168 Desa dan Kelurahan di Sragen Sudah Punya P4A, 40 Lainnya Belum

Dari 208 desa dan kelurahan di Sragen, masih ada 40 yang belum memiliki Pos Pelayanan Perlindungan Perempuan dan Anak (P4A).

 Puluhan pegiat P4A kelompok pertama mengikuti pelatihan manajemen penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Aula Opsroom Setda Sragen, Senin (25/7/2022). (Solopos.com/Tri Rahayu)

SOLOPOS.COM - Puluhan pegiat P4A kelompok pertama mengikuti pelatihan manajemen penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Aula Opsroom Setda Sragen, Senin (25/7/2022). (Solopos.com/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Belum semua desa dan kelurahan di Kabupaten Sragen yang jumlahnya mencapai 208, memiliki Pos Pelayanan Perlindungan Perempuan dan Anak (P4A). Masih ada 40 desa dan kelurahan yang belum memiliki P4A.

Keberadaan P4A ini dinilai penting dalam hal pencegahan dan penanganan kasus kekerasan pada perempuan dan anak di tingkat desa dan kelurahan.

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Sragen, Joko Puryanto, Senin (25/7/2022). Dalam Pelatihan Manajemen Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Aula Opsroom Setda Sragen itu ia menerangkan P4A merupakan kepanjangan tangan dari Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sragen.

P2TP2A di Kabupaten Sragen yang beranggotakan 32 orang tidak akan mampu menjangkau 208 desa/kelurahan di Sragen. Atas pertimbangan itulah maka dibentuk P4A di tingkat kecamatan sampai ke desa.

“Ketika masyarakat bingung ada kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, maka masyarakat bisa mengadu ke P4A di tingkat desa atau kelurahan. Kalau bisa selesai di tingkat desa lebih baik. Kalau tidak selesai dirujuk ke P2TP2A,” ujar Joko.

Baca Juga: 188 Pegiat P4A Sragen Dilatih Tangani Kekerasan Pada Perempuan & Anak

P2TP2A Sragen memiliki tenaga psikolog, tenaga ahli lintas dinas, dokter, dan seterusnya. Mereka melakukan penanganan dan pendampingan kepada perempuan dan anak yang menjadi objek kekerasan.

Joko menyampaikan dalam peraturan bupati (perbup) dijelaskan bahwa pembiayaan kegiatan itu bisa diambilkan dari dana desa (DD). Sementara pegiat P4A itu berasal dari petugas KB, bidan desa, babinsa, bhabinkamtibmas, PKK, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga anggota badan permusyawaratan desa (BPD).

Aktivis P2TP2A Sragen, Diah Nursari, menyampaikan memang masih ada 40 desa dan kelurahan yang belum membentuk P4A. Belum diketahui problemnya kenapa demikian. Dia menyebut ada dua tugas pokok dan fusngi P4A, yakni penanganan kasus dan pencegahan kasus.

Baca Juga: Waspada, Tren Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Sragen Naik!

“Pencegahan dilakukan dengan sosialisasi di forum PKK, arisan RT, yang semua tidak ada anggaran. Dalam sosialisasi dibuat suasana santai tetapi mengena. Kalau ada kasus yang tidak bisa ditangani P4A desa maka bisa merujuk kasus itu ke P2TP2A,” katanya.

Selama Januari-Juli 2022 terdapat 10 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Tujuh kasus di antaranya kekerasan terhadap anak

Diah enggan merinci satu per satu tujuh kasus kekerasan tersebut. Ia hanya menyampaikan ketujuh kasus tersebut merupakan kasus pelecehan seksual. Salah satu kasus di antaranya, ujar dia, sempat dirujuk ke P2TP2A Sragen, yakni kasus dari wilayah Kecamatan Kalijambe.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Dilema Hak Asasi Manusia, Destinasi Wisata Prioritas, dan Investasi

      + PLUS Dilema Hak Asasi Manusia, Destinasi Wisata Prioritas, dan Investasi

      Konflik antara pelaku wisata di Taman Nasional Komodo dengan aparat kepolisian pada Senin (1/8/2022) adalah akibat kebijakan pemerintah yang mementingkan urusan investasi dibanding mendengar aspirasi masyarakat yang langsung terdampak kebijakan.

      Berita Terkini

      Upacara Detik-Detik Proklamasi di Karanganyar Digelar di Alun-Alun

      Pemkab Karanganyar memastikan menggelar upacara detik-detik proklamasi di Alun-Alun Karanganyar.

      Karanganyar Imbau Peternak Jaga Kebersihan Kandang Babi, Ini Tujuannya

      Pemkab Karanganyar mengimbau peternak babi memperhatikan kebersihan kandang mencegah penularan wabah PMK

      Kenapa Orang Solo Doyan Makan Sate Kambing & Tengkleng?

      Tahukah Anda kenapa orang Solo doyan makan aneka olahan kuliner kambing?

      Wow, Ada 9 Pasangan Suami-Istri di Sragen Maju di Pilkades 2022

      Ada 18 orang yang merupakan pasangan suami-istri yang maju dalam Pilkades serentak di Sragen.

      Kabar Duka, Kades Gladagsari Boyolali Meninggal Dunia

      Setelah menjalani perawatan di rumah sakit selama sepekan, Kades Gladagsari Edy Suryanto meninggal dunia di rumahnya.

      Ada Senjata Api di Daftar Aset Pemkot Solo, Ini Kenyataannya

      Laman resmi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kota Solo menyebutkan ada dua senjata api yang menjadi aset Pemkot Solo.

      Karyawan Pabrik Pergoki Api Menyala dari Rumah Warga Jetak Sragen

      Sumber api diduga berasal dari obat nyamuk yang menyalat kain di sekitar lokasi.

      Ditinggal Pergi, Dapur Rumah Warga Mandong Klaten Terbakar

      Kapolsek Trucuk AKP Sarwoko menjelaskan saat kejadian pemilik rumah tidak berada di tempat

      Sego Trondol Mbok Kam Boyolali Rp5.000, Beri Penasaran Pengunjung

      Sego Trondol Mbok Kam itu mirip nasi kucing dengan menu bandeng, mi, sambal, dan cap jay.

      Dari Pecandu Kini Jadi Pengedar Narkoba, Warga Baki Dibekuk Polisi

      Tersangka sudah membeli obat-obatan terlarang sebanyak lima kali melalui online.

      Vaksinasi PMK di Sukoharjo Masuki Dosis Kedua

      Jumlah vaksin dosis kedua yang diterima Kabupaten Jamu sebanyak 2.100 dosis. Dari jumlah tersebut telah disuntikkan 1.000 dosis.

      KKN UGM Rintis 3 Desa Wisata di Sambungmacan Sragen, Ini Lokasinya

      3 Desa yang dirintis menjadi desa wisata di Kecamatan Sambungmacan, Sragen memiliki potensi yang berbeda untuk mendatangkan pengunjung menikmati desa wisata.

      Inilah Daftar 19 Desa di Sragen yang akan Menggelar Pilkades

      Pilkades serentak akan berlangsung 25 Oktober 2022

      Cuaca Sukoharjo Selasa 9 Agustus Ini, Cerah Berawan Siang Hari

      Berikut ini prakiraan cuaca wilayah Sukoharjo secara lengkap untuk hari ini, Selasa (9/8/2022).

      Bukan Magic, Ini Sebab Kebo Bule Keraton Solo Warnanya Putih Kemerahan

      Meski kerap dikaitkan dengan hal-hal magis, warna kulit pada kebo bule seperti yang ada di Keraton Solo bisa dijelaskan secara ilmiah.