Ilustrasi: Api membakar semak belukar di atas lahan gambut yang terbakar di Kabupaten Kampar, Riau, Senin (24/7/2017)./ANTARA-Rony Muharrman

Soloposcom, PEKANBARU -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Riau menyebut sudah 1.337,16 hektare lahan terbakar di lokasi tersebut. Lokasi dengan karhutla paling tinggi masih di Bengkalis dan Rokan Hilir.

Plh. Kepala BPBD Riau Ahmadsyah Harrofie mengatakan pemadaman masih berlanjut di Pulau Rupat Bengkalis, karena kendala sulitnya sumber air.

"Pemadaman terus berjalan salah satunya di wilayah Terkul Rupat, ada hambatan yaitu sulitnya akses sumber air," kata Ahmadsyah, Minggu (3/3/2019).

Meski demikian, dia mengaku sebagian besar area terbakar sudah dipadamkan dan saat ini dalam proses pendinginan. Salah satu pendorong yaitu turunnya hujan deras, sehingga api lebih cepat padam dan tinggal asap.

Untuk wilayah Bengkalis, kebakaran juga terjadi di Kecamatan Bantan, Talang Mandau, dan Siak Kecil.

"Tapi di sana apinya tidak sebesar di Rupat, sudah berhasil dipadamkan dan sekarang proses pendinginan. Tim juga masih berjaga supaya api tidak hidup lagi," kata Ahmadsyah.

Sementara itu di Kabupaten Rokan Hilir, satgas tengah melakukan pemadaman di Tanah Putih, Desa Rantau Bais. Luas lahan terbakar mencapai 20 hektare.

Adapun perincian lahan terbakar di wilayah Riau yaitu:

  • Rokan Hilir 218 hektare
  • Dumai 84,5 hektare
  • Bengkalis 878,5 hektare
  • Meranti 22,4 hektare
  • Siak 50,25 hektare
  • Pekanbaru 21,51 hektare
  • Kampar 19 hektare
  • Pelalawan 8 hektare
  • Indragiri Hilir 38 hektare


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten