Kasatresnarkoba AKP Joko Satriyo Utomo merilis kasus peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang di Mapolres Sragen, Kamis (27/6/2019). (Solopos/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN -- Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Sragen menangkap dua pengedar obat-obatan terlarang dan tiga pengedar narkotika di Sragen dalam sebulan terakhir.

Kelima pelaku dijerat UU Kesehatan dengan ancaman hukuman sampai 10 tahun dan UU Narkotika dengan ancaman hukum 1-8 tahun penjara.

Kasatresnarkoba AKP Joko Satriyo Utomo didampingi Kabag Ops AKP Yohanes Trisnanto dalam jumpa pers di halaman Mapolres Sragen, Kamis (27/6/2019), mengungkapkan tim dari Bidang Humas Polda Jateng yang dikoordinasi AKBP Priyono selaku Kasubid Penmas Bidang Humas Polda Jateng ikut meninjau pelaksanaan jumpa pers tersebut.

Ketiga tersangka peredaran narkoba yang diduga jenis sabu-sabu itu terdiri atas Jajang alias Jang, 45, asal Dukuh/Desa Karangmalang, Masaran, Sragen, yang tertangkap dengan barang bukti seberat 0,52 gram di jalan Solo-Sragen, Karangmalang, Masaran, Selasa (25/6/2019) lalu.

Kemudian tersangka pengedar narkoba berikutnya bernama Ari Bowo, 33, warga Kemiri, Kebakkramat, Karanganyar, yang dibekuk pada Selasa (18/6/2019) di jalan raya Solo-Sragen, Sidodadi, Masaran, dengan barang bukti sabu-sabu seberat 0,35 gram.

Tersangka ketiga bernama Sutardiharto Bahari, 45, warga Mojogedang, Karanganyar, yang tertangkap di Jatibatur, Gemolong, Sragen, Sabtu (15/6/2019) dengan barang bukti 1,07 gram barang diduga sabu-sabu.

“Salah satu tersangka atas nama Ari Bowo ini ternyata juga seorang residivis jambret dan sudah dua kali mendekam di penjara dengan kasus jambret itu. Peran AB [Ari Bowo] ini sebagai pengedar tetapi juga pemakai karena hasil tes urinenya positif. Nah, modusnya pelaku ini menggunakan tetapi gratis mungkin sebagai upah atas peredaran narkoba,” ujar Joko mewakili Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan.

Sementara Joko menyebut dua tersangka peredaran obat-obatan terlarang itu bernama Ricky Ardiyansah, 20, warga Genengsari, Blangu, Gesi, Sragen, yang tertangkap, Sabtu (22/6/2019), di Blangu, Kecamatan Gesi, dan Triyono, 27, warga Dukuh Wahyu, Blangu, Gesi, yang tertangkap pada Minggu (23/6/2019).

Joko menerangkan Triyono ditangkap dari hasil pengembangan kasus Ricky. “Dari tangan Ricky disita pil koplo bertanda huruf Y sebanyak 510 butir dan uang tunai Rp460.000. Dari hasil pengembangan, kami menangkap Triyono dengan barang bukti lebih banyak, yakni 1.015 butir yang terbagi dalam 122 paket, serta ponsel. Pil ini dijual dengan harga Rp100.000 per paket. Setiap paket berisi 100 butir. Kasus ini muncul di daerah pedesaan di Gesi,” kata Joko.

Joko menambahkan mereka mendapatkan pil-pil itu dari seseorang dengan cara beli lewat jasa pengiriman barang sedangkan uangnya ditransfer. Modus pembelian sudah mirip di perkotaan.



Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten