15 Ciri-Ciri Dukun Berkedok Kiai, Awas Tertipu!
Ilustrasi dukun. (Okezone.com)

Solopos.com, SOLO – Ustaz Khalid Zeed Abdullah Basalamah ciri-ciri dukun atau tukang sihir yang berkedok sebagai orang salih atau kiai. Dia mengatakan ada beberapa orang yang sebenarnya dukun yang menyamar sebagai sosok orang salih.

Dalam kesehariannya mereka sulit dikenali lantaran menampilkan citra diri sebagai orang yang taat beragama, mulai dari memakai kopiah hingga serban. Lantas bagaimana ciri-ciri dukun berkedok kiai?

Dihimpun Semarangpos.com, Jumat (21/8/2020), dari video unggahan channel Penuntut Ilmu pada 1 Februari 2020, berikut ciri-cirinya:

Gurihnya Kare Mbah Setu, Kuliner Legendaris di Karanganyar

  1. Meminta hewan dengan kriteria tertentu, misalnya ayam hitam atau putih.
  2. Meminta darah hewan atau dukun itu sendiri yang akan menyembelih hewannya. Binatang mati merupakan sesaji untuk setan yang membantu dukun tersebut.
  3. Meminta peninggalan dari orang yang datang kepadanya, seperti pakaian, sisir, kuku, rambut, atau foto. Benda ini diperlukan karena sang pasien akan disihir supaya berlangganan di sana.
  4. Memberikan jimat berbentuk segi tiga atau segi empat, lalu memasukkannya ke dalam kantong kulit. Di dalamnya berisi permohonan bantuan bernuansa syirik. Dukun itu bakal meminta pasien mengalungkan atau menaruh jimat itu di bawah bantal.
  5. Memberikan benang dari bulu binatang atau tali yang ada simpulnya.
  6. Memberikan barang-barang kepada pasien untuk menanamnya di dalam tanah atau bahkan di dalam tubuh seperti susuk.
  7. Memberikan sebotol air yang di dalamnya ada kertas bertuliskan mantra. Lalu, memerintahkan si pasien agar mandi dengan air pada botol itu di tempat yang tidak terurus.
  8. Ada lingkaran dari karet pada tanah di rumah dukun itu. Ia biasanya menyuruh orang yang datang untuk masuk ke lingkaran yang menjadi tempat perjanjian dengan setan itu.
  9. Memberi mantra pada makanan atau minuman dan memberikannya kepada pasien.
  10. Membaca telapak tangan dan garis-garis wajah.
  11. Dukun menaruh kerikil, rumah kerang, biji kurma, atau biji gandum di atas kulit binatang buas atau di atas sepotong kain yang khusus ditenun untuk praktik itu.
  12. Memberikan cincin yang memiliki ukiran berupa simbol dan mantra.
  13. Menyuruh orang yang datang untuk membawa kulit atau gigi serigala.
  14. Meminta benda-benda aneh yang sulit untuk terpenuhi. Contohnya meminta 11 tikus yang ditangkap pada waktu siang atau meminta tikus yatim. Jika pasien tidak mampu membawanya, maka dukun yang akan membawanya dengan syarat pasien itu memberinya banyak uang.
  15. Menyuruh pasien untuk mengikatkan benang pada pohon tertentu. (Razita Dewinta Anggraeni/JIBI/Semarangpos.com) 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom