Ilustrasi (Istimewa)

UII tetapkan 12 balon rektor.

Solopos.com, JOGJA--Jabatan Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) akan segera berakhir. Sebanyak 12 bakal calon (balon) rektor telah ditetapkan dari hasil penjaringan di tiap fakultas yang digelar, Jumat (23/2/2018). Sebanyak 628 pemilih memberikan hak suaranya dengan persentase partisipasi pemilih 72%.

Ketua Panitia Pemilihan Rektor dan Wakil Rektor UII 2018 M. Syamsudin menjelaskan proses pemilihan telah memasuki tahap kedua yaitu penjaringan balon rektor yang digelar di tiap fakultas, Jumat (23/2/2018). Sebelum itu, tahap pertama dilakukan seleksi administrasi balon sejak 15 hingga 18 Februari dan dihasilkan 48 balon yang memenuhi ketentuan. Terdiri atas, sembilan dari Fakultas Hukum salah satunya Nandang Sutrisno yang saat ini menjabat sebagai rektor pergantian antar waktu.

Kemudian Fakultas Ekonomi sembilan orang, FTSP delapan orang, FTI delapan orang, FMIPA sepuluh orang, FIAI tiga orang dan Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) ada satu orang balon yang terjaring. Kampus ini mensyaratkan balon rektor dengan usia maksimal 60 tahun, memiliki gelar doktor dengan jabatan serendah-rendahnya lektor kepala serta pernah menjabat serendah-rendahnya menjadi ketua program sarjana atau pascasarjana. Akibatnya tidak ada balon dari Fakultas Kedokteran karena tidak ada yang memenuhi persyaratan.

"Dari jumlah itu, enam orang berkualifikasi profesor, satu orang mantan Ketua Komisi Yudisial, satu Komisioner KPPU dan satu Komisioner BNPB," ungkapnya dalam konferensi pers di Kampus UII, Jalan Cik Ditiro, Kota Jogja, Jumat (23/2/2018).

Pada tahap kedua yang digelar kemarin, terpilih 12 balon, antara lain Rohidin dan Suparman Marzuki dari FH, Ilya Fajar Maharika dan Widodo Bronto dari FTSP, Dwipraptono Agus Harjito dan Jaka Sriyana dari FE, Fathul Wahid dan Imam Jati Widodo dari FTSP, Fuad Nashori dari FPSB, Riyanto dan Farida Hayati dari FMIPA serta Rahmani Timorita Yulianti dari FIAI. Pada tahap penjaringan fakultas ini hanya 872 pemilih dari total 1.048 pemilih sesuai daftar pemilih tetap (DPT) karena Fakultas Kedokteran tidak memiliki balon sehingga tidak ada penjaringan di level fakultas.

"Partisipasi pemilihnya 72 persen, karena ada yang di luar kota, bahkan di luar negeri. kalau total DPT ada 1.049 pemilih terdiri atas, 120 perwakilan mahasiswa, 647 dosen tetap dan 282 tenaga kependidikan tetap, kalau total DPT akan memberikan suaranya untuk memilih 12 balon itu tahap ketiga pemilihan calon rektor di tingkat universitas," urai Edi Widodo Ketua II Panitia Pemilihan Rektor dan Wakil Rektor UII 2018.

Edi Widodo menambahkan, pemilihan calon rektor dengan 12 balon akan dilakukan Rabu (28/2/2018) pekan depan. Tahap ini akan memilih lima calon rektor untuk diajukan ke senat universitas. Kelimanya berkewajiban menyampaikan action plan di hadapan mahasiswa dan seluruh civitas academica pada 14 Maret 2018. Selanjutnya senat memilih tiga calon rektor dari lima orang tersebut pada 21 Maret, barulah pada 26 Maret Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII menentukan rektor terpilih dari tiga calon tersebut. Calon yang terpilih tidak diperbolehkan mengundurkan diri.

"Pemilihan tahun ini berbeda dengan sebelumnya karena untuk pemilihan rektor periode 2018-2022 ini mengacu pada Pasal 65-74 Statuta UII tahun 2017," imbuh dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten