1.727 Pedagang Pasar Legi Ponorogo Direlokasi ke Bekas RSUD Usai Natal
Alat berat digunakan untuk menata lahan bekas RSUD dr. Harjono yang nantinya akan digunakan untuk relokasi pedagang Pasar Legi Ponorogo, Selasa (4/12/2018). (Istimewa/Pemkab Ponorogo)

Madiunpos.com, PONOROGO -- Sebanyak 1.727 pedang Pasar Legi Ponorogo akan direlokasi ke lahan bekas gedung RSUD dr. Harjono. Proses relokasi direncanakan dimulai setelah Natal tahun ini.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Ponorogo, Addin Andanawarih, mengatakan saat ini kesiapan lahan untuk tempat relokasi pedangan Pasar Legi sudah sampai 65%. Ada 1.727 pedagang Pasar Legi yang akan dipindahkan ke tempat relokasi.

Pedagang yang akan direlokasi yaitu 1.168 pedagang Pasar Legi yang terbakar, 256 pedagang di los eks Pengadilan Negeri Ponorogo, dan 303 pedagang yang sebelumnya berada di barat Pasar Legi atau biasa disebut Pasar Stasiun.

Sebenarnya Pemkab Ponorogo berencana memindahkan para pedagang pada 23 Desember mendatang. Saat itu kesiapan lahan relokasi sudah mencapai 100%.

"Tapi, teman-teman pedagang yang justru meminta relokasi dilakukan setelah Natal. Karena pada tanggal 23, 24, dan 25 Desember diperkirakan pasarnya ramai karena banyak warga yang belanja untuk Natal," ujar dia yang dikutip Madiunpos.com dari siaran pers Pemkab Ponorogo, Selasa (4/12/2018).

Addin meminta kepada semua pihak untuk bisa memaklumi kios atau los yang disediakan di pasar relokasi tidak terlalu besar. Dengan keterbatasan lahan bisa dipastikan los dan kios pasti kecil dari Pasar Legi. Pedagang juga akan membawa sendiri perangkat jualannya seperti rak atau almari.

Para pedagang ini akan menempati pasar relokasi ini selama maksimal dua tahun. Pembangunan Pasar Legi akan dimulai pada tahun 2019.

Di pasar relokasi ini diterapkan sistem zonasi atau pembagian wilayah jualan berdasarkan barang yang ditawarkan pedagang. Menurut Addin, sistem ini lebih mudah ditemukan pembeli.

"Salah satu bangunan yang hanya berupa atap dan tiang juga akan ikut dipindahkan. Itu permintaan pedagang," ujar Addin.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom