Tutup Iklan

1.026 Warga Solo Terancam Kehilangan Hak Pilih, Ini Penyebabnya

Sebanyak 1.026 warga Solo terancam kehilangan hak pilihnya lantaran tidak melakukan perekaman data untuk pembuatan kartu tanda penduduk (KTP) elektronik hingga akhir Desember 2018.

1.026 Warga Solo Terancam Kehilangan Hak Pilih, Ini Penyebabnya

SOLOPOS.COM - ilustrasi pemilu. (Solopos-Whisnu Paksa)

Solopos.com, SOLO — Sebanyak 1.026 warga Solo terancam kehilangan hak pilihnya lantaran tidak melakukan perekaman data untuk pembuatan kartu tanda penduduk (KTP) elektronik hingga akhir Desember 2018.

Sesuai kebijakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), warga yang tidak merekam data untuk pembuatan KTP elektronik hingga 31 Desember 2018, data kependudukannya dinonaktifkan. Warga tersebut tidak bisa mendapatkan hak-hak kependudukan termasuk pelayanan publik dan hak pilih dalam pemilu.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Solo, Suwarta, saat ditemui Solopos.com di Balai Kota, Rabu (16/1/2019), mengatakan Pemkot sudah memberikan berbagai kemudahan bagi warga agar bisa melakukan perekaman data KTP elektronik.Sebanyak 1.026 warga Solo terancam kehilangan hak pilihnya lantaran tidak melakukan perekaman data untuk pembuatan kartu tanda penduduk (KTP) elektronik hingga akhir Desember 2018.

Perekaman dapat dilakukan di kantor dinas, kecamatan, bahkan di Car Free Day setiap Minggu. “Sebanyak 1.026 warga wajib KTP harus segera melakukan perekaman KTP elektronik. Kalau pindah domisili juga wajib melaporkan kepindahannya atau kalau terdeteksi sebagai punya tempat tinggal ganda harus memilih salah satu,” ujarnya.

Ia menambahkan telah berupaya memanggil 1.026 wargai itu. Momen Pemilu 2019 seharusnya dapat digunakan para warga agar dapat menggunakan hak pilih mereka sesuai status kependudukan dengan baik.

Karena belum merekam data untuk KTP elektonik, pada sistem data kependudukan, 1.026 warga itu belum memperoleh Nomor Induk Kependudukan (NIK). Sejauh ini, sinkronisasi data antara Dispendukcapil dengan KPU sudah berjalan baik.

Dalam waktu dekat, data 1.026 warga yang telah tercatat nama dan alamatnya itu akan diberikan kepada petugas registrasi kelurahan setempat. Disdukcapil pun akan melakukan pemanggilan kepada yang bersangkutan secara langsung.

“Kendalanya para warga itu sudah pindah domisili. Saya yakin kalau mereka berdomisili di Solo sudah melakukan perekaman. Saya berharap keluarga yang bersangkutan dapat membantu,” ujarnya.

Sementara itu, warga yang terkena pemekaran wilayah baik di Semanggi maupun Kadipiro, saat mencoblos pada Pemilu 2019 nanti masih menggunakan domisili lama. Setelah digelarnya Pemilu 2019, Disdukcapil baru turun langsung untuk menerbitkan alamat baru yang sesuai.

Komisioner Divisi Perencanaan Data dan Informasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo, Kajad Pamuji, mengatakan seluruh warga yang data kependudukannya diblokir Kementerian Dalam Negeri telah terdaftar di daftar pemilih tetap.

Namun, apabila sampai pada hari H Pemilu 2019 warga bersangkutan tidak mengurus perekaman KTP elektronik, mereka tidak akan bisa menggunakan hak pilih.

Berita Terkait

Berita Terkini

Sadari, Zodiak Ini Mungkin Jatuh Cinta Karena Uang!

Sadarkan Anda bahwa astrologi menengarai ada orang dengan tanda zodiak tertentu yang mungkin jatuh cinta karena uang?

Rumah Sakit Jiwa di Semarang Siapkan 115 Bed Isolasi

Untuk menyiapkan bed isolasi pasien Covid-19, RSJD Amino Gondohutomo harus memindahkan sejumlah pasien ODGJ ke bangsal lain.

Buron 10 Tahun Pembalakan Liar Adelin Lis Ditangkap di Singapura

Buronan sekaligus terpidana kasus pembalakan liar Adelin Lis yang 10 tahun ini disasar Kejaksaan Agung akhirnya ditangkap imigrasi Singapura.

Waspada! Ada 26 Kasus DBD di Madiun Pada 2021

Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Madiun cukup tinggi pada tahun 2021, Dinkes mencatat ada 26 kasus DBD di tahun ini.

Jakarta Lanjutkan Uji Coba PTM saat Ledakan Covid-19

Jakarta tetap melanjutkan uji coba pembelajaran tatap muka atau PTM di tengah lonjakan kasus penularan Covid-19, dua pekan terakhir ini.

Ada Orang Kena Serangan Jantung? Begini Pertolongan Pertamanya

Pertolongan pertama menjadi kunci harapan hidup seseorang yang mengalami serangan jantung. 

Vaksinasi Publik 18+ Siap Bergulir Di Solo, 12 Kelurahan Jadi Prioritas

Pemkot Solo segera menggulirkan vaksinasi Covid-19 bagi publik usia 18 tahun ke atas dengan prioritas 12 kelurahan.

Penerjun Payung Protes Jelang Kick Off Prancis vs Jerman

Laga Grup F Piala Eropa (Euro) 2021 Jerman versus Prancis di Allianz Arena di Munchen diawali aksi protes penerjun payung.

Konsumen Diberi Kemudahan, Agar Sukses Berbisnis Home Appliance

Pandemi Covid-19 tak menyurutkan pelaku bisnis dalam menjalankan usahanya, termasuk bisnis home appliance atau perabotan rumah tangga.

Jalani Isolasi Mandiri, BCL Merasakan Sejumlah Gejala Covid-19

BCL merasakan sejumlah gejala saat hari ketiga karantina.

PLN Jamin Tak Ada Pemadaman Listrik Rumah Sakit & Faskes

PLN berupaya memastikan keandalan pasokan listrik, dan mencegah pemadaman listrik, khususnya tempat-tempat vital penanganan pasien Covid-19.

Rating TV Indonesia: Tayangan Sinetron Masih Digemari

Tayangan sinetron sepertinya masih mendominasi rating TV Indonesia.