Seorang santri yang keracunan dirawat di RSUD dr Harjono Ponorogo, Senin (18/11/2019). (detik.com)

Solopos.com, PONOROGO -- Sebanyak 121 santri Pondok Pesantren Darul Fikri di Desa Bringin, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, mengalami keracunan, Minggu (17/11/2019) malam. Para santri ini keracunan setelah makan ikan tongkol yang disajikan di pondok.

Kasubbag Humas Polres Ponorogo, Iptu Edy Sucipto, mengatakan ada 121 santri ini kemudian dilarikan untuk mendapatkan perawatan di RSUD dr. Harjono, RS Aisyah, dan Puskesmas Kauman.

"Jumlah korban 121 orang. Mereka keracunan setelah makan malam dengan ikan tongkol," kata dia saat dihubungi Madiunpos.com, Senin (18/11/2019).

Edy menuturkan penyidik masih mendalami kasus ini. Untuk penyebab pasti keracunan makanan ini masih diperiksa oleh aparat kepolisian.

Kasubbag Humas RSUD dr Hardjono, Ponorogo, Suprapto, mengatakan sampai saat ini ada 25 santri yang dirawat di RS-nya. Mereka menjalani perawatan intensif.

Dia menuturkan total santri yang datang ke RSUD ada 65 orang. Setelah dirawat, 40 santri diperbolehkan untuk pulang. Sedangkan 25 santri lainnya menjalani opname.

"Ada 25 santri yang diopname dan dirawat. Mereka keracunan makanan setelah makan ikan tongkol," kata dia.

Suprapto menyampaikan 25 santri tersebut saat ini masih menjalani perawatan. Tetapi, diperkirakan hari ini sudah diperbolehkan pulang.

"Untuk keluhannya itu pusing dan mual-mual," jelasnya.

Melansir detik.com, pengurus ponpes, Marlan, mengatakan ada tambahan tiga santri yang tadi pagi dibawa ke RSUD. Pihak pondok mengaku kaget dengan peristiwa tersebut. Terlebih itu baru pertama kali terjadi di pondok. Awalnya santri yang bertugas memasak di dapur sempat curiga dengan ikan tongkol yang sudah menghitam.

"Entah karena tongkol lama atau basi kami juga belum tahu," terangnya.

Menurut Marlan, pihak pondok mewanti-wanti bagian dapur untuk mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terulang. Terutama terkait kebersihan bahan makanan yang akan dimasak.

"Ke depan kami akan berhati-hati dan lebih waspada terhadap bahan makanan santri," pungkasnya.

Selain 65 pasien di RSUD, ada 20 pasien yang dirawat di Puskesmas Ngrandu, 23 santri di Puskesmas Kauman, dan 14 santri di RS Aisyiyah.

Salah seorang santri Fatimah menerangkan, awalnya mereka makan malam dengan menu ikan tongkol. Habis makan, mereka merasakan sakit pada bagian perut dan gatal-gatal.

"Kalau saya yang dirasa gatal di sebagian muka terus panas juga, pusing juga," imbuhnya.

Menurutnya, pihak ponpes langsung membawa semua santri yang keracunan ke rumah sakit dan Puskesmas. "Kemarin terasa sakit terus laporan, langsung dibawa ke rumah sakit," pungkasnya.

Sumber: Detik.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten