Tutup Iklan
Warga Desa Kalitengah, Kecamatan Wedi, Klaten, menerima sertifikat tanah dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Klaten melalui program Pendaftaran Tanah Siatematik Lengkap (PTSL) 2017 di balai desa setempat, Kamis (12/4/2018).(Solopos-Cahyadi Kurniawan)

Solopos.com, KLATEN--Badan Pertanahan Nasional (BPN) Klaten membagikan 124 sertifikat tanah hasil program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) 2017 di Desa Kalitengah, Kecamatan Wedi, Kamis (12/4/2018).

Kepala Subdirektorat Land Reform BPN Klaten, Sarwanto, mengatakan pembagian sertifikat itu terbilang mundur dari jadwal semula. Awalnya, Presiden Joko Widodo meminta BPN Klaten menyisakan 5.000 sertifikat untuk dibagikan di Solo. Namun, rencana itu batal. BPN lantas membagikan sertifikat itu langsung ke desa masing-masing setiap pekan.

"Salah satunya hari ini kami bagikan 124 sertifikat di Desa Kalitengah," kata dia, saat ditemui Solopos.com di kantor Desa Kalitengah, Kecamatan Wedi, Kamis.

Ia menuturkan 124 sertifikat itu merupakan bagian dari target 14.200 sertifikat tanah pada PTSL 2017. Pada 2018 target PTSL ditambah menjadi 33.000 sertifikat.

"Progran PTSL ini sebagian ada biaya yang ditanggung oleh APBN dan ada yang ditanggung masyarakat. Yang ditanggung APBN misalnya biaya pengukuran, panitia, dan pembuatan sertifikat. Selebihnya ditanggung masyarakat seperti patok, misalnya," ujar dia.

Kepala Desa (Kades) Kalitengah, Hariyadi, mengatakan program PTSL 2017 di wilayahnya berhasil menerbitkan 124 sertifikat dari 26 lahan letter C. Di Kalitengah masih terdapat 34 bidang letter C yang belum bersertifikat.

"Tanah itu rata-rata masih sengketa di internal keluarga karena soal hak waris. Kami berharap tanah itu bisa segera bersertifikat untuk memberikan kepastian hukum soal hak tanah. PTSL di Kalitengah akan dilanjutkan pada 2019 nanti," beber Hariyadi.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten