12 Tahun Mati Suri, Warga Bukuran Sragen Bangkitkan Kesenian Rodat
Sejumlah warga Desa Bukuran, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah berlatih atraksi yang menjadi bagian dari kesenian rodat. (Istimewa/Facebook Panji Kusumah)

Solopos.com, SRAGEN — Warga Desa Bukuran, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah menghidupkan kembali kesenian rodat yang sempat mati suri selama 12 tahun. Upaya menghidupkan kembali kesenian rodat itu dilakukan guna mengoptimalkan potensi budaya berupa kearifan lokal sebagai pendukung objek wisata Situs Sangiran.

Kepala Desa Bukuran, Heriyanto, mengatakan kesenian rodat pada belasan tahun lalu masih sering dimainkan oleh warga. Seiring berkembangan zaman, kesenian itu mulai ditinggalkan.

Bahkan, anak melenial pada zaman sekarang rata-rata tidak mengenal kesenian rodat. Bila tidak dilestarikan mulai sekarang, kesenian itu bisa saja tinggal menunggu waktu untuk punah.

Di Lereng Merapi Daerah Klaten Ini Dilarang Teriak-Teriak Kalau Enggak Pengin Kesurupan

"Niat untuk menghidupkan kembali kesenian rodat sudah muncul saat saya masuk di jajaran Pemerintah Desa Bukuran [akhir 2019]. Sekarang sudah jalan. Rencana kami mau memperkenalkan kesenian rodat kepada masyarakat luas. Setiap ada acara tertentu baik itu kunjungan pejabat dinas atau bupati, nanti akan disuguhi kesenian rodat," papar Heriyanto kepada Solopos.com, Selasa (15/9/2020).

Rodat yang sempat mati suri merupakan salah satu kesenian tradisional yang menggabungkan pertunjukan seni musik rebana, jidor atau semacam beduk, serta gong dengan tarian yang dimainkan oleh para pria. Konon, kata rodat berasal dari kaya loro syahadat atau dua kalimat syahadat yang menjadi rukun Islam pertama.

"Dalam tarian itu, para pria mempertontonkan sejumlah atraksi. Bila dulu kesenian rodat hanya dimainkan oleh para orang tua, sekarang anak-anak muda di desa kami antusias untuk membangkitkan kembali kesenian tradisional ini," papar Heriyanto.

Diduga Langgar Netralitas dalam Pilkada, 2 PNS di Klaten Dilaporkan Bawaslu

Heri berharap para anak muda itu bisa menimba ilmu kepada para sesepuh desa terkait bagaimana memainkan kesenian rodat dengan benar. Dalam waktu dekat, Pemdes Bukuran berencana menggelar Pasar Budaya yang akan dimeriahkan dengan kesenian rodat.

"Nanti perlu dipelajari lagi dari para simbah-simbah yang sudah tua. Alhamdulillah anak-anak muda di desa kami antusias," ucapnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom