1,5 Juta Warga Muhammadiyah Diprediksi Hadiri Muktamar di Solo
Ilustrasi Persyarikatan Muhammadiyah/starjogja.com

Solopos.com, SUKOHARJO —Panitia lokal Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiah memperkirakan 1,5 juta warga Muhammadiyah bakal memeriahkan muktamar yang akan diadakan di Solo, 1-5 Juli 2020.

Sekretaris Panitia Lokal, Bambang Sukoco, mengatakan perkiraan tersebut mengacu pada pelaksanaan Mukatamar Muhammadiyah sepuluh tahun yang lalu, di Yogyakarta, yang dihadiri sekitar 900.000 orang.

“Selain mengacu pada muktamar yang diadakan di Yogyakarta, animo warga juga sudah tampak. Misalnya Kabupaten Garut, saat ini mereka sudah menyewa 150 bus untuk memeriahkan muktamar. Jika satu bus berisi 50 orang, maka dari Garut saja sudah 7.500 orang. Kemudian dari salah satu kecamatan di Surabaya sudah ada yang mendaftar sebanyak 1.500 orang,” kata dia saat ditemui solopos.com di ruang sekretariat Muktamar Muhammadiyah, Gedung Induk Siti Walidah, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Selasa (21/1/2020).

Untuk pendaftaran penggembira muktamar, menurut dia, panitia sudah menyediakan website yaitu www.muktamar48.id. Saat ini sudah sekitar 20.000 orang yang mendaftar melalui website itu.

“Meskipun sudah ada layanan tersebut, beberapa hari yang lalu ada perwakilan pengurus Muhammadiyah dari Papua, Maluku, Sulawesi dan lain sebagainya datang ke sekretariat untuk mendaftar secara langsung,” beber dia.

Melihat antusias warga yang ingin memeriahkan muktamar, lanjut dia, saat ini panitia terus berupaya melakukan persiapan matang, baik itu penerimaan peserta dan anggota muktamar atau penggembira.

“Kami terus berkoordinasi dengan Forkompinda Kabupaten se-Soloraya dan Forkompinda Jawa Tengah. Pada intinya kami ingin meminta dukungan sepenuhnya,” ujar dia.

Peserta dan anggota muktamar berjumlah 6.000 orang. Saat ini panitia sudah mempersiapkan penginapan di hotel, wisma UMS, dan ruang khusus Pondok Pesantren Modern Assalam.

“Untuk penggembira kami sedikan penginapan di kantor Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), beberapa masjid Muhammadiyah dan rumah warga Perserikatan Muhammadiyah,” jelas dia.

Rencananya, pembukaan Muktamar dilaksanakan di Stadion Manahan Solo. Karena dimungkinkan tidak mampu menampung seluruh warga yang turut memeriahkan pembukaan muktamar, panitia mempersipkan tempat di luar Manahan, seperti Mangkunegaran dan Lapangan Kota Barat.

Hal tersebut bertujuan agar bisa memecah konsentrasi masa supaya tidak hanya fokus di Manahan. Di setiap tempat tersebut akan difasilitasi videotron, untuk menayangkan pembukaan muktmar secara live.

“Saat muktamar berlangsung, kegiatan perkulihan di UMS diliburkan. PPMI Assalam juga diliburkan, karena untuk menyambut masa yang begitu banyaknya,” kata Bambang.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom