Ilustrasi ujian nasional berbasis komputer (UNBK). (Antara)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Sebanyak 12.587 siswa di 102 SMP/MTs negeri maupun swasta di Kabupaten Karanganyar mengikuti UNBK, Senin (22/4/2019) ini.

Dari total 102 sekolah itu terbagi menjadi 56 sekolah negeri dan 46 sekolah swasta. Kabupaten Karanganyar melaksanakan 100% UNBK pada 2019 dengan kategori mandiri dan menumpang. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar memerinci data sekolah penyelenggara UNBK mandiri 69 sekolah sedangkan 33 sekolah menumpang ke SMA/SMK terdekat.

"Jadwal Ujian Nasional berbasis komputer [UNBK] SMP/MTs negeri dan swasta pada Senin-Kamis [22-25/4]. Jumlah peserta 12.587 orang itu dari 56 sekolah negeri 10.159 anak dan 46 sekolah swasta itu 2.428 anak," kata Sekretaris Disdikbud Karanganyar, Agus Haryanto, saat dihubungi Solopos.com, Minggu (21/4/2019).

Tahun 2018, hanya 78 SMP/MTs dari total 102 SMP/MTs di Karanganyar menyelenggarakan UNBK. Sisa 24 SMP/MTs menyelenggarakan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) atau manual. Dari 78 sekolah penyelenggara UNBK terbagi menjadi 23 sekolah menyelenggarakan UNBK mandiri dan 55 sekolah menyelenggarakan UNBK menumpang ke SMA/SMK terdekat. Jumlah peserta UNBK SMP pada 2018 adalah 12.786 orang.

"Kalau UNBK ini kan kami sudah mempersiapkan sejak tahun lalu. Mulai dari beberapa sekolah. Kami juga sudah melakukan beberapa kali uji coba yang dikoordinasi bidang pendidikan dasar maupun Musyawarah Kerja Kepala Sekolah [MKKS]. Ada tiga kali," ujar Agus.

Selain uji coba peralatan, Disdikbud Karanganyar juga menyelenggarakan doa bersama di sekolah maupun tingkat kabupaten. Agus menyampaikan SMP/MTs yang menumpang ke SMA/SMK terdekat tidak akan dibebani biaya sewa. Dia menegaskan hal itu berulang kali. "SMP/MTs pindah ke SMA/SMK yang sudah menjdi partner atau sekolah yang terdekat. Free atau tidak ada biaya atau sewa apa pun. Itu barang [peralatan dan ruangan] milik negara. Tidak boleh disewakan," ujar dia.

Di sisi lain, Agus mengungkapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar akan rutin melakukan pengadaan komputer penunjang UNBK pada tahun berikutnya. Hal itu dilakukan karena sekolah tidak diperbolehkan mengadakan komputer untuk UNBK. Apalagi pengadaan itu dilakukan dengan membebani orang tua siswa. Saya harap anak-anak belajar sebaik-baiknya. Tidak usah berpikir bocoran soal maupun jawaban. Percaya diri saja. Naskah soal tidak mungkin bocor. Konsentrasi. Siapkan mental," ungkap dia.

Pada akhir obrolan, Agus berharap PLN tidak melakukan pemadaman aliran listrik saat pelaksanaan UNBK SMP pada Senin hingga Kamis. Agus menyampaikan Disdikbud Karanganyar sudah melayangkan surat kepada PLN perihal itu. Jadwal UNBK pada Senin hingga Kamis berturut-turut adalah Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan IPA.

"Iya barusan tadi [Minggu siang] oglangan sebentar. Semoga tidak terjadi pemadaman saat UNBK. Tetapi kami sudah mengingatkan sekolah penyelenggara UNBK agar menyiapkan genset mengantisipasi kemungkinan buruk."

Avatar
Editor:
Riyanta

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten