12 Desa Komitmen Lindungi Habitat Burung Hantu di Sungai Pusur Klaten

Komitmen tersebut tertuang dalam penandatangan komitmen bersama di Ruang C2 Sekretariat Daerah Klaten.

 Ilustrasi burung hantu tyto alba. (Freepik)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi burung hantu tyto alba. (Freepik)

Solopos.com, KLATEN–Pemkab Klaten dan PT Tirta Investama-Pabrik Aqua Klaten bersama 12 desa di tiga kecamatan berkomitmen menjaga habitat alami burung hantu (Tyto javanica) di sepanjang Subdas Pusur. Dengan komitmen itu, keberlangsungan hidup burung hantu yang menjadi predator alami untuk mengendalikan tikus tersebut bisa terjaga hingga berdampak pada peningkatan produktivitas pertanian.

PromosiPelegalan Ganja di Thailand, Antara Blunder dan Solusi Kesehatan

Komitmen tersebut tertuang dalam penandatangan komitmen bersama dalam upaya perlindungan habitat alami burung hantu (Tyto javanica) di kawasan sepadan Sungai Pusur di Ruang C2 Sekretariat Daerah Klaten, Selasa (19/10/2021). Komitmen itu dibuat setelah dilakukan penelitian yang dilakukan Institut Pertanian (Instiper) Yogyakarta.

Penelitian dilatarbelakangi rencana taman Kehati Aqua Klaten di Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo bakal dijadikan sebagai tempat penangkaran burung hantu. “Ternyata area jangkauan di taman Kehati hanya 4,6 ha, tidak cukup untuk daya jelajah burung hantu yang bisa mencapai 12 km. Sehingga kami tarik radius 12 km dari taman Kehati memunculkan bioplot dan lokasinya di sepanjang Subdas Pusur,” kata perwakilan peneliti dari Instiper, Prasanto Bimantio, saat ditemui di Sekretariat Daerah (Setda) Klaten, Selasa (19/10/2021).

Baca Juga: OJK Solo dan Unwidha Klaten Gelar Webinar Sekolah Pasar Modal

Lokasi penelitian tersebar di 12 desa yang berada di tiga kecamatan yakni Kecamatan Tulung, Polanharjo, dan Juwiring. Penelitian berfokus pada ketersediaan habitat burung hantu. “Kami memang lebih fokus pada habitatnya, setelah itu baru kami sensus untuk melihat populasi burung hantu. Habitat yang bagus untuk burung hantu itu pohon yang tinggi dan besar minimal di ketinggian 3 meter dan lokasinya dekat dengan air, juga memilik tempat yang rimbun dan teduh,” kata dia.

Daerah sepanjang Subdas Pusur berpotensi menjadi habitat yang ideal untuk burung hantu lantaran kawasan tersebut masih rimbun dengan tumbuhan. Di setiap lokasi yang diteliti, minimal ada 10 pohon yang berpotensi menjadi habitat alami burung hantu.

“Kesimpulan dari penelitian ini pertama di Klaten potensi sangat besar karena memang dari sawahnya sangat luas. Yang perlu diteruskan adalah area Subdas Pusur perlu dijaga dan perlu banyak pihak yang memantau area itu. Tidak menutup mungkin nanti bisa terus berkembang ke area lain di seluruh Klaten,” kata dia.

Baca Juga: Kebun Raya Indrokilo Boyolali Dibuka, Pengunjung Wajib Sudah Divaksin

Burung hantu menjadi predator alami yang efektif mengendalikan tikus di area persawahan. Satu burung hantu dewasa bisa mengonsumsi lima hingga sembilan tikus per malam. Sepasang burung hantu mampu melindungi tanaman padi seluas 5 ha dari serangan tikus dengan daya jelajah 7-12 km dan kemampuan melihat hingga jarak 50 meter.

 

Komitmen Bersama

Kepala Pabrik Aqua Klaten, I Ketut Muwaranata, mengatakan perlu komitmen bersama menjaga kelestarian alam termasuk menjaga keberlangsungan hidup burung hantu. Keberadaan satwa tersebut sangat membantu petani untuk mengendalikan hama tikus.

“Sebenarnya Subdas Pusur menjadi lokasi strategis burung hantu tumbuh dan berkembang. Dengan terjaganya habitat alami ini bisa membantu petani menghilangkan tikus sehingga tidak perlu menggunakan bahan kimia. Makanya perlu regulasi di kabupaten, kecamatan, maupun desa agar habitatnya dan burung hantu bisa dijaga,” kata dia.

Baca Juga: Kisah Sukarelawan Klaten, Tak Panik Saat Tahu Terpapar Covid-19

Wakil Bupati Klaten, Yoga Hardaya, mengapresiasi penelitian untuk menjadikan kawasan Subdas Pusur sebagai habitat alami burung hantu. Dia berharap dengan semakin bertambahnya habitat, perkembangbiakan burung hantu bisa semakin meningkat dan menghilangkan penggunaan jebakan tikus beraliran listrik yang masih ditemui di area persawahan.

“Harapan kami tidak hanya di Kali Pusur saja, tetapi bisa diperluas ke kawasan lain,” kata dia.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Klaten, Srihadi, mengatakan upaya perlindungan satwa sudah dilakukan termasuk terus memperluas ruang terbuka hijau sebagai habitat alami burung.

Baca Juga: BPR BKK Wonogiri Laba Capai Rp8,5 Miliar

“Salah satu upaya yang sudah dilakukan yakni sudah disusun Perda No 2/2018 terkait perlindungan satwa termasuk di dalamnya burung hantu. Harapan kami kepala desa bisa menindaklanjuti komitmen desa serta mengelola ruang terbuka hijau di masing-masing wilayah sehingga keragaman hayati bisa terjaga,” kata dia.

 

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Jalan TMMD Bisa Pangkas Jarak di Sendangmulyo Wonogiri 8,5 Kilometer

TMMD akan membangun jalan baru berstruktur makadam yang menghubungkan Dusun Kraguman dengan Dusun Sendang.

PTM Terbatas 100 Persen Klaten Dievaluasi

Pemkab Klaten masih mengevaluasi kembali kegiatan PTM terbatas dengan mempertimbangkan perkembangan kasus Covid-19.

Kasus Covid-19 Meningkat, Klaten Kembali Perketat Pendatang

Kasus Covid-19 Klaten meningkat berawal dari para perantau yang berdatangan ke Klaten.

Ada Penyelundupan Narkoba, Tes Urine Warga Binaan Rutan Solo Negatif

Hasil tes urine secara acak terhadap 15 penghuni sel narkoba di Rutan Solo diketahui negatif. Tes urine ini menindaklanjuti penyelundupan jeruk berisi benda diduga sabu-sabu.

Peduli, Polres Klaten Bedah Rumah Warga di Karanganom

Kegiatan bedah rumah itu dilakukan bersama Kodim Klaten, Pemerintah Desa (Pemdes) Kunden, sukarelawan, dan elemen warga lainnya di Karanganom dan sekitarnya.

Pemkot Solo Siapkan 3 Lokasi Darurat bagi Pedagang Pasar Mebel Gilingan

Selama pembangunan sentra IKM, sebanyak 85 pedaagang Pasar Mebel Gilingan, Banjarsari, Solo, akan dipindahkan sementara ke pasar darurat di tiga lokasi.

Keren, Desa Pondok Klaten Ubah TPS Liar Jadi Taman-Fasilitas Olahraga

Pembangunan kawasan taman sekaligus fasilitas olahraga di lahan tanah kas desa seluas kurang lebih 5.000 meter persegi itu menjadi bagian penataan wajah desa di Pondok.

Penyelundupan Barang ke Rutan Solo Masih Terjadi, Terus Apa Solusinya?

Penyelundupan barang-barang terlarang ke dalam Rutan Solo masih saja terjadi meski pengamanan dan pemeriksaan sudah sangat ketat.

Menyusut 34,43 Persen, Alokasi Pupuk Subsidi NPK di Wonogiri 6.391 Ton

Alokasi awal pupuk bersubsidi jenis NPK Phonska sebesar 17.752 ton atau 34,43 persen dari rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK).

DPRD Karanganyar Minta Pemerintah Beri Solusi Bagi Tenaga Honorer

Wakil Ketua DPRD Karanganyar meminta pemerintah tidak serta merta menghapus tenaga honorer tanpa memberi solusi bagaimana nasib masa depan mereka.

Angka Kasus Covid-19 Karanganyar Naik Lagi, Jangan Abaikan Prokes

Dalam beberapa hari terakhir terjadi peningkatan jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Karanganyar. Warga diminta waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Belum Punya Kartu Tani? Petani Boyolali Bisa Bawa KTP Saat Tebus Pupuk

Penyerapan pupuk bersubsidi tak optimal tersebut lantaran ada kendala yang dihadapi, salah satunya petani Boyolali yang belum memiliki kartu tani.

Tak Ada Proteksi, Pengusaha Bus Lokal Wonogiri Semakin Tergerus

Ada dua proteksi yang diharapkan pengusaha bus AKAP lokal Wonogiri, yakni pemberian izin trayek sesuai faktor muat penumpang atau loadfactor dan pembatasan akses bus AKAP dari luar daerah sampai terminal tipe A.

Nunggak Pajak, Aset Satu Perusahaan di Solo Disita KPP Pratama

KPP Pratama Surakarta menyita aset salah satu perusahaan di Kota Solo yang menunggak pembayaran pajak. Penyitaan diharapkan memberi efek jera.

Coba Terapi Pasien Stroke, Pejabat Sukoharjo Ini Puji Layanan RSIS Yarsis

Efek terapi TMS di RS Yarsis bisa dirasakan oleh pasien secara bertahap, tergantung perkembangan kondisinya.

Wow! Komunitas Sedekah Sampah Indonesia Hargai Jelantah dengan Emas

Ketua Komunitas Sedekah Sampah Indonesia, Danang Widyatmoko, menunjukkan emas murni yang disiapkan untuk ditukar dengan jelantah di gudang komunitas, Dukuh Krajan, Desa Jomboran, Kecamatan Klaten Tengah, Jumat (28/1/2022). (Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso)