Tutup Iklan

100.000-An Warga Solo Tak Punya Akta Kelahiran, Diduga Ini Penyebabnya

Ternyata masih banyak warga Solo yang belum memiliki akta kelahiran, jumlahnya mencapai 18% atau hampir 100.000 orang dari total penduduk Kota Bengawan.

 ilustrasi akta kelahiran. (Dok Solopos)

SOLOPOS.COM - ilustrasi akta kelahiran. (Dok Solopos)

Solopos.com, SOLO — Pemerintah Kota (Pemkot) Solo merilis data hingga pekan ketiga Oktober 2021, sekitar 18% dari total penduduk Solo belum memiliki akta kelahiran. Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) 2019, jumlah penduduk Solo sebanyak 519.587 jiwa.

Maka 18% jumlah penduduk yang belum memiliki akta kelahiran mencapai hampir 100.000 jiwa. Salah satu penyebabnya diduga karena pernikahan siri. Padahal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyebut anak dari pasangan yang menikah siri tetap bisa dibuatkan akta kelahiran.

Hal itu diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) sejak 2016 lalu. Disebutkan bahwa pasangan yang menikah secara tetap bisa memiliki kartu keluarga (KK) yang menjadi salah satu syarat mencatatkan akta kelahiran anak yang lahir dari pasangan tersebut.

Meski aturan mengenai hal itu sudah ada cukup lama, diduga masih banyak warga yang belum mengetahui sehingga berdampak pada tak terdatanya sebagian penduduk karena status tersebut. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Solo, Yuhanes Pramono, mengatakan pasangan nikah siri tetap bisa memperoleh KK, sama seperti pasangan yang tercatat secara resmi oleh negara.

Baca Juga: Selter Pasar Ikan Sumbang Transaksi hingga Rp1 Miliar di SGS 2021

Pemerintah tak melegitimasi pernikahan siri, namun hanya melayani pencatatan kependudukan bagi semua warga, termasuk pasangan nikah siri. “Kami tidak melihat pada posisi penduduk itu nikah siri atau sudah tercatat negara. Kewajiban kami hanya mendata, mendaftar, dan memastikan masuk dalam KK,” katanya kepada wartawan, Selasa (19/10/2021).

Syarat Administrasi

Pramono menyebut kebijakan pembuatan KK bagi pasangan menikah tak tercatat negara sudah berjalan beberapa tahun terakhir. Dengan adanya KK ini pasangan yang menikah siri tetap dapat mendaftarkan anak mereka untuk mendapatkan akta.

Tak sedikit masyarakat yang telah mengakses layanan tersebut. Syarat administrasinya sama seperti pasangan menikah resmi, namun ditambah membuat surat pernyataan tanggung jawab mutlak (SPTJM) kebenaran pasangan suami istri diketahui dua orang saksi.

Baca Juga: Aliansi BEM Soloraya Sebut Menteri Nadiem Gagal Mereformasi Pendidikan

“Tujuan dari pencatatan di KK itu untuk memberikan perlindungan kepada anak. Selain itu juga menjamin hak anak dari orang tuanya karena sudah tercatat dalam KK. Kemudian, KK menjadi dasar penerbitan akta kelahiran meski perkawinan orang tuanya tidak tercatat oleh negara,” jelasnya.

Bunyi keterangan di dalam akta itu, lanjut Pramono, yakni anak ini berasal dari perkawinan kedua orang tua yang belum tercatat secara negara. Sebelumnya, Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh vlog pada 7 Oktober lalu menyebut tentang pasangan suami istri yang menikah siri bisa mendapatkan KK.

Vlog tersebut lantas menjadi viral di media sosial. Ia menyampaikan semua penduduk wajib terdata di dalam KK, termasuk bagi yang nikah siri atau nikah secara agama.


Berita Terkait

Espos Plus

Mengenal Prawirodigdoyo, Sosok Penunggang Kuda di Simpang 4 Karanggede

+ PLUS Mengenal Prawirodigdoyo, Sosok Penunggang Kuda di Simpang 4 Karanggede

Kebanyakan warga salah kaprah dengan menganggap patung penunggang kuda di simpang empat Karanggede Boyolali adalah Pangeran Diponegoro, padahal sosok penunggang kuda itu adalah Raden Tumenggung Prawirodigdoyo.

Berita Terkini

Tanah Dikeruk Untuk Proyek Tol, Warga Pedan Klaten Blokir Jalan

Warga Dukuh Blasinan, Desa Kaligawe, Kecamatan Pedan, Klaten, dengan kegiatan pengerukan yang dilakukan tanpa sosialisasi dan memakan sebagian lahan warga.

Kongres ke-41 di Solo, Syarikat Islam Didorong Fokus Ekonomi Halal

Wakil Ketua DPR RI, Rahmat Gobel, menyebut potensi ekonomi halal luar biasa, namun belum banyak dikembangkan. Ia mendorong Syarikat Islam menjadi pelopor ekonomi halal.

Edarkan Sabu-Sabu, 2 Warga Solo dan Boyolali Dikukut Polisi

Satres Narkoba Polresta Solo berhasil menangkap dua pengedar sabu-sabu saat bertransaksi di Pucangsawit, Jebres, Solo. Kedua tersangka masing-masing warga Klego, Boyolali dan Laweyan, Solo.

Gegara Puntung Rokok, Rumah Warga Karangmojo Tasikmadu Ludes Terbakar

Nyaris semua perabotan di rumah Samiyati di Desa Karangmojo, Tasikmadu, Karanganyar, ludes dilalap api yang diduga berasal dari puntung rokok yang membakar kasur.

Harga Cabai Rawit Merah di Sragen Meroket, Tembus Rp57.000/Kg

Musim hujan membuat cabai lebih cepat membusuk. Kondisi ini membuat harganya menjadi naik, seperti yang terjadi di Sragen.

Hadiri Pramuka Berselawat, Ganjar Ketemu Habib Syech di Solo

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menghadiri acara Pramuka Berselawat yang diisi Habib Syech di Kota Solo.

Lowongan Perangkat Desa di Sragen Bertambah Jadi 228 Kursi

Kabag Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Sragen menekankan pentingnya transparansi dan taat aturan dalam menjalankan seleksi perangkat desa agar tak menimbulkan masalah.

Ini Alasan Semua Rumah di Dusun Ginade Wonogiri Menghadap ke Selatan

Semua rumah di Dusun Ginadewetan dan Ginadekulon, Desa Tlogoharjo, Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri, menghadap ke selatan.

Satukan Perbedaan, Ketum PKR Tuntas Subagyo Gelar Doa Lintas Agama

Ketua Umum Partai Kedaulatan Rakyat (PKR), Tuntas Subagyo, menekankan pentingnya toleransi antarumat beragama di Indonesia yang plural.

Atap 2 Ruangan SDN 1 Toyogo Sragen Disangga Bambu, KBM Siswa Dipindah

Kepala SDN 2 Toyogo, Sambungmacan, Sragen, khawatir jumlah siswa sekolahnya akan berkurang karena kondisi gedung yang rusak.

Diduga Kena Jebakan Tikus, Nenek Pikun Asal Sragen Ditemukan Meninggal

Nenek diduga pikun, Tugiyem, 72, warga Sidoharjo, Kabupaten Sragen, ditemukan meninggal di area persawahan, Sabtu (4/12/2021) diduga karena tersetrum jebakan tikus beraliran listrik.

Forum Kades Sragen Gandeng Praktisi Kaji Perbup Pengelolaan Aset Desa

Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) Sragen berupaya mengambil langkah hukum untuk bisa mendorong Bupati mengkaji ulang Perbup No, 76/2017 yang dinilai merugikan mereka.

Harga Tanah di Solo Lebih Ngeri Lagi Lur, Capai Rp65 Juta/M2

Berikut ini terdapat informasi harga tanah di Kota Solo, Jawa Tengah, yang ada mencapai Rp65 juta per meter persegi.

Harga Tanah di Solo Baru Capai Rp25 Juta/M2, Minat Beli Lur?

Harga tanah di kawasan modern Solo Baru, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, ada yang mencapai Rp25 juta per meter hlo, minat beli enggak lur?

Ada Peristiwa Mistis 1970 di Balik Asal Usul Makamhaji Sukoharjo

Di balik asal usul Desa Makamhaji di Sukoharjo, Jawa Tengah, ada peristiwa mistis yang terjadi pada tahun 1970-an. Apa itu?

Dibanding Colomadu, Harga Tanah di Solo Baru Lebih Ngeri Lur!

Ternyata segini hlo harga tanah di Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah. Enggak ada apa-apanya dengan Colomadu, Karanganyar!