Bocah pengungsi Suriah (Reuters)

Solopos.com, SOLO – Persatuan Bangsa-Bangsa merilis hasil survei terbaru tentang kemiskinan yang cukup memprihatinkan. Hasil survei yang dilakukan terhadap 104 negara menunjukkan sekitar 1,3 miliar orang hidup dalam kemiskinan. Ironisnya, 662 juta di antaranya merupakan anak-anak.

Dikutip dari Time, Sabtu (22/9/2018), hasil survei itu menyebut sekitar 5,5 miliar orang hidup dengan standar kesehatan dan pendidikan yang amat rendah.

Survei yang dilakukan Oxford Poverty and Human Development Initiative bersama Badan Pembangunan Manusia PBB (UNDP), mengungkapkan sekitar 20 persen orang yang hidup dalam kemiskinan berada di negara-negara Arab, salah satunya Yaman dan Suriah.

"Yaman dan Suriah merupakan negara dengan penduduk miskin cukup banyak. Kami melihat kehidupan warga di sana sangat memprihatinkan," kata Sabina Alkire, Direktur Oxford Poverty and Human Development Initiative, seperti diwartakan The National.

UNDP mencatat sekitar 65 juta orang terpaksa mengungsi karena kondisi negara tidak aman. Sayang, kehidupan di pengungsian tidak jauh lebih baik dari negara asal mereka. Para pengungsi hidup dengan segala keterbatasan.

Hasil survei tersebut disusun berdasatkan pengukuran berbagai aspek. Mulai dari tingkat kesehatan, angka kelahiran dan kematian, pendidikan, sanitasi, perumahan, dan aset berharga lainnya.

Orang yang tidak memenuhi sepertiga dari indikator survei tersebut masuk dalam kategori amat sangat miskin. Sementara mereka yang memenuhi separuh dari indikator berada dalam daftar sangat miskin.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten