Pacuan Kuda Nyi Ageng Serang yang berlokasi di Dusun Ngasinan, Desa Ngargotirto, Kecamatan Sumberlawang, Sragen, yang dibiarkan mangkrak selama hampir 10 tahun. Foto diambil Senin (1/7/2019). (Moh. Khodiq Duhri)

Solopos.com, SRAGEN — Hampir 10 tahun Pacuan Kuda Nyi Ageng Serang Sragen yang berlokasi di Dusun Ngasinan, Desa Ngargotirto, Kecamatan Sumberlawang, Sragen, dibiarkan mangkrak. Fasilitas olahraga ini kerap disalahgunakan warga untuk kegiatan negatif.

Pantauan Solopos.com, Senin (2/7/2019), kondisi Pacuan Kuda Nyi Ageng Serang memprihatinkan. Tembok tribune penonton menjadi sasaran aksi vandalisme. Coretan-coretan gambar tidak senonoh menghiasi dinding tribune.

Rerumputan tumbuh kelewat subur. Besi-besi pagar raib dari tempatnya. Sampah plastik dan dedaunan berserakan di lokasi. “Pacuan Kuda Nyi Ageng Serang kerap dijadikan lokasi berkumpul muda-mudi. Pasangan muda-mudi yang dimabuk asmara juga biasa memadu kasih di lokasi. Biasanya mereka adalah anak-anak usia SMP dan SMA,” ujar Pardi, 55, warga desa setempat saat berbincang dengan Solopos.com di lokasi.

Pardi tidak menampik anggapan bahwa Pacuan Kuda Nyi Ageng Serang sering disalahgunakan untuk kegiatan negatif seperti pacaran menjurus mesum, pesta minuman keras, hingga lokasi bermain judi. Tidak adanya penjagaan terhadap aset bangunan milik Pemkab Sragen ini membuat warga leluasa keluar-masuk kompleks Pacuan Kuda Nyi Ageng Serang.

Jajaran Polsek Sumberlawang juga beberapa kali menggerebek warga yang asyik pesta miras maupun terlibat perjudian di lokasi. “Saya tidak ada toleransi untuk mereka. Kalau nekat mabuk-mabukan dan main judi di wilayah kerja saya tentu akan saya sikat habis. Mereka akan kami bawa ke pengadilan,” tegas Kapolsek Sumberlawang, AKP Fajar Nur Ihsanuddin, kepada Solopos.com, Selasa (2/7/2019).

Fajar menjelaskan Polsek Sumberlawang bersama Koramil 17/Sumberlawang aktif menggelar patroli hingga kompleks Pacuan Kuda Nyi Ageng Serang. Patroli tersebut dilaksanakan pada siang hari dan malam hari.

“Sekarang kalau kami mendapati ada warga yang berkumpul di lokasi, langsung kami bubarkan. Kami khawatir mereka melakukan kegiatan yang mengganggu keamanan dan kenyamanan warga sekitar. Tindakan kejahatan sekecil apa pun akan kami berantas demi menciptakan situasi aman dan terkendali,” kata Fajar.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten