Tutup Iklan
Para calon kepala desa di 57 desa se-Madiun menyampaikan pernyataan sikap siap menang dan siap kalah, Jumat (11/10/2019). (Istimewa-Pemkab Madiun)

Solopos.com, MADIUN -- Pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Madiun akan berlangsung Rabu (16/10/2019). Ada 154 calon kepala desa dari 57 desa di 15 kecamatan se-Kabupaten Madiun yang akan bersaing.

Sebelum kompetisi Pilkades berlangsung, seluruh cakades tersebut menandatangani pernyataan tidak  cuma siap menang, tapi juga siap kalah, Jumat (11/10/2019),  di Pendapa Ronggo Djumeno, Mejayan.

Bupati Madiun, Ahmad Dawami, mengatakan pilkades serentak di Kabupaten Madiun harus aman dan nyaman. Rasa aman ini akan mahal bila dalam pemilihan ada konflik.

"Saya tidak mau apa yang sudah kita bangun rasa aman ini rusak. Karena rasa aman ini kebutuhan dasar manusia dan kita harus bersama-sama menciptakan itu," kata dia.

Kaji Mbing, sapaan akrab bupati, menyampaikan untuk pengamanan pilkades serentak akan dikerahkan 700 Linmas. Personel Linmas yang ada di seluruh Madiun akan bersama-sama membantu pengamanan pilkades di 57 desa itu.

Pelaksanaan pilkades ini rutin, sehingga tidak perlu ada penyeselan berkepanjangan dan berbeda pilihan itu hal yang wajar. Nantinya cakades yang menang harus menjadi kepala desa yang Pancasilais.

"Saya tidak ingin ada menang umuk yang kalah ngamuk. Kemenangan itu yang punya Tuhan dan yang kalah harus menerima. Baik cakades maupun panitia pilkades harus profesional dalam pelaksanaan pilkades nanti," jelasnya.

Kapolres Madiun, AKBP Ruruh Wicaksono, mengatakan personel pengamanan pilkades sudah disiapkan. Dia meminta anggota kepolisian yang akan bertugas harus menjaga netralitas.

Pihaknya telah memetakan desa yang rawan konflik pilkada. Namun, ia enggan memerinci desa mana saja yang rawan konflik.

"Selamat berjuang dan selamat mengikuti kompetisi yang baik. Mudah-mudahan pelaksanaan pilkades di Madiun aman dan nyaman," jelas Ruruh.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten