Sawah di Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah tampak seperti lautan, Senin (2/12/2019). (Antara-Akhmad Nazaruddin Lathif)

Solopos.com, SEMARANG — Lebih dari 100 hektare sawah di Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah terendam banjir akibat meluapnya air dari aliran sungai setempat. Padahal lahan pertanian itu sudah siap tanam.

"Berdasarkan laporan dari Perkumpulan Petani Pemakai Air [P3A] di masing-masing desa setempat, total lahan yang tergenang mencapai 120 ha," kata Ketua Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air Daerah Irigasi Klambu Wilalung Akrab di Kudus, Jawa Tengah, Senin (2/12/2019).

Adapun untuk luas areal persawahan di Desa Wonosoco berkisar 75 ha dan di Desa Beru Genjang berkisar 45 ha. Di kedua desa tersebut, kata dia, memang langganan banjir karena lokasinya selama ini memang berada di dataran rendah sehingga perlu ada upaya untuk mengantisipasinya.

Sebelumnya, lanjut dia, sudah diusulkan untuk optimalisasi lahan dengan meninggikan lahan sawah di kedua desa tersebut, termasuk di Desa Ngemplak. "Tanpa upaya tersebut, dimungkinkan setiap musim hujan akan terendam banjir," ujarnya.

Untuk potensi kerugiannya, kata dia, tentu belum besar karena petani baru hendak menanam, sehingga per hektarte sudah mengeluarkan biaya hingga Rp1,2 jutaan. Selain pengadaan bibit dan pupuk, juga ongkos pekerja dan pengolahan lahannya.

Adapun penyebab terjadinya luapan sungai adalah karena adanya aliran air dari Sungai Ketapang yang mengalir menuju Sungai Londo yang melampaui kapasitas tampungnya. Limpahan air sungai itulah yang menggenangan sawah petani.

Untuk total luas sawah di Kabupaten Kudus yang tersebar di sembilan kecamatan mencapai 20.653 ha. Sekitar 14.929 ha di antaranya merupakan sawah irigasi teknis dan sisanya merupakan sawah tadah hujan.

Selain kedua desa yang tergenang banjir sejak sepekan terakhir, kasus serupa juga terjadi di Desa Lambangan. Di desa itu, genangan air melanda sekitar 50 ha sawah yang seharusnya bisa ditanami tanaman padi. Kini musim tanam pertama sudah lewat dari jadwal sebelumnya, 15 Oktober 2019.

Sementara itu, luas lahan sawah yang selama ini menggantungkan air irigasi dari Waduk Kedung Ombo sekitar 7.634 ha, meliputi areal sawah di Kabupaten Kudus seluas 5.400 ha. Selebihnya sumber tersebar mengairi wilayah Klambu, Kabupaten Grobogan seluas 2.234 ha.

Jadwal tanam di areal irigasi teknis sendiri mengalami kemunduran akibat musim kemarau panjang. Adapun dampak mundurnya MT I, salah satunya adanya ancaman genangan banjir di sejumlah areal pertanian di Kabupaten Kudus karena pada bulan Desember dan Januari biasanya intensitas hujannya semakin tinggi.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten