841 personel selama masa angkutan Lebaran 2019. Selain menyiagakan ribuan personel, enam anjing pelacak K9 dari Polda Jatim juga disiagakan selama masa angkutan Lebaran.

Seluruh personel ini bertugas di seluruh stasiun dan kereta di wilayah Daops VII Madiun. Di wilayah Daops VII Madiun jumlahnya mencapai 35 stasiun.

Vice President PT KAI Daops VII Madiun, Wisnu Pramudyo, mengatakan untuk personel PT KAI yang disiagakan ada 1.389 orang dan petugas bantuan ada sebanyak 452 orang.

Petugas bantuan terdiri atas 42 PPJ Eksta, 30 PJL Ekstra, 27 penjaga daerah rawan, 19 customer service mobile, 12 PMI, 100 railfans, dan 222 petugas keamanan atau security.

Selain itu, di bagian keamanan juga mengerahkan sebanyak 132 personel yang terdiri dari 4 POM TNI, 24 anggota Brimob, 49 anggota Polri, dan 49 anggota TNI kewilayahan.

"Selama masa posko tersebut seluruh pegawai KAI dan dibantu dari petugas eksternal akan dimaksimalkan untuk membantu kelancaran pelayanan selama arus mudik dan balik Lebaran 2019," kata dia seusai menggelar pasukan kesiapan angkutan Lebaran 2019 di halaman kantor Daops VII Madiun, Minggu (26/5/2019).

Wisnu menuturkan untuk fasilitas di 35 stasiun yang ada di wilayah Daops VII juga dipastikan bersih. Seperti fasilitas musala yang bersih dan wangi. Ketersediaan air juga tercukupi.

Untuk mengantisipasi kesehatan penumpang KA, pihaknya juga menyiagakan dokter serta paramedis di posko kesehatan yang terbagi di enam stasiun yaitu Stasiun Madiun, Kertosono, Jombang, Kediri, Blitar, dan Tulungagung.

"Calon penumpang yang hamil diperbolehkan naik KA jarak jauh di usia kehamilan 14 sampai dengan 28 Minggu. Di luar periode kehamilan itu, ibu hamil wajib melampirkan surat keterangan dari dokter kandungan atau bidan yang menyatakan usia kehamilan pada saat pemeriksaan kondisi kandungan dalam keadaan sehat dan tidak ada kelainan kandungan," jelas dia yang menambahkan ibu hamil yang akan melakukan perjalanan jarak jauh dengan KA wajib didampingi minimal satu orang pendamping.

Untuk daerah rawan yang terdeteksi di wialayah Daops VII Madiun yaitu terdiri dari 13 titik daerah rawan yang berpotensi ambles, longsor, dan banjir. Daerah potensi ambles ada di tiga titik antara Walikukun-Kedunggalar, Barat-Madiun, dan Madiun-Babadan.

Daerah potensi longsor ada dua titik yaitu Saradan-Wilangan dan Garum-Talun. Sedangkan untuk titik rawan banjir sebanyak 7 yang meliputi batas antara Daops VI dan Daops VII-Walikukun, Geneng-Barat, Barat-Madiun, Saradan-Wilangan, Sukomoro-Baron.

"Untuk antisipasi di daerah rawan ini, kami telah menyiagakan Alat Material untuk Siaga (AMUS) berupa peralatan untuk situasi darurat yang terletak di sembilan stasiun yaitu Stasiun Walikukun, Madiun, Caruban, Nganjuk, Kertosono, Jombang, Kediri, Tulungagung, dan Stasiun Blitar," terang Wisnu. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten