16 Anak di Klaten Terpapar Covid-19, Terbanyak Bayat & Tulung
Ilustrasi anak sebagai pasien Covid-19. (Freepik)

Solopos.com, KLATEN — Sedikitnya 16 anak di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah terpapar Covid-19 dalam beberapa bulan terakhir. Berdasarkan data yang dihimpun Solopos.com hingga Sabtu (1/8/2020), Kecamatan Bayat dan Kecamatan Tulung menjadi wilayah dengan jumlah anak terbanyak positif virus corona di Klaten.

Ada lima anak dari Bayat yang menjadi pasien Covid-19, yaitu ANK, 18; PW, 18; TWN, 17; HAP, 10; RMR, 12. Sedangkan di Tulung, ada empat yang positif Covid-19, yakni NAY, 6; HPH, 2; ZAY, 17; MIF, 5.

Sisanya, dua dari Klaten Utara berinisial ARA, 13 dan BRM, 7; dua dari Klaten Tengah KC, 15 dan NC, 10; satu dari Wedi AKU, 6, satu dari Kalikotes, AAS, 9, dan satu dari Karanganom RFM, 13.

Pikiran Nunung Srimulat Dirusak Narkoba, Ini Efek Sabu bila Dikonsumsi Tiap Hari

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Klaten, Anggit Budiarto, mengatakan sebagian besar kasus Covid-19 pada anak disebabkan pengaruh orang tua.

Diajak

Di samping kontak erat dengan orang tua atau anggota keluarga lain yang sudah terpapar virus corona di waktu sebelumnya, terkadang anak juga diajak orang tua saat bersinggungan dengan orang lain. Hal itu termasuk saat menjenguk orang lain atau kerabat yang sakit dan belakangan diketahui sebagai pasien positif Covid-19.

"Anak di Indonesia itu sangat tergantung dari orang tua [termasuk di Klaten]. Covid-19 akan mudah menjangkiti orang yang imunnya tidak kuat. Hal ini termasuk anak-anak. Maka pengawasan terhadap anak sangat penting. Hal utama yang harus dilakukan, yakni menaati protokol pencegahan Covid-19," kata Anggit Budiarto kepada Solopos.com, Sabtu (1/8/2020).

Anggit menjelaskan penanganan pasien Covid-19 dari kalangan anak-anak di Klaten sama saja dengan penanganan pada pasien dewasa. "Semua harus dilakukan sesuai protap," lanjutnya.

Berusia Ratusan Tahun, Ini Dia Paduan Suara Tertua di Dunia Asal Sulawesi

Dalam penanganan tersebut, lanjut Anggit, biasanya juga dilakukan berbagai cara yang tujuannya agar pasien tak bosan dan tak gelisah. Lantaran masih anak-anak, biasanya mereka diberi mainan dan sejenisnya.

"Intinya biar anak tidak bosan tadi. Jika orangtua rindu ingin berbincang dengan anak yang terpapar corona, bisa komunikasi melalui smartphone dengan bantuan tim medis," katanya.

Hal senada dijelaskan Camat Tulung, Suyamto. Saat ini, jumlah anak yang masih positif Covid-19 di Kecamatan Tulung tinggal tiga orang, sedangkan satu sudah sembuh.

"Anak ikut terpapar virus corona di Tulung itu biasanya bersamaan dengan orang tuanya. Awal mulanya karena ikut menjenguk saudara atau anggota keluarga yang sudah tepapar virus corona di waktu sebelumnya. Kami terus mengimbau ke seluruh warga agar menaati protokol pencegahan Covid-19. Ini penting guna memutus mata rantai Covid-19," katanya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom