Kategori: Sragen

11 Warga Satu RT Di Sragen Wetan Positif Covid-19, Termasuk Ketuanya


Solopos.com/Tri Rahayu

Solopos.com, SRAGEN -- Sebelas warga dari satu RT wilayah Sragen Wetan, Kecamatan Sragen Kota, Sragen, terkonfirmasi positif Covid-19, termasuk sang ketua RT, Sunarno.

Sunarno baru selesai menjalani isolasi di Technopark Ganesha Sukowati Sragen, Minggu (20/12/2020) lalu. Pria berusia 51 tahun itu terpapar Covid-19 namun tanpa gejala alias OTG.

Kepada Solopos.com, Rabu (23/12/2020), Sunarno menunjukkan surat keterangan sehat yang ditandatangani Kepala DKK Sragen dr Hargiyanto bertanggal 20 Desember 2020. Kini, Sunarno menjalani isolasi mandiri di rumahnya hingga 27 Desember 2020.

Peserta Seleksi Perdes Karanganyar Mengadu Ke Ombudsman, Ada Apa?

Sebelumnya ia menjalani karantina di Technopark selama enam hari. Sunarno menjadi salah satu dari 11 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 dalam lingkungan RT wilayah Sragen Wetan itu.

Ia mengungkapkan dalam satu RT itu ada 115 keluarga. Hingga Rabu (23/12/2020), Sunarno menyebut ada tiga orang tetangganya yang sudah masuk ke Technopark, tiga orang lainnya baru mau masuk Technopark.

Isolasi Mandiri

Ada juga yang ke RSUD Gemolong satu orang, RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen satu orang, isolasi mandiri di rumah satu orang. Satu orang selesai isolasi mandiri di rumah serta satu orang asal RT di Sragen Wetan itu yang meninggal dunia positif Covid-19.

62 Pasien Covid-19 Dipulangkan Dari Asrama Haji Donohudan Boyolali

Dalam lingkungan satu RT itu juga terdata ada 348 orang balita dan manula yang terdiri atas 176 laki-laki dan 172 perempuan. “Alhamdulillah istri dan anak saya negatif. Untuk antisipasinya, semua kegiatan kumpul-kumpul orang banyak. Seperti arisan keluarga, pengajian di rumah-rumah atau masjid dihentikan,” ujar Sunarno melalui aplikasi pesan Whatsapp, Rabu siang.

Selain itu, Sunarno melanjutkan semua warga yang keluar rumah wajib pakai masker. Lalu sepekan sekali ada penyemprotan disinfektan yang dibeli dari sumbangan donatur warga. Penyemprotan itu setiap Jumat.

Ketua RT di Sragen Wetan itu sudah merasakan menjadi pasien Covid-19 asimtomatik dan menjalani isolasi di Technopark Sragen. Selama isolasi itu, Sunarno merasa baik dan ada koordinator yang mengawal warga untuk beraktivitas mulai pukul 06.00 WIB untuk olahraga.

Segera Jadi Istri Wali Kota Solo, Bagaimana Persiapan Selvi Ananda?

Biasanya jalan-jalan atau jogging, senam bareng-bareng, kemudian sarapan bersama. Kemudian lanjut dengan berjemur. Ada juga yang bermain badminton, ping-pong, karaoke, memancing, dan ngobrol.

Tidak Mau Pulang

“Pokoknya suasana hati kami dibikin senang dan nyaman di sana [Technopark] serta tidak tertekan. Kalau malam bisa bernyanyi-nyanyi, masak mi rebus atau nasi goreng ramai-ramai. Luar biasa. Malah ada beberapa orang yang tidak mau pulang,” ujarnya.

Ketua RT wilayah Sragen Wetan itu sangat mendukung program isolasi mandiri untuk pasien Covid-19 itu karena dengan kondisi senang dan nyaman, imunitas tubuh pasien semakin baik dan kuat dengan sendirinya.

Kantor Digeruduk Puluhan Orang, Pimpinan BPR Adipura Tipes Solo Angkat Bicara

Kondisi itu berbeda dengan pasien rumah sakit. Sunarno menduga mereka yang di rumah sakit lebih tertekan karena mental yang turun sehingga imunitas menurun. “Semoga pemikiran saya ini salah,” ujarnya.

Sunarno berpesan kepada warga yang sehat agar selalu pakai masker, jaga jarak, jaga kesehatan dan kebersihan. Namun, Sunarno melihat belum semua warga sadar. Ia juga menyayangkan masih adanya warga yang menganggap bahwa mantan pasien Covid-19 tidak perlu didekati tetapi dijauhi meski mereka sudah sembuh.

Protokol Kesehatan

“Apalagi setelah pulang masih harus isolasi mandiri selama tujuh hari. Jadi kasihan para mantan pasien Covid-19. Kondisi itu dari cerita teman-teman di Technopark masih terasa di pedesaan. Hal ini menjadi tugas aparat desa/kelurahan, puskesmas, dan DKK untuk turun memberi edukasi ke masyarakat. Kami sebagai pengurus RT siap mendampingi,” ujarnya.

Positif Covid-19, Begini Kondisi Terkini Kadispertan PP Karanganyar Siti Maisyaroch

Lurah Sragen Wetan Yonanta menyampaikan Pemerintah Kelurahan bekerja sama dengan bidan desa melakukan edukasi ke RT dan RW terkait agar taat dalam protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dalam kehidupan sehari-hari. Antara lain dengan penyemprotan disinfektan secara swadaya.

Selain itu, Yonanta juga mengajukan permohonan bantuan penyemprotan disinfektan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). “Ada lima RT yang warganya terkonfirmasi positif Covid-19,” katanya.

Share
Dipublikasikan oleh
Suharsih