12 Klaster Covid-19 Masih Aktif di Boyolali, Mayoritas Klaster Keluarga
Ilustrasi Virus Corona (Solopos/Whisnupaksa)

Solopos.com, BOYOLALI — Sejumlah klaster persebaran Covid-19 di Boyolali tercatat masih aktif saat ini. Kebanyakan klaster tersebut adalah klaster keluarga.

Belum lama ini juga muncul klaster keluarga baru dari Desa Tlogolele, Kecamatan Selo. Keberadaan klaster itu diketahui setelah adanya satu anggota keluarga yang melakukan rapid test.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Ratri S. Survivalina, mengatakan klaster penularan yang saat ini masih aktif ada 12 klaster. Dari jumlah itu sembilan di antaranya merupakan klaster keluarga.

Monumen Juang 45 Klaten Jadi Tempat Deklarasi Menolak Demo Anarkistis

Salah satu klaster keluarga yang belum lama ini muncul adalah klaster EHA dari Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Klaster tersebut memiliki enam kasus yang muncul sejak tiga hari terakhir. Ratri juga mengatakan untuk sebaran kasus per kecamatan pada 17-19 Oktober 2020, kasus dari Kecamatan Selo menempati jumlah terbanyak.

“Untuk sebaran kasus per kecamatan, terbanyak ada di Kecamatan Selo sebanyak enam kasus. Kemudian Kecamatan Klego ada lima kasus. Kecamatan Ngemplak ada empat kasus, Kecamatan Banyudono ada tiga kasus dan Kecamatan Teras ada dua kasus. Sedangkan di Kecamatan Ampel, Andong, Boyolali, Karanggede, Mojosongo, Sambi dan Sawit masing-masing ada satu kasus,” kata dia kepada wartawan belum lama ini.

Berdasarkan informasi yang diunggah di https://covid19.boyolali.go.id, enam kasus konfirmasi positif Covid-19 di Tlogolele diketahui dari pemeriksaan swab pada tanggal 14 Oktober 2020. Klaster itu merupakan hasil deteksi dini dengan screening di Puskesmas Selo.

Rapid Test

Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Teguh Tri Kuncoro, menjelaskan untuk kasus di Tlogolele, dalam satu keluarga ada salah satu anggota keluarga atas nama EHA yang datang ke Puskesmas Selo untuk rapid test.

“EHA ini akan melakukan perjalanan ke luar kota. Kemudian dilakukan screening dengan rapid test di Puskesmas Selo, dan hasilnya reaktif,” kata dia.
Mengetahui hal itu dari pihak Puskesmas lalu menyarankan untuk screening satu keluarga sekaligus. Total ada enam orang yang melakukan swab. “Ternyata hasilnya positif semua, sehingga kami masukkan sebagai klaster keluarga,” lanjut dia.

Perluasan TPA Mojorejo Sukoharjo Rampung Akhir Tahun IniĀ 

Selian klaster EHA, klaster keluarga di Boyolali yang masih aktif adalah klaster SYN dari Pandean, klaster SMR dari Selodoko, klaster ABP dari Dibal, klaster JPT dari Gombang, klaster TRN dari Bantengan, klaster SAD dari Juwangi, klaster DKy dari Kateguhan dan klaster NGM dari Giriroto.

Sedangkan tiga klaster lain yang masih aktif adalah dua klaster tempat kerja yakni klaster Klinik Mila Husada dan klaster MNA dari Kebonan serta klaster tilik dari Pulutan.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom