15 Kecamatan di Kabupaten Madiun Kini Punya FKUB
Ketua FKUB Kabupaten Madiun, Muharomain, mengukuhkan ketua FKUB di tingkat kecamatan se-Madiun di Pendapa Muda Graha, Rabu (26/12/2018). (Madiunpos.com-Abdul Jalil)

Madiunpos.com, MADIUN -- Pemerintah Kabupaten Madiun membentuk Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) hingga tingkat kecamatan di wilayah setempat. Pembentukan FKUB tingkat kecamatan untuk membentengi masyarakat Madiun dari ajaran-ajaran yang bisa merusak persatuan dan membunuh toleransi.

Bupati Madiun Ahmad Dawami mengatakan pembentukan FKUB sampai di tingkat kecamatan memang sudah menjadi target pemerintah. Menurutnya, FKUB memiliki peran sangat penting untuk melindungi masyarakat dari ancaman-ancaman.

"Ancaman ini jelas, sudah mulai muncul terkait kerukunan umat beragama. Banyaknya aliran-aliran yang tidak sejalan dengan undang-undang," jelas dia seusai Pengukuhan dan Pemantapan Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kecamatan se-Kabupaten Madiun di Pendapa Muda Graha, Rabu (26/12/2018).

Bupati yang akrab disapa Kaji Mbing itu menyampaikan pembentukan FKUB di tingkat kecamatan ini merupakan tindakan preventif dari pemerintah untuk melindungi wilayahnya dari serangan aliran-aliran yang tidak sesuai dengan undang-undang. FKUB di tingkat kecamatan ini sebagai alat deteksi dini terhadap ancaman-ancaman kerukuran umat beragama.

Dia mengklaim saat ini Madiun aman dan masyarakatnya menghargai perbedaan. Meski demikian, pembentukan FKUB di tingkat kecamatan penting untuk menjaga nilai-nilai kerukunan dan toleransi yang selama ini terus dijaga.

"Suasana rukun itu tidak akan hadir dengan sendirinya. Perlu ikhtiar untuk menuju ke sana. Jangan sampai kita membentuk [FKUB] setelah ada konflik. Ini ibaratnya sedia payung sebelum hujan. Tindakan preventif yang lebih kita tekankan," terang Kaji Mbing.

Ketua FKUB Kabupaten Madiun, Muharomain, mengatakan pembentukan FKUB di 15 kecamatan se-Madiun merupakan tindakan preventif untuk menjaga kerukunan umat beradagama. FKUB di tingkat kecamatan juga bertugas menjaga kerukunan umat di wilayahnya masing-masing.

"Sejauh ini belum pernah ada konflik agama di Madiun. Pernah ada sih, tapi kecil seperti protes pembangunan tempat ibadah. Yang jelas FKUB di kecamatan akan bertugas menjaga itu dan menampung aspirasi umat," jelas dia. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom