11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Raih Predikat KLA Kategori Pratama

Setelah menanti selama 11 tahun, Wonogiri akhirnya mendapat predikat Kabupaten Layak Anak atau KLA dengan kategori Pratama.

 Ilustrasi anak-anak (Freepik)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi anak-anak (Freepik)

Solopos.com, WONOGIRI — Setelah penantian selama 11 tahun, Wonogiri akhirnya menyandang predikat sebagai kabupaten layak anak atau KLA tingkat Pratama. Pemkab Wonogiri berharap tahun depan bisa mendapatkan predikat yang lebih tinggi.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak secara virtual kepada Pemkab Wonogiri yang diwakili Wakil Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, Kamis (29/7/2021).

“Ini baru kali pertama Wonogiri mendapat predikat KLA. Ya, sudah sejak 11 tahun dicanangkan agar jadi KLA. Kami juga sudah punya Perda KLA,” katanya kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis.

Ia menuturkan Wonogiri mendapatkan penghargaan itu setelah mengikuti penilaian di lapangan. Ada beberapa indikator yang dinilai, baik berkaitan dengan pendidikan, kesehatan, infrastruktur, maupun semua yang berkaitan dengan pelayanan anak.

Baca Juga: Dapat Keluhan PPKM Diperpanjang dari Pedagang, Begini Jawaban Satpol PP Wonogiri

Dengan penghargaan yang didapat, menurutnya, ada konsekuensi yang harus dilaksanakan pemerintah daerah. Pelayanan dan fasilitas harus ramah anak. Setiap tahun ada evaluasi sehingga harus bisa mempertahankan predikat yang saat ini diraih dan harus berkomitmen untuk menuju tingkatan yang lebih tinggi.

“Kabupaten Wonogiri akan melakukan perbaikan terus menerus untuk menjamin pemenuhan hak dan perlindungan anak. Tujuannya agar dapat peringkat baik dalam tingkatan KLA,” ungkapnya.

Upaya Pemenuhan Hak-Hak Anak

Dalam mendukung predikat KLA Pratama, Kabupaten Wonogiri telah meningkatkan cakupan kepemilikan akte kelahiran, mampu menurunkan angka perkawinan anak. Juga penanganan bencana serta kabupaten yang memiliki kepedulian terhadap anak yang berkebutuhan khusus.

Pemkab juga memberikan penghargaan kepada kepala sekolah yang menerapkan Sekolah Ramah Anak, kepala puskesmas yang menerapkan pelayanan Ramah Anak. Demikian juga aSatgas PPA dalam melakukan upaya pencegahan dan respons cepat saat terjadinya kekerasan terhadap anak di lingkungannya.

Baca Juga: Innalillahi, Anggota Satpol PP Wonogiri Meninggal karena Covid-19

Kabupaten Wonogiri sudah melakukan upaya dalam pemenuhan hak-hak anak baik di bidang sipil , pendidikan, hak waktu luang, partisipasi maupun di bidang perlindungan.

Anak-anak dilibatkan dalam pembangunan mulai dari perencanaan pembangunan serta terlibat dalam proses pembangunan dengan fungsinya sebagai 2P (Pelopor dan Pelapor). “Setiap anak diharapkan dapat menjadi agen perubahan di lingkungannya dengan didukung pemerintah dan lembaga masyarakat,” kata Setyo Sukarno.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKB & P3) Wonogiri, Setyarini, mengatakan predikat KLA yang disandang Wonogiri saat ini merupakan tingkatan paling awal atau pertama.

Baru Predikat Awal

“Sejak dicanangkan itu kan Wonogiri belum pernah masuk KLA. Ini dapat predikat awal, tidak bisa langsung dapat predikat yang tinggi. Setelah pratama ada Madya, Nindya, Utama hingga akhirnya bisa ditetapkan sebagai KLA,” katanya.

Baca Juga: Akan Dikembangkan Mirip Dam Guatape, Wisata WGM Wonogiri Mungkin Tutup Sampai Proyek Rampung

Menurutnya, setiap organisasi perangkat daerah atau OPD harus ada keterpaduan perencanaan dan anggaran. Keduanya bisa difokuskan untuk pelayanan anak pada semua lini pelayanan. Misalnya Dinas Pekerja Umum (DPU), saat membangun jalan harus ramah anak.

“Memang harus ada perencanaan, evaluasi dan komitmen dari pemda untuk membuat kegiatan, pelayanan serta fasilitas yang ramah terhadap anak. Dalam waktu satu tahun bisa naik ke tingkat yang lebih tinggi. Karena ini tugas bersama, bukan hanya pemerintah saja,” paparnya.

Wonogiri mempunyai Perda No 1/2021 tentang Kabupaten Layak Anak (KLA). Peraturan itu disahkan pada Januari 2021 sehingga belum bisa dimasukkan penilaian. Penilaiannya sudah sejak 2020 meskipun pengumumannya pada 2021.

“Adanya perda sebenarnya nilainya tinggi. Namun karena saat itu belum disahkan belum bisa masuk penilaian. Tapi untuk tahun depan saat ingin naik tingkatan sudah bisa digunakan, menjadi nilai lebih,” kata Setyarini.

Berita Terkait

Espos Premium

Pebisnis Besar Berebut Kue Lezat Bisnis Pusat Data

Pebisnis Besar Berebut Kue Lezat Bisnis Pusat Data

Ekosistem digital tengah merebak di Indonesia seiring penetrasi Internet yang semakin meluas sehingga kebutuhan penyimpanan data semakin tinggi. Selama ini data penduduk Indonesia berada di luar negeri sehingga penarikan informasi memakan waktu dan jarak yang jauh.

Berita Terkini

Sawah di Kuncen Klaten Berkurang 6 Ha untuk Tol Solo-Jogja

Ada 92 bidang lahan seluas 6,5 ha di Kuncen berada pada ruas untuk jalan tol Solo-Jogja, namun hanya dua bidang berupa pekarangan dan terdapat bangunan.

Tak Punya HP untuk Aplikasi PeduliLindungi, Pedagang Pasar Klewer Solo Pasrah

Sejumlah pedagang Pasar Klewer Solo yang tidak punya HP mengaku hanya bisa pasrah jika aplikasi PeduliLindungi diterapkan untuk skrining.

Harus Teliti! Ini Beda Upal Buatan Warga Boyolali dengan Uang Asli dari BI

Kualitas uang palsu yang dibuat warga Boyolali jauh di bawah uang asli dan bisa dikenali dengan cara dilihat, diraba, dan diterawang.

Penerapan Aplikasi PeduliLindungi di Toko Swalayan Sukoharjo Belum Optimal, Ini Penyebabnya

Penerapan aplikasi PeduliLindungi di tempat publik Kabupaten Sukoharjo masih terkendala, termasuk untuk skrining pengunjung swalayan.

Solopos Saluran 100 Paket Bantuan bagi Anak Yatim Piatu Akibat Covid-19

Solopos dalam rangka HUT ke-24 menyalurkan bantuan paket sembako kepada anak-anak yatim, piatu, dan yatim piatu akibat Covid-19.

Pengungkapan Kasus Upal Rp49 Juta di Boyolali Bermula dari Laporan Warga, Begini Kronologinya

Pengungkapan kasus tindak pidana pembuatan dan pengedaran uang palsu atau upal di Mojosongo, Boyolali, bermula dari laporan warga,

100 Ojol Dikerahkan Antar 1.000 Paket Apam Yaa Qowiyyu di Jatinom Klaten

Sebaran apam pada puncak perayaan Yaa Qowiyyu di Jatinom, Klaten, pada Jumat (24/9/2021), digantikan dengan pengantaran oleh ojol.

Kupas Tuntas Tema Populer Kesehatan dari Studio RS JIH Solo

RS JIH Solo membangun studio khusus untuk talkshow edukasi membahas tema-tema kesehatan dengan dokter-dokter ahli.

Laju Positif Sektor Pertanian Saat Pandemi, Ada Peran Pemerintah dan Generasi Milenial

Pertanian menjadi sektor yang memiliki laju positif karena peran pemerintah dan adanya keterlibatan generasi muda atau milenial dalam dunia pertanian.

Hujan Angin Terjang Girimarto Wonogiri, 1 Rumah Warga Rusak Parah

Satu rumah warga di Desa Jendi, Girimarto, Wonogiri, rusak parah akibat diterjang hujan deras disertai angin kencang pada Jumat siang.

Keren! 9 Siswa SMP Wakili Sragen di Kompetisi Sains Nasional Tingkat Jateng

Sembilan orang siswa SMP bakal mewakili Kabupaten Sragen dalam ajang Kompetisi Sains nasional (KSN) untuk pada Oktober 2021 mendatang.

Pengumuman Hasil Seleksi PPPK Guru Ditunda, GTT Wonogiri Malah Senang

Kalangan GTT senior di Kabupaten Wonogiri berharap penundaan pengumuman hasil seleksi PPPK merupakan sinyal baik.

Perjuangan Atlet Difabel Panahan Wonogiri Menuju Peparnas Papua, Pernah Latihan Pakai Alat dari Bambu

Salah satu atlet Wonogiri, Arif Wirawan, 39, akan berlaga di Pekan Paralimpik Nasional (Paperanas) XVI Papua 2021. Ia akan bertanding di sektor Panahan kelas W2 (beregu open).

Ditunjuk Terapkan PeduliLindungi, 600-An Pekerja Pasar Klewer Solo Malah Belum Divaksin Covid-19

Ratusan pekerja dan pelaku kegiatan di Pasar Klewer Solo ternyata belum divaksin Covid-19 padahal ditunjuk Kemendag untuk menerapkan PeduliLindungi.

Perjuangkan Nasib Petani, Mahasiswa Soloraya Unjuk Rasa di Ngarsopuro Solo

Puluhan mahasiswa anggota BEM Soloraya menggelar aksi unjuk rasa menuntut pemerintah menyesaikan persoalan pertanian.