14.575 Polisi Bakal Amankan Pilkada Serentak di Jateng, Semuanya Sudah Di-Swab
Polisi diambil sampel lendirnya saat mengikuti rapid tes antigen di Klinik Bhayangkara, Solo, Kamis (3/12/2020). (Solopos.com/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO —Sebanyak 14.575 personel Polda Jateng siap menjalankan Operasi Mantap Praja Pilkada Serentak pada Rabu (9/12/2020) mendatang. Semua personel tersebut sudah menjalani tes swab antigen dan dipasikan negatif Covid-19.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi, saat dijumpai wartawan di Solo, Sabtu (5/12/2020) siang, mengatakan selain 14.575 polisi dikerahkan, pengamanan  pilkada juga akan dibantu 5.700 tentara.

“Seluruh anggota sudah ikuti swab antigen. Ini untuk mendeteksi kesehatan anggota dan sudah siap saya lakukan pergeseran pasukan. Hari ini BKO Polda sebanyak 570 kami sebar ke seluruh kabupaten. Tetapi bisa juga pasa H-3 atau H-2 mempertimbangkan kondisi serta menghindari kerumunan,” papar Kapolda.

Kapolresta: Kabar Solo Lockdown Hoaks

Para polisi tadikemudian menyebar di wilayah kecamatan hingga kelurahan. Ia mengatakan masyarakat dapat langsung datang ke tempat pemungutan suara (TPS) tanpa khawatir di hari coblosan, Rabu (9/12/2020). Ia menegaskan penyelenggara telah menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Kepolisian menjamin keamanan dan pelaksanaan protokol kesehatan secara ketat.

Lebih jauh, Kapolda mengatakan pihaknya memprioritaskan pengaman di dua wilayah yakni Kabupaten Klaten dan Boyolali dikarenakan kontijensi Gunung Merapi. “Wilayah Magelang cukup aman karena tidak ada Pilkada. Ada konsentrasi khusus penggunaan anggota di dua wilayah itu (Klaten dan Boyolali). Anggota yang masuk Operasi Mantab Praja akan dibedakan dengan anggota bertugas di kontijensi di wilayah Merapi yang saat ini siaga," papar Kapolda.

Kondisi Psikologis Membaik, Korban Penembakan Solo Mulai Beri Keterangan ke Polisi

Ia berkomitmen memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama Pilkada. Kapolda menyiapkan satu satuan setingkat kompi (SSK) Brimob Polda Jateng yang siap bergerak jika ada peningkatan eskalasi selama masa Pilkada.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom