Pemindahan mantan Kasatreskrim Polres Wonogiri AKP Aditia Mulya Ramdhani ke Singapore General Hospital (SGH) dijaga ketat aparat kepolisian, Kamis (16/5/2019). (Solopos/Indah Septiyaning W.)

Solopos.com, WONOGIRI -- Mantan Kasatreskrim Polres Wonogiri AKP Aditia Mulya Ramdhani yang menjadi korban pengeroyokan massa perguruan silat di Sidoharjo, Wonogiri, Rabu (8/5/2019) malam, sudah 12 hari dirawat di rumah sakit di Singapura.

AKP Aditia dipindahkan dari RS dr. Oen Solo Baru ke Singapura pada 17 Mei lalu. Selama menjalani perawatan di Singapura, kondisi AKP Aditia menunjukkan kemajuan meski belum sadar dari koma.

AKP Aditia per Rabu (29/5/2019) ini sudah tidak dirawat di ICU dan dipindahkan ke ruang perawatan. "Sebelumnya di ruang ICU SGH [Singapore General Hospital], tapi karena ada kemajuan, mulai hari ini dipindah ke ruang perawatan," kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Agus Triatmaja saat memberikan keterangan pers di aula Mapolres Wonogiri, Rabu (29/5/2019), seperti diberitakan detikcom.

Tidak disebutkan lebih terperinci kemajuan apa yang dialami perwira polisi tersebut. Namun, menurut dia, sampai saat ini AKP Aditia belum sadarkan diri.

Luka paling parah yang dialami AKP Aditia, menurut Agus, adalah di bagian kepala, tepatnya belakang telinga. Luka tersebut diperoleh saat para tersangka menganiaya menggunakan kayu, bambu, maupun tangan kosong.

"Minta doanya teman-teman, supaya AKP Aditia terus membaik dan kembali bertugas," ujar Kombes Agus.

AKP Aditia dikeroyok sejumlah orang saat mengamankan konvoi massa perguruan silat di Sudimoro, Sidoharjo, Wonogiri, Rabu (8/5/2019) malam lalu. Saat itu ada kelompok orang dari perguruan silat berkonvoi dan merusak tugu bersimbol perguruan silat lain.

Aditia yang mengenakan pakaian sipil dan terpisah dari pasukan menjadi sasaran massa karena dikira anggota kelompok lawan dari massa yang berkonvoi.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten