1,5 Juta Warga Muhammadiyah Bakal Hadiri Muktamar, Bagaimana Penginapannya?
Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta di Karangasem, Solo, Senin (13/1/2020). (Istimewa/Humas UMS)

Solopos.com, SOLO — Panitia lokal Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah memperkirakan 1,5 juta warga Muhammadiyah bakal memeriahkan muktamar di Kota Solo, 1-5 Juli 2020. Beberapa hotel di Kota Solo dan sekitarnya bahkan sudah fully booked untuk peserta muktamar.

Panitia sudah memesan sekitar 1.000 kamar hotel di delapan hotel di sekitar UMS, baik itu di wilayah Kartasura (Sukoharjo), Colomadu (Karanganyar), maupun Kota Solo.

Anggota panitia pemondokan peserta muktamar, Anas Syahirul Alim, saat ditemui solopos.com di Gedung Induk Siti Walidah, UMS, Selasa (4/2/2020), menyatakan hotel yang dipesan tersebut dikhususkan untuk peserta Muktamar Muhammadiyah (muktamirin).

”Peserta muktamar ada sekitar 6.000 orang. 1.000 orang dipesankan di hotel, 2.000 orang berada di PPMI Assalaam, sisanya berada di Pesantren Mahasiswa UMS dan kelas-kelas UMS,” terang dia.

Peserta penggembira, lanjut dia, ditempatkan di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), seperti sekolah, panti, dan rumah warga Muhammadiyah. Jumlah peserta penggembira itu jumlahnya bisa mencapai ratusan ribu orang.

Hal itu berkaca dari Muktamar Muhammadiyah di Jogja beberapa tahun lalu saat dihadiri sekitar 900.000 warga Muhammadiyah sehingga diprediksi ada 1,5 juta warga Muhammadiyah yang hadir di Solo.

”Selain mengacu pada muktamar yang diadakan di Yogyakarta, animo warga juga sudah tampak. Misalnya Kabupaten Garut, saat ini mereka sudah menyewa 150 bus untuk memeriahkan muktamar. Jika satu bus berisi 50 orang, maka dari Garut saja sudah 7.500 orang. Kemudian dari salah satu kecamatan di Surabaya sudah ada yang mendaftar sebanyak 1.500 orang,” kata Sekretaris Panitia Lokal, Bambang Sukoco, beberapa waktu lalu.

Sejumlah hotel di sekitar UMS yang menjadi lokasi muktamar sudah dipesan jauh-jauh hari untuk kepentingan muktamar. Humas Syariah Hotel Solo, Adil Erdita, mengatakan sebanyak 250 kamar sudah dipesan panitia muktamar sejak September 2019. Kamar yang dipesan digunakan pada 1-6 Juli 2020.

Anggota resepsionis Assalaam Syariah Hotel, Nanang Tri Effendy, mengatakan sebanyak 50 kamar yang dimiliki Hotel Assalaam sudah dipesan untuk 1-4 Juli 2020 oleh panitia muktamar sejak September 2019.

Dengan banyaknya peserta dan peserta pengembira Muktamar Muhammadiyah itu, apakah hotel di Solo dan sekitarnya mampu menampung mereka setelah sebagian ditempatkan di AUM dan rumah warga Muhammadiyah?

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Solo menyebutkan ada 165 hotel di Solo yang terdiri atas 52 hotel bintang dan 113 hotel nonbintang. Di Kecamatan Laweyan yang paling berdekatan dengan lokasi muktamar ada 23 hotel bintang dan 28 hotel nonbintang.

Sebanyak 165 hotel di Kota Solo memiliki 6.937 kamar. Paling banyak nonbintang yaitu 2.237 kamar dan hotel bintang 3 ada 1.370 kamar dan bintang 2 1.294 kamar.

Di Sukoharjo, khususnya di Kartasura yang berada di area muktamar ada 7 hotel dengan 1.001 kamar dengan 1.089 tempat tidur.Sedangkan di Karanganyar, sebagian hotel berada di Colomadu, yang dekat dengan lokasi muktamar. Tercatat di Karanganyar ada 9 hotel bintang dan 170 hotel nonbintang.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom