18 TPS di Titik Rawan Bencana Merapi, Ini Skenario KPU Klaten
Ilustrasi Pilkada Klaten. (Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, KLATEN – Sebanyak 18 TPS dengan jumlah pemilih kurang lebih 7.200 orang di Klaten berada di kawasan rawan bencana (KRB) Gunung Merapi.

Menyikapi hal itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klaten mulai menyiapkan skenario menggeser atau memindahkan belasan TPS ke daerah yang dinilai aman dari dampak erupsi Gunung Merapi.

Anggota Komisioner Divisi Teknis KPU Klaten, Samsul Huda, mengatakan sebanyak 18 TPS di KRB Gunung Merapi tersebar di Sidorejo (sembilan TPS), Balerante (lima TPS), dan Tegalmulyo (empat).

"Di tiap TPS itu rata-rata ada 400-an pemilih. Jadi total pemilihnya tinggal dikalikan 18 TPS itu [di Kabupaten Klaten terdapat 2.550 TPS]. Hari ini, kami mengundang Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kemalang [guna membahas kondisi dan skenario pemilihan di KRB di lereng Gunung Merapi]," kata Samsul Huda, saat ditemui Solopos.com, Klaten, Senin (9/11/2020).

Awan Topi Muncul di Puncak Lawu

Kecamatan Kemalang

Samsul Huda mengatakan pemilih yang diproyeksikan mencoblos di tiga TPS Klaten di KRB sudah mulai mengungsi menyusul naiknya status Gunung Merapi dari waspada ke siaga, beberapa waktu lalu. Ketiga TPS itu berada di Desa Tegalmulyo dan Desa Balerante di Kecamatan Kemalang.

"Di Tegalmulyo sudah ada yang mengungsi, yakni di TPS V dan IV. Sedangkan di Balerente berada di TPS I [sudah ada yang mengungsi]," katanya.

Melihat kondisi seperti itu, KPU Klaten sudah berkoordinasi dengan PPK Kemalang guna membahas berbagai skenario awal rencana pencoblosan di KRB Gunung Merapi, 9 Desember 2020. KPU Klaten perlu mengantisipasi berbagai hal guna menyikapi ancaman erupsi Gunung Merapi.

"Pada prinsipnya, kami masih menunggu informasi dari kondisi di Gunung Merapi itu sendiri [termasuk dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten]. Antara tetap bertahan di situ, digeser ke tempat evakuasi sementara, atau dipindah ke tempat evakuasi akhir. Semuanya masih dinamis. Yang jelas, H-2 pencoblosan harus sudah fix apakah tetap bertahan, digeser, atau dipindah. Soalnya, H-1 pencoblosan, logistik harus sudah didistribusikan," katanya.

Merapi Muntahkan Guguran Material, BPPTKG: Itu Biasa

Skenario Utama

Samsul Huda mengatakan KPU Klaten akan kembali menggelar rakor dengan PPK Kemalang guna menentukan skenario utama yang dijalankan di KRB Gunung Merapi. Sesuai rencana, rakor itu juga diikuti para kepala desa (kades) di daerah rawan bencana.

"Kami akan menunggu perkembangan aktivitas masyarakat juga [mengungsi atau tidak]. Kami juga menunggu informasi dari instansi yang berwenang terkait Gunung Merapi, termasuk Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Klaten [terkait status Gunung Merapi]," katanya.

Kisah Mbah Tumiyem Pemilik Warung Bothok Mercon Legend di Sragen

Ketua KPU Klaten, Kartika Sari Handayani, mengatakan penyelenggara Pemilu tetap menjamin hak konstitusi warga guna menggunakan hak pilih di Pilkada 2020. Pelaksanaan pencoblosan di KRB Gunung Merapi akan disesuaikan dengan kondisi alam dan aktivitas warga di lereng.

"Kami harus menyiapkan semuanya karena kondisi Gunung Merapi seperti ini [berstatus siaga]. Kami akan siapkan perencanaan di tempat evakuasi sementara (TES) dan tempat evakuasi akhir (TEA). Saat ini masih dikoordinasikan di divisi teknis [di Pilkada 2020, jumlah pemilih di Klaten mencapai 961.070 pemilih yang tersebar di 2.550 TPS," katanya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom