13 Puskesmas Solo Dapat Penilaian Terbaik Se-Jateng, Mana Saja?
Ilustrasi puskesmas (JIBI/Dok)

Solopos.com, SOLO -- Sebanyak 13 puskesmas Kota Solo memiliki Indeks Keluarga Sehat atau IKS terbaik tingkat Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Dari 13 puskesmas tersebut, ada sembilan puskesmas yang menjadi terbaik tingkat nasional.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, mengatakan IKS terbagi menjadi lima kategori. Pertama, program seputar gizi serta kesehatan ibu dan anak. Kedua, pengendalian dua jenis penyakit yakni yang menular dan tidak menular.

Ketiga, perilaku sehat masyarakat, keempat, rumah dan lingkungan yang sehat, serta, kelima, kesehatan jiwa. Dari lima kategori itu, 13 puskesmas Solo mendapat penilaian terbaik.

Sudah 2 Jam, Kebakaran Pabrik Spring Bed Telukan Sukoharjo Belum Padam

“IKS Puskesmas Kota Solo belum sepenuhnya baik dan masih ada sejumlah evaluasi. Tapi, ternyata daripada puskesmas lain se-Indonesia itu masih lebih baik,” kata Ning kepada wartawan, Kamis (17/9/2020).

Lima kategori itu penjabarannya ada 12 indikator, meliputi kategori gizi, kesehatan ibu dan anak, terdiri dari keluarga ber-KB, ibu bersalin pada fasilitas kesehatan. Lalu imunisasi bayi lengkap, ASI eksklusif enam bulan, dan pertumbuhan anak balita terpantau.

Pengendalian Penyakit

Kemudian, kategori pengendalian penyakit meliputi penderita TBC terobati sesuai SOP, penderita hipertensi berobat teratur dan orang dengan gangguan jiwa tidak telantar.

Sanksi Pengendara Mobil Tak Tertib Pakai Masker Tuai Protes, Ini Penjelasan Kasatpol PP Solo

Lalu, kategori perilaku sehat meliputi tidak ada anggota keluarga merokok, adanya akses air bersih, memiliki jamban sehat dan anggota keluarga memiliki JKN KIS. Penilaian tersebut berdasar data dari seluruh puskesmas oleh Kementerian Kesehatan.

Setelah pendataan dan evaluasi, terpilih 100 besar tingkat nasional dan sembilan puskesmas Solo berhasil menembus 100 besar terbaik itu.

“Data dari pendataan keluarga pada area puskesmas itu bertajuk Indonesia Sehat Pendekatan Keluarga. Tim melakukan kunjungan dari rumah ke rumah untuk mengetahui kesehatan status keluarga kemudian melakukan intervensi permasalahan keluarga itu,” jelas Ning, sapaan akrabnya.

Istri Pemilik RM Ayam Goreng Pak Cipto Sukoharjo Meninggal, Pemulasaraan Jenazah Pakai Protokol Covid-19

IKS Terbaik

Berdasarkan data dari aplikasi keluarga sehat, Pusdatin, menyebutkan Puskesmas dengan IKS terbaik yakni, Purwosari, Purwodiningratan, Kratonan, dan Manahan. Kemudian, Puskesmas Gilingan, Pucangsawit, Banyuanyar, Gajahan, dan Penumping. Lalu, Puskesmas Nusukan, Jayengan, dan Pajang.

“Puskesmas-puskesmas tersebut telah melakukan intervensi kepada setiap keluarga untuk mengetahui permasalahan yang terjadi dan mengatasinya dengan prosedur,” tandasnya.

Kepala Puskesmas Purwosari Nur Hastuti mengatakan program pendataan keluarga sehat itu sudah dilakukan di seluruh provinsi sejak 2017.

Update Covid-19 Solo: Positif Tambah 2 Orang, 9 Pasien Sembuh

“Mereka melakukan kunjungan ke rumah, kemudian dinilai sesuai IKS. Hasil pendataan dientri pada aplikasi Keluarga Sehat,” kata dia.

Aplikasi Keluarga Sehat

Hasil pendataan keluarga yang telah masuk aplikasi Keluarga Sehat ada pada dashboard status pendataan yang menampilkan jumlah keluarga yang telah terdata dan Indeks Keluarga Sehat (IKS). Data perinciannya dari nasional hingga desa dan kelurahan.

Hasil pendataan juga dapat diunduh sehingga dapat diolah dan dianalisis lebih lanjut. Nilai IKS berdasar penilaian, sehat, prasehat, tidak sehat.

Kebakaran Pabrik Telukan Sukoharjo: Banyak Bahan Mudah Terbakar Bikin Api Sulit Padam

Nur mengakui Puskesmas Purwosari sebenarnya masih ada keluarga prasehat atau belum masuk keluarga sehat. Namun, ternyata malah lebih baik daripada puskesmas lain.

"Kami data mana-mana saja yang kurang bagus lalu kami intervensi. Nilai kami yang kurang itu pada hipertensi yang tidak berobat teratur. Tahun depan kami harap masuk keluarga sehat,” ucapnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom