14 Hari Karantina di Graha Wisata Niaga Solo, Apa Saja Kegiatan Pemudik?
Tempat karantina pemudik di Gedung Graha Wisata Niaga Solo. (Solopos/Ichsan Kholif Rahman)

Solopos.com, SOLO -- Gedung Graha Wisata Niaga di Jl Slamet Riyadi, Sriwedari, Solo, menjadi lokasi karantina bagi pemudik dari luar kota yang baru tiba di Solo.

Sejumlah fasilitas dan penjagaan disiapkan Pemkot Solo untuk membuat para pemudik yang menjalani karantina itu merasa nyaman. Para pemudik itu harus menjalani karantina selama 14 hari.

Pantauan Solopos.com, tiga petugas tampak berdiri di depan pagar Graha Wisata Niaga, Laweyan, Solo, Kamis (9/4/2020) sore. Pagar besi itu hanya dibuka sekitar satu meter sebagai akses keluar masuk petugas.

Tepat di depan lokasi karantina pemudik itu sekitar empat tenda semipermanen berdiri. Tenda di sebelah barat dijadikan lokasi pemeriksaan kesehatan para pemudik sedangkan tenda sebelah timur untuk administrasi.

Kisah Pilu Pasien Sembuh dari Corona di Sukoharjo: Tak Bisa Pulang ke Kos & Ditolak Warga

Personel TNI, Polri, Satpol PP, dan Linmas tersebar di seluruh kompleks Graha Wisata Niaga Solo, menjaga ketat lokasi karantina bagi pemudik itu.

Selama dua pekan, 21 pemudik akan menjalani masa karantina sebelum kembali ke rumah. Berbagai kegiatan telah dipersiapkan, berbagai instansi bakal mengisi aktivitas mereka seperti olahraga.

“Ada empat meja tenis yang bisa digunakan untuk berolahraga. Mereka kan orang sehat jadi harus dibuat tetap sehat. Kalau dapur umum ada di Kantor Dinas Sosial oleh Taruna Tanggap Bencana,” ujar Kasi Rehabilitasi dan Rekontruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solo, Singkirno, kepada Solopos.com.

Petugas Posko Gugus Tugas Covid-19 itu menjelaskan pada Kamis (9/4/2020) sore para pemudik di lokasi karantina itu tidak ada kegiatan khusus.

Sempat Ditolak Pulang, Pelaku Perjalanan Dari Amerika Nginap di Balai Desa Karangjati Sragen

Menurutnya, para pemudik itu sedang memulihkan kondisi fisik seusai menempuh perjalanan jauh. Mereka tak banyak beraktivitas dan menghabiskan waktu dengan mengobrol.

Faktor Keamanan

Singkirno mengatakan terkait faktor keamanan lokasi karantina pemudik itu, pagar Graha Wisata Niaga Solo ditutup sejak Rabu (8/4/2020) dan dijaga petugas.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, Hari Prihatno, mengatakan prosedur terbaru saat ini seluruh pemudik yang tiba dari terminal, stasiun, dan bandara bakal langsung dibawa ke Graha Wisata.

Ia menyebut saat ini surat pernyataan kesediaan menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing sudah ditiadakan.

Bukan Warga Banyuanyar Solo, 2 Mayat Telanjang di Sajadah dari Tangerang dan Wonogiri

“Sekarang tidak ada karantina mandiri bagi pemudik tapi langsung karantina di lokasi yang disediakan Pemerintah Kota Solo. Kami menangani pemudik yang tiba di terminal, stasiun, dan bandara. Kalau pemudik yang menggunakan angkutan pribadi, nanti di wilayah yang akan melaporkan,” ujarnya.

Hari menyebut ada dua pemudik dari Cirebon dan Surabaya yang menolak mengikuti karantina di Graha Wisata Niaga Solo. Dua pemudik laki-laki dan perempuan itu memilih pulang. Namun, petugas Dishub Solo mengawal kepulangan dua pemudik itu.

Penemuan Mayat: Pria-Wanita Tewas di Kontrakan Banyuanyar Solo Diduga Keracunan Cairan

Korlap Pendataan Pemudik Stasiun Balapan, Henry Satya Nagara, mengatakan petugas Dishub Solo menunggu dua pemudik itu dari proses membeli tiket hingga meninggalkan Kota Solo. Ia menjelaskan penolakan itu baru pertama kali ditemui oleh petugas.

“Kami menunggu sampai dua pemudik itu naik kereta dan kembali ke Cirebon dan Surabaya seusai menolak mengikuti karantina di Graha Wisata. Dari proses membeli tiket hingga naik ke dalam kereta kami awasi sampai benar-benar berangkat,” ujar Henry.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho