11 Keluarga di Sekitar Waduk Pidekso Wonogiri Ajukan Relokasi Rumah
Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, saat memberikan keterangan kepada wartawan di Pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Jumat (12/3/2021). (Solopos.com/M. Aris Munandar)

Solopos.com,WONOGIRI -- Sebanyak 11 keluarga di sekitar pembangunan Waduk Pidekso, Kecamatan Giriwoyo, Wonogiri, meminta rumahnya direlokasi. Sebab genangan air waduk bisa memutus akses jalan dan berpotensi menjadi daerah terisolasi.

Hal tersebut disampaikan Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, di sela-sela kunjungan Tenaga Ahli Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Bidang Sumber Daya Air ke Wonogiri, Kamis (8/4/2021). Kedatangan tenaga ahli tersebut bertujuan memantau sekaligus melakukan evaluasi besar terhadap progres pembangunan Waduk Pidekso.

Pria yang akrab disapa Jekek itu mengatakan pembangunan fisik Waduk Pidekso sudah berjalan sesuai dengan ketentuan. Namun ada beberapa dinamika dan evaluasi. Salah satunya ada permintaan dari 11 keluarga di sekitar waduk agar rumahnya direlokasi.

"Saat terjadi proses penggenangan air, wilayah permukiman 11 keluarga itu berpotensi menjadi daerah terisolasi. Karena akses menuju rumah mereka terputus akibat genangan air waduk. Jadi masuk dalam kualifikasi terdampak genangan," kata dia kepada wartawan di Pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Kamis (8/4/2021).

Baca Juga: Kakek-Kakek Wonogiri Hilang 2 Hari, Ngakunya Naik Bus Ke Malaysia

Jekek mengatakan 11 keluarga itu tersebar di Dusun Garon dan Dusun Begondo, Desa Sendangsari, Kecamatan Batuwarno. Belasan KK itu bakal direlokasi dan menerima ganti rugi. Terkait ke mana mereka akan pindah, dikembalikan kepada yang bersangkutan. Yang terpenting pemerintah mengawal agar jangan sampai ada pihak yang dirugikan.

"Selain itu ada empat pokok lainnya yang juga dievaluasi. Di antaranya penyelesaian tanah kas desa. Ini tadi sudah dilakukan sinkronisasi, maksimal hasil evaluasi itu bisa kelar semua dalam waktu satu bulan," ungkap dia.

Manfaat Waduk Pidekso

Menurut Jekek, ada beberapa fungsi atau manfaat jika Waduk Pidekso selesai dibangun. Pertama, dari aspek pertanian, bakal mengairi lahan pertanian seluas 1.500 hektare. Lahan pertanian tadah hujan itu akan berubah menjadi lahan teknis atau produktif. Sehingga hasil panen memiliki nilai jual lebih baik.

Kedua, potensi air yang digunakan untuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) mencapai 300 liter per detik. Ketiga, dari aspek kesehatan jika masyarakat Wonogiri selatan tercukupi kebutuhan air bersihnya, dipastikan kualitas kesehatan menjadi baik. Bisa mencegah stunting dan masalah tumbuh kembang anak.

Baca Juga: Waduh! Puluhan Ribu Keluarga di Wonogiri Terancam Tak Terima BST Lagi

Ketiga, waduk itu akan menjadi destinasi wisata baru di Wonogiri. Letaknya yang strategis dan representatif di perbukitan menjadi nilai tambah. "Fokusnya di sektor wisata juga. Nanti ada gardu pandang setinggi 20 meter," ujar dia.

Keempat, jika sekitar waduk ada aktivitas ekonomi maka akan menyerap tenaga kerja. Yang tidak kalah penting yakni dengan adanya waduk itu bisa mengurangi sedimentasi ke Waduk Gajah Mungkur Wonogiri.

"Untuk dimanfaatkan sebagai tenaga listrik beluk direncanakan. Namun upaya pemerintah untuk melakukan optimalisasi dan menggali potensi terus dilakukan demi kemanfaatan waduk untuk masyarakat," kata Jekek.



Berita Terkini Lainnya








Kolom