Tutup Iklan

15 Negara Bisa Gagalkan Target Perlindungan Iklim, Termasuk Indonesia

Program Lingkungan PBB, UNEP telah menganalisis 15 negara produsen bahan bakar fosil utama, termasuk Jerman dan Indonesia.

 Ilustrasi batu bara. (Bisnis.com)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi batu bara. (Bisnis.com)

Solopos.com, PARIS — Negara-negara penghasil dan pengguna bahan bakar fosil akan menambah produksi bahan bakar fosilnya sampai 2030 hingga dua kali lipat. Hal itu akan menggagalkan target iklim Paris.

Menurut laporan tahunan Program Lingkungan PBB, UNEP telah menganalisis 15 negara produsen bahan bakar fosil utama, termasuk Jerman dan Indonesia.

Seperti dikutip Liputan6 dari laman DW Indonesia, Kamis (21/10/2021).Laporan itu mengukur perbedaan antara produksi bahan bakar fosil yang direncanakan pemerintah dan tingkat produksi yang konsisten dengan tuntutan pembatasan pemanasan bumi yang ditetapkan di Paris tahun 2015.

Dalam KTT Iklim Paris itu, negara-negara peserta telah berkomitmen untuk mencapai tujuan jangka panjang membatasi kenaikan suhu rata-rata di bawah 2 derajat Celcius di atas tingkat pra-industri, dan akan berusaha membatasi kenaikan suhu di bawah 1,5 derajat Celcius.

Baca Juga: Populasi Koala Berkurang, Ilmuwan Australia Uji Coba Vaksin Klamidia

Produksi Harus Mulai Diturunkan

Namun menurut laporan terbaru UNEP yang dirilis Rabu (20/10/2021), lima belas negara pengguna bahan bakar fosil terbanyak, sampai tahun 2030 akan memproduksi 110 persen lebih banyak bahan bakar fosil dibanding tingkat produksi sekarang. Tingkat produksi itu berarti 45 persen lebih banyak daripada yang diperlukan untuk membatasi pemanasan bumi sampai 2 derajat Celcius.

Negara-negara yang dianalisis dalam laporan tersebut adalah Australia, Brasil, Kanada, China, Jerman, India, Indonesia, Meksiko, Norwegia, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Uni Emirat Arab, Inggris, dan Amerika Serikat.

Perwakilan dari hampir 200 negara akan bertemu di Glasgow, Skotlandia, dari 31 Oktober hingga 12 November dalam KTT Iklim COP26, untuk membicarakan masa depan Perjanjian Iklim Paris dari 2015.

Menurut laporan badan PBB itu, terlepas dari upaya untuk memperkuat target iklim, sebagian besar produsen minyak dan gas utama berencana untuk meningkatkan produksi mereka, sementara beberapa produsen batu bara utama berencana untuk melanjutkan atau bahkan meningkatkan produksinya. Produksi bahan bakar fosil diperkirakan akan terus meningkat sampai 2040.

Baca Juga: Lava Gunung Api Cumbre Vieja Hanguskan 800 Hektare Lahan di Spanyol

Menurut UNEP, sampai 2030 mendatang 15 negara yang dianalisa akan menghasilkan sekitar 240% lebih banyak batu bara, 57% lebih banyak minyak bumi, dan 71% lebih banyak gas daripada yang dibutuhkan untuk meredam laju pemanasan global di bawah 1,5C.

Perusahaan Besar Jerman mendesak pemerintah selanjutnya untuk meningkatkan perubahan iklim (Martin Maisner/AP)
Dari ketiga jenis bahan bakar fosil tersebut, produksi gas diproyeksikan akan meningkat paling tinggi antara tahun 2020 dan 2040, berdasarkan rencana pemerintah ke-15 negara.

“[Hasil] Penelitiannya jelas: produksi batu bara, minyak dan gas global harus mulai menurun segera dan dengan tajam, agar konsisten dengan pembatasan pemanasan jangka panjang hingga 1,5 derajat Celcius,” kata Ploy Achakulwisut, penulis utama laporan tersebut.

Laporan produksi bahan bakar fosil dan target perlindungan iklim ini dibuat oleh UNEP dan lembaga penelitian Stockholm Environment Institute Institut Lingkungan Stockholm, International Institute for Sustainable Development, serta dua lembaga tangki pemikir E3G and ODI.


Berita Terkait

Berita Terkini

Disindir Ahok, Erick Thohir: Tolong Direview Pertamina

Erick Thohir meminta Ahok untuk mengevaluasi kinerja perusahaannya sendiri. Tujuannya supaya bisnis proses di BUMN berjalan dengan transparan dan benar.

MPR Marah Anggaran Berkurang, Menkeu: Fokus Corona!

Kemarahan MPR dipicu tindakan Sri Mulyani yang dua kali tidak hadir memenuhi undangan MPR umtuk membahas pemotongan anggaran tersebut.

Peserta Reuni 212 Bakal Kena Sanksi Pidana

Aparat Polda Metro Jaya memastikan bakal menindak tegas massa yang nekat menggelar Reuni 212 di Jakarta pada Kamis (2/12/2021).

Video Seks Disebar Pacar, Siswi SMA Ini Stres Sampai Begini

Seorang siswi SMA di Lampung berniat bunuh diri setelah mengetahui sang pacar menyebarkan video seks mereka.

Siapakah Leluhur Orang Jawa? Ini Asal-Usulnya

Inilah asal-usul leluhur orang Jawa yang menjadi suku terbesar di Indonesia.

Cerita Orang Jawa & Melayu, Serumpun Tapi Tak Sama

Sejarah mencatat dulu orang Jawa dan Melayu dianggap sebagai bangsa serumpun, namun ternyata memiliki perbedaan karakter yang kentara.

Pimpinan MPR Protes Anggaran Turun, Begini Penjelasan Kemenkeu

Lonjakan Covid-19 akibat varian Delta menjadikan seluruh anggaran Kementerian/Lembaga harus dilakukan refocusing 4 kali.

8 Dugaan Pelanggaran KSP Sejahtera Bersama dengan Tagihan Rp8,8 Triliun

Berikut delapan dugaan pelanggaran asas-asas koperasi yang berakibat gagal bayar Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sejahtera Bersama dengan total tagihan hingga Rp8,8 triliun dari 58.825 anggota se-Indonesia.

Kisah Wanita 74 Tahun Menikah dengan Sapi, Ternyata Ini Alasannya

Seorang perempuan berusia 74 tahun secara mengejutkan menikahi seekor sapi yang telah menciumnya.

Dirilis! Ini Daftar Lengkap UMK Kota dan Kabupaten se-Jawa Tengah 2022

Berikut ini terdapat daftar upah minimum kabupaten/kota (UMK) se-Jawa Tengah 2022 yang ditetapkan Gubernur Ganjar Pranowo.

Solopos Hari Ini: UMK Tak Jauh dari UMP

Di Solo, Wali Kota Gibran Rakabuming Raka akhirnya menandatangani UMK 2022 yang hanya naik sekitar Rp21.000 dari tahun sebelumnya.

Sejarah Hari Ini : 1 Desember 1941, Jepang Putuskan Perang Lawan AS

Keputusan Jepang berperang melawan Amerika Serikat dalam Perang Dunia II menjadi salah satu peristiwa yang terangkum dalam Sejarah Hari Ini, 1 Desember.

Catat! Objek wisata Kawasan Gunung Rinjani Tutup Sampai Maret 2022

Objek wisata alam di kawasan Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat, ditutup dari 29 November 2021 sampai 31 Maret 2022.

Jambret Dibekuk Berkat Aksi Berani Pemotor Nabrak dari Belakang

Pengendara sepeda motor itu menabrak kendaraan kedua pelaku yang baru saja merampas handphone milik seorang pelajar yang berjalan ke sekolah.

Tragedi Bekasi: Dendam lalu Memutilasi Teman Jadi 10 Bagian

Kepolisian mengungkapkan kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap seorang pria berinisial RS yang jasadnya dibuang di Kabupaten Bekasi, bermotif dendam.

Peredaran Sabu-Sabu 100 Kilogram Digagalkan Polda Aceh

Peredaran narkoba jenis sabu-sabu dengan berat mencapai 100 kilogram digagalkan Direktorat Reserse Narkoba Polda Aceh.