Tutup Iklan

11 Pelanggar Syariat Islam Dicambuk di Aceh, 1 Non Muslim

 Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, BANDA ACEH — Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh menyelenggarakan uqubat cambuk kepada 11 pelanggar syariat Islam di Kota Banda Aceh, salah satunya beragama Budha. Terdakwa yang berinisial RO tersebut dicambuk 27 kali karena dianggap terbukti melakukan ikhtilat dan melanggar Pasal 25 ayat 1 Qanun Np  6/2014 tentang Hukum Jinayat.

Wali Kota Banda Aceh Aminullah mengatakan warga non muslim yang melanggar syariat Islam di wilayah Aceh boleh memilih untuk diproses secara Kitab Undang-Undang Hukum Pidana atau Qanun Jinayat. RO memilih untuk diproses secara Qanun Jinayat dan didakwa 30 kali hukuman cambuk. Namun karena sudah menjalani hukuman tahanan selama tiga bulan, RO dicambuk 27 kali.

“Jadi itu tergantung pilihan dia mau pidana ataupun hukuman cambuk, tidak ada masalah. [RO] dari Medan, pasangan dia orang Islam,” kata Aminullah saat diwawancara seusai pelaksanaan hukuman cambuk di Banda Aceh, Kamis (1/8/2019).

RO ditangkap petugas Satpol PP dan WH pada pertengahan Mei 2019 lalu di dalam kamar sebuah hotel di Banda Aceh bersama seorang wanita berinisial NM. RO dan NM itu tidak memiliki hubungan suami-istri yang sah, sehingga melanggar Pasal 25 ayat 1 Qanun Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Saat menjalani hukuman cambuk, RO terlihat santai. Ia menaiki panggung hukuman dengan mengenakan pakaian putih dan celana jins. Setelah dicambuk, RO turun dan menjalani pemeriksaan oleh Dinas Kesehatan. Sementara NM dicambuk 27 kali, dia sempat kesakitan dan menangis saat menjalani hukuman.

Selain RO dan NM, ada 9 pelanggar Qanun Jinayat lainnya yang dihukum cambuk, mereka ialah AA dihukum 21 kali cambuk, NA 21 kali cambuk, RR 21 kali cambuk, AR 18 kali cambuk, MI 26 kali cambuk, DP 21 kali cambuk, MI dan RN delapan kali cambuk, dan IH yang dihukum 32 kali cambuk.

Proses cambuk di halaman Masjid Baitussalihin, Ulee Kareng, Banda Aceh, berlangsung lancar dan disaksikan puluhan masyarakat setempat. Pantauan Bisnis/JIBI, terdapat anak-anak yang ikut menonton proses cambuk, padahal petugas sudah melarangnya sebelum hukuman berlangsung.

Kasatpol PP dan WH Kota Banda Aceh Muhammad Hidayat mengatakan, kebanyakan pelanggar syariat Islam ditangkat berdasar laporan dari masyarakat. Ia berharap, masyarakat terus berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan syariat Islam di Banda Aceh agar jumlah pelanggar terus berkurang.

“Karena kita dengan jumlah petugas yang sangat terbatas ini tidak mungkin menjangkau seluruh Kota Banda Aceh. Karena itu peran serta masyarakat ini yang kita butuhkan untuk meminimalisir pelanggar syariat,” ujar Muhammad Hidayat.


Berita Terkait

Berita Terkini

Terlalu! Gubernur Sulsel Rela Korupsi Demi Belikan Jetski untuk Anak

Selain hukuman badan, majelis hakim juga mewajibkan Nurdin Abdullah membayar uang pengganti sebesar Rp2,187 miliar dan 350 ribu dolar Singapura subsider 3 tahun penjara.

Suami Istri di Pontianak Kompak Jual Sabu dan Ekstasi

Keduanya kami amankan berdasarkan informasi dari masyarakat ada pasangan suami istri diduga sedang membawa narkotika.

Kebiasaan Tidur yang Buruk Bikin Orang Merasa Tua, Ini Penjelasannya

Tim peneliti melaporkan ada hubungan penting antara kebiasaan tidur yang buruk dan merasa lebih tua secara umum.

Kecelakaan Karambol di Salatiga, Truk Tabrak 5 Mobil, 1 Meninggal

Kecelakaan karambol yang melibatkan truk dan lima kendaraan lain terjadi di Jalan Lingkar Selatan atau JLS Salatiga, Senin (29/11/2021) malam.

Gegara Kalah Pilkades, Calon Kades Petahana di Jember Blokade Jalan

Gegara kalah dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) Plerean, Kecamatan Sumberjambe, Jember, calon kepala desa petahana memblokade beberapa jalan.

Ini Dia Tukang Cukur Terkaya Pemilik 400 Mobil

Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, Ramesh Babu memutuskan mulai menjalankan pangkas rambut yang ditinggalkan mendiang ayahnya.

Bacakan Pembelaan, Nani Terdakwa Satai Beracun Sisipkan Pesan Ini

Terdakwa kasus satai beracun, Nani Apriliani Nurjaman, 25, menyampaikan sejumlah permohonan kepada majelis hakim PN Bantul saat membacakan pembelaan, Senin (29/11/2021).

Marak Penipu Bermodus Beli Kendaraan, Ini Tips dari Kapolres Sukoharjo

Kapolres Sukoharjo membagikan sejumlah tips agar terhindar dari aksi penipu yang berpura-pura hendak membeli kendaraan namun kemudian dibawa kabur sebelum dibayar.

Kembali Tampil di Konser Offline, Ini yang Dirasakan BTS

Kini BTS akhirnya harus kembali tampil offline dengan tampil di SoFi Stadium, Los Angeles, dalam konser pertama mereka sejak 2019.

Banjir Bandang Landa Wonosoco Kudus, 62 Rumah Warga Terdampak

Banjir bandang kembali melanda Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengakibatkan 62 rumah dan satu tempat wisata terdampak.

Debut Gagal Jacksen F. Tiago di Persis Solo

PSCS Cilacap membuka peluang lolos melaju ke babak delapan besar jika PSIM Jogja kalah melawan Persijap Jepara pada Selasa (30/11/2021) malam.

Ada Kaitan Varian Omicron dengan Pengidap HIV, Ini Penjelasannya

Begini kaitan antara kemunculan varian Omicron dengan pengidap HIV di Afrika.

Dipindah ke Bogor, Reuni 212 Doakan Almarhum Putra Arifin Ilham

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan dalam memberikan izin Polri harus meminta rekomendasi dari berbagai pihak.

Waduh! 14 Remaja di Maluku Utara Kedapatan Mabuk Lem

BNNP Maluku Utara bekerja sama dengan Satpol PP Kota Ternate mengamankan 14 remaja yang kedapatan sedang mabuk lem.

Polisi Gandeng Psikolog Cek WNA Siram Istri Pakai Air Keras, Psikopat?

Polres Cianjur, Jawa Barat akan menggandeng psikolog mengecek kejiwaan Abdul Latief, 48, tersangka kasus penyiraman air keras terhadap istrinya Sarah, 21.

Buruh Jateng Desak Pemerintah Tak Pakai UU Cipta Kerja untuk UMK 2022

Aliansi Buruh Jawa Tengah (Jateng) meminta pemerintah tak menggunakan UU Cipta Kerja atau PP 36/2021 dalam menetapkan UMK 2022 di 35 kabupaten/kota.