Tutup Iklan

14.149 Rumah Warga Sukoharjo Tak Layak Dihuni

Jumlah rumah tak layak huni (RTLH) yang tersebar di 167 kelurahan/desa di Sukoharjo masih 14.149 unit. Pemkab Sukoharjo mengoptimalkan program rehab RTLH yang sumber dananya berasal dari pemerintah pusat dan Pemprov Jateng.

14.149 Rumah Warga Sukoharjo Tak Layak Dihuni

SOLOPOS.COM - Ilustrasi Rumah Tak Layak Huni (RTLH). (Solopos-Dok)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Jumlah rumah tak layak huni (RTLH) yang tersebar di 167 kelurahan/desa di Sukoharjo masih 14.149 unit. Pemkab Sukoharjo mengoptimalkan program rehab RTLH yang sumber dananya berasal dari pemerintah pusat dan Pemprov Jateng.

Kepala Seksi (Kasi) Perumahan Formal dan Swadaya Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Sukoharjo, Slamet Hidayat, mengatakan data RTLH mengacu pada Pemutakhiran Basis Data Terpadu (PBDT) 2015. Kala itu, jumlah RTLH di Sukoharjo sebanyak 17.982 unit.

Selama kurun waktu tiga tahun, jumlah RTLH yang direhab lebih dari 3.000 unit. “Sekarang jumlah RTLH di Sukoharjo sebanyak 14.149 unit. Saat ini, kami sedang melakukan validasi data penerima bantuan rehab pada 2019,” kata dia saat ditemui solopos.com di kantornya, Rabu (30/1/2019).

Menurut Slamet, ada beberapa program rehab RTLH baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Misalnya, program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR).

Program ini menyasar wilayah-wilayah perkumuhan di setiap daerah termasuk wilayah Sukoharjo.

Pada 2019, program BSPS menyasar 200 unit rumah yang tersebar di wilayah Kecamatan Gatak, Grogol dan Kartasura. “Kami hanya bertugas memvalidasi data penerima bantuan rehab rumah. Sementara terkait jatah bantuan rehab rumah wewenang pemerintah pusat,” ujar dia.

Program bantuan rehab rumah lainnya berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat sebanyak 170 unit. Hanya tiga desa di wilayah Kecamatan Weru yang menjadi sasaran program rehab rumah yakni Desa Tegalsari, Tawang, dan Grogol.

Sebelumnya, program serupa juga dilakukan di wilayah Weru yang jumlah RTLH lebih banyak dibanding kecamatan lainnya. “Sebenarnya masih banyak RTLH yang butuh direhab. Kami tak bisa berbuat banyak lantaran jumlah penerima bantuan rehab rumah sudah ditentukan pemerintah pusat,” papar dia.

Lebih jauh, Slamet menyampaikan nilai bantuan rehab rumah tak layak huni (RTLH) naik Rp2,5 juta per keluarga dari Rp15 juta menjadi Rp17,5 juta. Kenaikan nilai bantuan rehab RTLH Rp2,5 juta untuk membayar upah tukang bangunan. Sementara dana Rp15 juta untuk membeli bahan material bangunan seperti pasir, semen dan batu bata.

Sementara itu, seorang penerima bantuan dana rehab RTLH asal Desa Toriyo, Kecamatan Bendosari, Karsidi, mengaku menerima bantuan dana rehab rumah senilai Rp15 juta pada 2018. Dana itu digunakan untuk merenovasi atap dan lantai rumah. Kini, lantai rumahnya telah berubin dan genting rumah juga sudah diganti baru. 

Berita Terkait

Berita Terkini

Soal Perusakan Makam Di Mojo Pasar Kliwon, Ini Kata Kapolresta Solo

Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menjelaskan tentang langkah polisi dalam penanganan kasus perusakan makam di Kelurahan Mojo.

Indosat Ooredoo Luncurkan Layanan 5G Pertama di Solo, Ini Keunggulannya

PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo) meluncurkan layanan 5G komersial pertama di Solo pada Selasa (22/6/2021).

Tambah Lagi, Total 107 Karyawan Pabrik Sepatu di Jaten Terpapar Covid-19

Karyawan pabrik sepatu di Kecamatan Jaten yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah menjadi 107 orang.

Lengkapi Barang Bukti, Polisi Sragen Ubek-Ubek Jamban Cari Celana Dalam Bocah Korban Pencabulan Sukodono

Polisi Sragen mengubek-ubek jamban untuk mencari celana dalam milik bocah korban pencabulan di Sukodono sebagai barang bukti,

Daihatsu Luncurkan Rocky 1.2L Terbaru di Indonesia

Daihatsu Rocky 1.2L merupakan hasil pengembangan putra-putri Indonesia melalui tim R&D PT.Astra Daihatsu Motor (ADM).

Waspada! 35 Persen Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Di Klaten Tak Punya Komorbid

Sebanyak 35% dari total jumlah pasien positif Covid-19 Kabupaten Klaten yang meninggal diketahui tidak memiliki komorbid.

Heboh Ivermectin untuk Pengobatan Covid-19, Bagaimana Faktanya?

Menanggapi kabar itu, Badan POM menjelaskan penggunaan Ivermectin untuk pengobatan Covid-19.

Perusakan Makam di Solo Dilakukan Anak-Anak, Pemerhati Anak: Ini Tanggung Jawab Bersama!

Pemerhati Anak, Ketua Sahabat Kapas, Dian Sasmita, menanggapi perusakan makam yang dilakukan oleh sepuluh anak-anak di Mojo, Pasar Kliwon, Solo.

BPCB Jateng Tutup Candi Ceto dan Sukuh Karanganyar, Ada Apa Ya?

BPCB Jateng menutup objek wisata Candi Sukuh, Candi Ceto, dan Museum Sangiran Klaster Dayu, Karanganyar, mulai 22 Juni hingga 2 Juli.

Habis Kunker, Puluhan Anggota DPRD Bantul Jalani Swab PCR

Anggota Dewan menjalani swab PCR karena Ketua DPRD Bantul dan salah satu anggota Komisi B dinyatakan positif Covid-19 seusai kunker.

Mangkrak 1 Tahun, Begini Kondisi SDN 2 Kragilan Sragen yang Disiapkan untuk Isolasi Pasien Covid-19

Bangunan SDN 2 Kragilan, Kecamatan Gemolong, Sragen, sudah tidak terpakai sejak setahun terakhir akan digunakan untuk tempat isolasi.

Terlambat Naik, Penjala Ikan di Banjarnegara Ini Terjebak di Tengah Sungai

Seorang penjala ikan di sungai serayu, Desa Bandingan, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara yang terjebak di tengah arus aliran deras sungai.