Tutup Iklan
Peserta Writing Competition Beswan Djarum saat merayakan kemenangan di Hotel Espac, Yogyakarta, pekan lalu. (Semarangpos.com-Djarum Foundation)

Solopos.com, SEMARANG — Sebanyak 16 mahasiswa penerima program Djarum Beasiswa Plus atau Beswan Djarum beradu gagasan inovatif dan kreatif di Yogyakarta, Selasa-Rabu (21-22/5/2019).  

Kompetisi yang diberi tajuk Writing Competition Beswan Djarum 2018/2019 ini digelar dalam dua tahap. Tahap pertama, kompetisi diikuti 465 Beswan Djarum yang tersebar di puluhan perguruan tinggi ternama di Tanah Air.

Dari ratusan peserta itu, akhirnya terpilih 16 Beswan Djarum yang berhak tampil di partai puncak pada kategori Eksakta dan Non-Eksakta.

Program Director Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Primadi H Serad, menuturkan Writing Competition merupakan kelanjutan dari pembekalan keterampilan lunak atau soft skills yang diberikan kepada Beswan Djarum. Sebelumnya, mereka sudah menerima berbagai pelatihan seperti Character Building yang menanamkan karakter luhur dan juga Leadership Development yang membentuk para mahasiswa berprestasi sebagai pemimpin yang visioner dan mampu memberikan perubahan yang lebih baik.

“Setelah beragam soft skills tersebut, Writing Competition merupakan ajang bagi Beswan Djarum untuk menunjukkan pemikiran kritisnya terhadap permasalahan bangsa dan memberikan gagasan orisinal berdasarkan keilmuan yang ditekuninya,” tutur Primadi dalam keterangan resmi yang diterima Solopos.com, Kamis (23/5/2019).

Dari keenam belas mahasiswa yang beradu gagasan selama dua hari, diperoleh tiga orang pemenang di setiap kategori. Dari kategori eksakta, juara pertama diraih Sheilla Windy Komara dari Institut Teknologi Bandung dengan esainya berjudul ‘Implementasi Farmakogenomik Melalui Pengembangan U-PGx GIMS (Ubiquitos Pharmacogenoic Genetic Information Management Suite) di Indonesi’.

Juara kedua berhasil diraih oleh Patricia Samantha Puteri dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan juara ketiga diperoleh Astika dari Universitas Andalas.

Sheilla sedikit membagikan pengalamannya saat harus bekerja keras menyelesaikan esainya. Ia merasa bangga karena dalam proses pengerjaan ia sampai jatuh sakit, namun tidak menyerah.

“Meskipun kemarin itu saya sempat kesulitan karena sakit demam saat proses menyelesaikan esai. Saya tidak mau menyerah dan tetap berusaha menyelesaikan dengan baik. Selain Writing Competition yang mengajarkans saya untuk berani berinovasi menyelesaikan masalah bangsa, saya juga mendapat soft skills Character Building dimana saya dibina menjadi jiwa yang bertanggung jawab dan berani. Saya meyakini ini adalah kerja keras dan support dari teman-teman dan orang terdekat. Berkat kerja keras, semuanya terbayar,” terang Sheilla.

Sementara itu, di kategori non eksakta, tiga mahasiswi juga berhasil menyabet gelar juara. Mereka adalah Teranisa Nabilah Balqis dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Widya Wijaya Kusuma Putri dari Universitas Surabaya dan Lidya Ametha Karina dari Universitas Sumatera Utara.   

Para peserta Writing Competition tersebut, Djarum Foundation dibantu oleh pakar, akademisi, praktisi komunikasi hingga pelaku bisnis untuk menjadi dewan juri. Tahun ini, format dewan juri berisikan Prof. Ir. Jamasri dari Universitas Gadjah Mada, Indra Bigwanto (Co-Founder Opini.id), dan Uni Luis (Pemimpin Redaksi IDN Times).

http://semarang.solopos.com/">KLIK dan https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten