Prajurit TNI mendata warga yang akan meninggalkan Wamena menggunakan pesawat Hercules milik TNI AU di Bandara Wamena, Jayawijaya, Papua, Selasa (1/10/2019). (Antara-Iwan Adisaputra)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Sepuluh orang asal Karanganyar terdampak kerusuhan di Kota Wamena, Provinsi Papua, akan dipulangkan melalui Kabupaten Jayapura dan Kota Wamena pada pekan ini.

Informasi yang dihimpun solopos.com dari Dinas Sosial Kabupaten Karanganyar, kesepuluh orang itu terdiri atas tiga keluarga. Mereka akan dipulangkan bertahap. Tahap pertama, lima orang dari Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, dipulangkan melalui Kabupaten Jayapura.

Sisanya, lima orang dipulangkan melalui Kota Wamena. Sebelumnya, tiga warga Karanganyar sudah pulang kampung lebih awal pada Jumat (4/10/2019). Mereka menumpang pesawat Hercules dari Kota Wamena dan turun di Kota Malang.

Total hingga Senin (7/10/2019) ada 13 warga Karanganyar tercatat berada di Papua dan memilih pulang kampung.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Karanganyar, Agus Heri Bindarto, menyampaikan sudah berkoordinasi dengan tim Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) yang berada di Papua untuk mendata warga Jateng di sana.

Hasil pendataan masih ada sepuluh warga Karanganyar yang menginginkan pulang kampung. Tim Pemprov Jateng di Papua menginstruksikan agar pemerintah daerah memberikan perhatian khusus dan cepat merespons.

"Kami baru dapat berita terbaru kemarin [Minggu, 6/10/2019]. Hari ini [Senin] terbang dari Kabupaten Jayapura lima orang. Itu warga Gondangrejo. Mereka keluarga tetapi belum pasti berapa keluarga. Mereka menumpang pesawat Hercules. Rencana turun melalui Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma Jakarta," ujar dia.

Sesuai rencana, tim Pemprov Jateng akan membawa mereka dari Jakarta ke Semarang. Selanjutnya tim dari Dinas Sosial Karanganyar akan menjemput mereka ke Semarang dan mengantar pulang ke rumah masing-masing.

"Kami kemungkinan menjemput mereka ke Semarang. Nanti dari Semarang saya antar ke Gondangrejo. Belum tahu data-data mereka ini siapa tetapi yang jelas mereka ini warga sipil," jelas dia.

Selain lima orang tersebut, Pemkab masih memiliki tanggung jawab terhadap lima orang lagi. Tim Pemprov Jateng di Papua menyarankan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mengupayakan tiket pulang ke Kabupaten Karanganyar untuk lima orang.

"Masih ada lima orang di Wamena. Kami sedang mengusahakan berkoordinasi dengan Bagian Kesra dan Pak Sekda. Kondisi mereka sudah habis-habisan [harta benda]. Kami akan membelikan tiket pesawat komersial karena pertimbangan ada anak balita usia satu tahun. Tidak memungkinkan naik hercules," tutur dia.

Rencana penerbangan komersial dari Kota Wamena ke Kabupaten Jayapura menggunakan Wings Abadi Airlines dilanjutkan dari Jayapura ke Makassar menggunakan Batik Airlines. Penerbangan selanjutnya dari Makassar ke Yogyakarta. Sayangnya Pemkab Karanganyar kesulitan mengupayakan tiket untuk lima orang itu karena mereka tidak memiliki smartphone.

"Provinsi bilang tolong diusahakan naik pesawat komersial. Difasilitasi pemkab. Ya kami siap mengusahakan. Tetapi kami kesulitan data identitas atau KTP mereka. Handphone yang mereka miliki jadul. Tidak bisa untuk memotret dan mengirim KTP. Padahal itu untuk pesan tiket. Kami minta tim yang di sana mengupayakan handphone Android untuk mengirim foto KTP," ungkap dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten