13 Tahun, 85 Penderita HIV/AIDS di Boyolali Meninggal

 Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, BOYOLALI—Jumlah penderita HIV/AIDS di Boyolali sejak 2005-2018 atau selama 13 tahun mencapai 480 orang. Sebanyak 85 orang di antaranya meninggal dunia.

Berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Boyolali, pada 2018 saja ditemukan 67 penderita HIV/AIDS. Sementara itu, dari 480 penderita HIV/AIDS tersebut, 80 di antaranya berasal dari luar Boyolali yang memeriksakan diri di Kota Susu.

PromosiCara Meningkatkan Omzet & Performa di Tokopedia, Enggak Sulit Kok!

Sekretaris KPA Boyolali Titiek Sumartini mengatakan angka HIV/AIDS di Boyolali ini termasuk tinggi dan peningkatannya dari tahun ke tahun cukup signifikan sehingga diperlukan penanggulangan yang lebih serius.

“Kasus HIV/AIDS di Boyolali kali pertama ditemukan 2005. Kemudian dari tahun ke tahun terus ditemukan dan angkanya signifikan. Jumlah kumulatif sejak 2005-2018 ada 480 orang, 85 di antaranya meninggal dunia,” ujarnya saat bebincang dengan wartawan di Gedung DPRD Boyolali, Selasa (11/6/2019).

Selain itu, dalam kasus HIV/AIDS biasanya angka yang tampak tersebut hanya 40% dari jumlah kasus sesungguhnya. “Dengan kata lain, 480 penderita ini baru 40%. Sedangkan 60% lainnya belum ditemukan. Sehingga kami masih punya PR untuk mengungkap 60% lainnya,” imbuhnya.

Dia mengakui selama ini penaggulangan HIV/AIDS di Boyolali terkendala anggaran dan regulasi sehingga kurang maksimal. Karenanya, saat ini sedang diusulkan pembentukan peraturan daerah (perda).

Diharapkan, dengan perda ini pencegahan HIV/AIDS bisa lebih leluasa dan memaksa karena perda juga mengandung sanksi. “Selama ini kan penanggulangan HIV/AIDS hanya dengan perbup [peraturan bupati] yang tidak mengandung sanksi. Dengan perda, nanti akan ada sanksi bagi siapa saja yang melanggarnya. Misalnya, bagi ibu hamil harus mau memeriksakan diri. Jika tidak, bisa diberi sanksi,” imbuh Titiek.

TBC

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali Ratri S Survivalina mengatakan saat ini penanganan HIV/AIDS dilakukan terpadu dengan TBC.

“Banyak kasus para pendetita TBC juga ternyata menderita HIV/AIDS. Pada penderita HIV/AIDS yang daya tahan tubuhnya lemah, jika menderita TBC mereka tidak akan sembuh. Makanya sekarang harus dikenali dua-duanya, kalau ditemukan penderia TBC, dia harus dicek kena HIV/AIDS atau tidak. Kalau kena dua duanya ya harus diobati dua duanya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Reformasi Sosial Lahirkan Tren Wanita Berambut Pendek di Arab Saudi

+ PLUS Reformasi Sosial Lahirkan Tren Wanita Berambut Pendek di Arab Saudi

Gaya rambut pendek kini menjadi tren di kalangan wanita di Arab Saudi. Ini setelah Putra Mahkota Mohammed bin Salman, penguasa de facto Arab Saudi, mendorong reformasi sosial yang salah satunya tidak lagi mewajibkan wanita mengenakan jilbab.

Berita Terkini

Pengamat: Kinerja Airlangga Membuatnya Berpeluang Besar di Pilpres 2024

Kinerja Airlangga yang dinilai bermanfaat untuk kehidupan perekonomian masyarakat membuatnya berpeluang besar di Pilpres 2024.

Reformasi Sosial Lahirkan Tren Wanita Berambut Pendek di Arab Saudi

Gaya rambut pendek kini menjadi tren di kalangan wanita di Arab Saudi. Ini setelah Putra Mahkota Mohammed bin Salman, penguasa de facto Arab Saudi, mendorong reformasi sosial yang salah satunya tidak lagi mewajibkan wanita mengenakan jilbab.

Saling Sindir Anies Baswedan dan Hasto soal Tukang Bakso

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saling sindir soal tukang bakso yang sedang heboh di media sosial akibat candaan Megawati Soekarnoputri.

Serunya CFS Wonogiri, Pengunjung hingga Bakul Tengkleng Semuanya Girang

Car free sunday (CFS) di Kota Wonogiri akhirnya digelar, Minggu (26/6/2022).

Espos Plus: Tujuan Konser, Transformasi Jakarta hingga Jackson Effect

Berita terkait tujuan digelarnya konser musik pada zaman dulu dan sekarang, transformasi Jakarta serta The Jackson Effect di hari kematian sang Raja Pop menjadi sajian menu Espos Plus edisi Minggu (26/6/2022).

Sapi Suspek PMK di Karanganyar Dijual Murah, Begini Komentar DPRD

Sejumlah peternak di Karanganyar, Jawa Tengah rela menjual murah ternak sapi lantaran khawatir mati di kandang gara-gara sakit.

Hasil Survei LSI: Airlangga Capres Paling Diinginkan Publik

Selain menjadi capres paling diinginkan publik, nama Airlangga juga menjadi pejabat publik yang dinilai kebijakannya paling bisa dirasakan masyarakat.

160 Atlet dari Kota Madiun Berlaga di Porprov Jatim 2022

Sebanyak 160 atlet dari Kota Madiun berangkat dan bersiap berlaga di Porprov VII Jawa Timur.

Seru! Begini Aksi Ganjar Pranowo Menari Gatotkaca di CFD Solo

Flashmob menari dalam acara Gending Bung Karno di depan Kantor Bank Jateng Solo

Pasukan Elite TNI Kawal Kunjungan Presiden Jokowi ke Ukraina dan Rusia

Presiden Jokowi dikawal pasukan khusus TNI saat ke kunjungan ke Ukraina dan Rusia

Dulu Konser untuk Revolusi, Kini Konser untuk Pemulihan

Pada masa kebangkitan nasionalisme dan revolusi kemerdekaan konser jamak bertujuan memperkuat semangat revolusi. Pada era setelah pandemi Covid-19 mereda, konser adalah wahana pemulihan ekonomi dan sektor kehidupan lainnya.

Begini Keseruan Ganjar-Rudy Nonton Denny Caknan di Vastenburg Solo

Ganjar Pranowo dan FX Hadi Rudyatmo alias Rudy tampak menikmati keseruan konser Trisakti Bulan Bung Karno yang menghadirkan penyanyi Denny Caknan di Benteng Vastenburg Solo.

Beda dari Lainnya! Bugisan Klaten Bikin Paket Wisata Pengelolaan Sampah

Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan berkeinginan menjadi desa wisata di tengah potensi wilayah yang dikelilingi candi dan kental dengan potensi budaya. Namun, keinginan menjadi desa wisata itu terganjal permasalahan sampah.

Begini Jawaban Iqlima Kim Ditanya Balik Jadi Aspri Hotman Paris

Begini jawaban Iqlima Kim saat mendapatkan pertanyaan kemungkinan dirinya balik lagi jadi aspri Hotman Paris.

Jelang Penutupan Untuk Revitalisasi, TSTJ Solo Malah Tambah Ramai

Jumlah pengunjung TSTJ atau Jurug Solo Zoo justru semakin ramai menjelang penutupan untuk revitalisasi yang direncanakan mulai 1 Juli 2022.