Kategori: Solo

123 Petugas Bawaslu Solo Jalani Rapid Test, Bagaimana Hasilnya?


Solopos.com/Kurniawan

Solopos.com, SOLO -- Sebanyak 123 petugas Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu Solo menjalani rapid test di RSUD Ngipang Solo, Rabu (21/10/2020) siang.

Mereka terdiri 54 petugas pengawas tingkat kelurahan (panwaskel), 50 petugas pengawas tingkat kecamatan (panwascam), dan 19 petugas Bawaslu Solo.

Rapid test itu untuk melihat kondisi kesehatan jajaran pengawas pemilu Solo. Ketua Bawaslu Solo, Budi Wahyono mengatakan jajarannya menggelar tes cepat secara periodik.

Nyalon Wakil Bupati Klaten Lewat Partai Lain, Harjanta Dipecat dari Keanggotaan PDIP

Tujuan rapid test itu untuk memastikan semua jajaran Bawaslu Solo sebagai bagian penyelenggara Pilkada 2020 dalam kondisi sehat.

“Ini menjadi ikhtiar dari Bawaslu Solo untuk memastikan bahwa penyelenggara pemilu dalam hal ini Bawaslu Solo sehat. Karena ujung-ujungnya kalau tagline kita adalah pilkada sehat dan berkualitas ya penyelenggara harus sehat,” ujarnya.

Sebelumnya jajaran Bawaslu Solo juga sudah melakukan tes cepat pada Senin (27/7/2020). Dari pemeriksaan tersebut, semua peserta nonreaktif. Artinya jajaran Bawaslu Solo dalam kondisi sehat-sehat saja.

Oleng, Truk Boks Terguling di Tengah Jalan Solo-Jogja Wilayah Klaten

Ihwal hasil rapid test jajaran Bawaslu Solo pada Oktober ini, hasilnya belum keluar hingga Rabu sore. Anggota Bawaslu Solo, Arif Nuryanto, berharap semua peserta tes cepat nonreaktif.

Protokol Kesehatan Ketat

Dengan begitu semua staf dan anggota bisa bekerja dengan tenang. Lebih jauh menurutnya rapid test itu dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Misalnya memakai masker dan menjaga jarak.

Penerapan protokol kesehatan sebagai komitmen mencegah persebaran Covid-19. Sebab penyelenggaraan pilkada dalam kondisi pandemi Covid-19 tergolong berisiko menyebarkan virus tersebut.

Anggota DPR Dari Jateng Ini Khawatir Pembelajaran Daring Bikin Kualitas Generasi Muda Turun

“Mudah-mudahan hasilnya semua jajaran Bawaslu Solo yang ikut rapid test nonreaktif, semuanya sehat-sehat,” kata Budi.

Sebelumnya, Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Alfitra Salamm, menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan pada setiap tahapan Pilkada 2020. Tujuannya mencegah persebaran Covid-19.

Jangan sampai muncul klaster Covid-19 karena penyelenggaraan pesta demokrasi lima tahunan itu. Apalagi sudah muncul desakan berbagai pihak untuk menunda pilkada agar tidak menjadi persebaran Covid-19.

Dimodifikasi pada Rabu, 21 Oktober 2020 23:47

Share