100 Warga Boyolali Jalani Rapid Test Covid-19, Ada Yang Reaktif?
Beberapa tenaga kesehatan melayani warga yang menjalani rapid test di Klinik Pratama Kartika 24 Boyolali, Kamis (4/6/2020). (Solopos/Bayu Jatmiko Adi)

Solopos.com, BOYOLALI -- Sebanyak 100 warga mengikuti pemeriksaan awal Covid-19 dengan rapid test di Klinik Pratama Kartika 24 Boyolali, Kamis (4/6/2020). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya screening persebaran Covid-19 di Boyolali.

Kegiatan tersebut merupakan program dari Ketua Dharma Pertiwi, Nanny Hadi Tjahyanto. Kegiatan itu digelar secara serentak di berbagai daerah di Indonesia.

Untuk Boyolali, kegiatan dipusatkan di Klinik Pratama Kartika 24 Boyolali dengan sasaran 100 warga umum. "Warga yang mengikuti rapid test merupakan warga binaan masing-masing Koramil jajaran Kodim 0724/Boyolali," kata Dandim 0724/Boyolali, Letkol Inf Aris Prasetyo, saat meninjau langsung kegiatan tersebut.

Suami Sembuh, Istri Alumni Ijtima Gowa Asal Jaten Karanganyar Positif Covid-19

Warga yang datang untuk menjalani rapid test didampingi Babinsa Kodim 0724/Boyolali di masing-masing wilayah. Prosedur pemeriksaan rapid test dimulai dengan mengambil sampel darah dari ujung jari yang kemudian diteteskan ke alat rapid test.

Selanjutnya, cairan untuk menandai antibodi akan diteteskan di tempat yang sama. Hasilnya akan berupa garis yang muncul 10–15 menit setelahnya.

Rapid Test Reaktif

Hasil rapid test reaktif menandakan orang yang diperiksa pernah terinfeksi virus. Meski begitu, orang yang sudah terinfeksi virus dan memiliki virus di dalam tubuhnya bisa saja mendapatkan hasil rapid test yang nonreaktif.

Hasil Tes Swab Covid-19 SPG Solo Paragon Mall Sudah Keluar, Positif Atau Negatif?

Hal itu karena tubuhnya belum membentuk antibodi terhadap virus tersebut. Untuk itu jika hasilnya nonreaktif, pemeriksaan rapid test perlu diulang sekali lagi pada 7–10 hari setelahnya.

Warga bersangkutan juga tetap disarankan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari walaupun tidak mengalami gejala sama sekali dan merasa sehat.

Di sisi lain jika hasil rapid test itu reaktif, warga diimbau tidak panik. Hal itu lantaran antibodi yang terdeteksi pada rapid test bisa saja merupakan antibodi virus lain atau virus corona jenis lain. Jadi belum tentu SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19.

Tambah Lagi, 2 Nakes RSUD Bung Karno Solo Terkonfirmasi Positif Covid-19

Untuk memastikan, perlu dilakukan pengambilan swab untuk tes PCR. Sebelum melakukan tes PCR atau selama menunggu hasilnya, warga harus menjalani isolasi mandiri di rumah selama 14 hari.

Bila muncul gejala Covid-19 segera hubungi fasilitas layanan kesehatan atau hotline Covid-19 untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Gejala dimaksud seperti batuk, demam, suara serak, dan sesak napas.

Screening Awal

Untuk sementara, dari 100 warga Boyolali yang menjalani rapid test tersebut hasilnya nonreaktif semua. Rapid test dilakukan sebagai screening awal infeksi Covid-19 pada orang yang berisiko tinggi.

Rapid test direkomendasikan untuk orang tanpa gejala (OTG), terutama yang mempunyai pernah melakukan kontak minimal tujuh hari dengan pasien positif Covid-19.

Selain itu juga mereka yang memiliki risiko tertular dari penderita. Misalnya, petugas kesehatan, orang dalam pemantauan (ODP) serta pasien dalam pengawasan (PDP).

Iuran Peserta Tapera Ditarik Mulai Januari 2021, Ini Aturan Khusus untuk Karyawan Swasta

Kepala Klinik Pratama Kartika 24 Boyolali, dr Nasri Jalul Iman, mengatakan pemeriksaan rapid test yang diikuti 100 warga tersebut bekerja sama dengan Rumah Sakit Slamet Riyadi, Solo.

"Jika ada warga yang hasilnya reaktif, akan ditindaklanjuti di Rumah Sakit Slamet Riyadi. Kemungkinan akan dirujuk ke Rumah Sakit UNS untuk mendapatkan hasil swab," kata dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho