10 RS Rujukan Covid-19 di Sukoharjo Penuh, Pasien Sampai Antre Masuk
Ilustrasi rumah sakit (Solopos-Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, SUKOHARJO – Ruang isolasi pasien Covid-19 di 10 rumah sakit alias RS rujukan di Sukoharjo penuh.

Hal ini diungkapkan Juru Bicara (Jubir) Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, saat ditemui wartawan di Gedung DPRD Sukoharjo, Rabu (20/1/2021). Menurut Yunia, lonjakan pasien Covid-19 mengakibatkan RS rujukan di Sukoharjo penuh.

Saking banyaknya pasien, mereka harus menunggu giliran untuk bisa ditampung di ruang isolasi guna mendapatkan perawatan medis.

“Ada 10 rumah sakit rujukan Covid-19 bagian pasien terkonfirmasi positif. Saat ini, kondisi seluruh rumah sakit rujukan Covid-19 full. Kondisi serupa di Kota Solo. Pasien harus mengantre untuk mendapatkan perawatan medis di ruang isolasi,” kata dia, Rabu.

Baca Juga: Pemerkosa Bocah 12 Tahun di Karanganyar Ngaku Sudah Punya Istri, Tapi Doyan Jajan

Yunia menyebut ke-10 RS rujukan Covid-19 di Sukoharjo antara lain RSUD Ir.Soekarno, RS Dr Oen Solo Baru, RS Nirmala Suri dan RS Indriati Solo Baru, RS UNS. Para pasien positif Covid-19 dengan gejala langsung dibawa ke rumah sakit rujukan untuk mendapatkan terapi pengobatan guna meningkatkan imunitas tubuh.

Sejauh ini, rumah sakit rujukan Covid-19 telah menambah ruang isolasi dan bed untuk mengantisipasi lonjakan pasien positif. Namun, upaya itu belum bisa menampung penambahan pasien positif setiap hari.

“Ini kondisi terkini di rumah sakit rujukan Covid-19. Lonjakan pasien positif muncul setelah libur Natal dan Tahun Baru,” ujar dia.

Baca Juga: Syekh Ali Jaber Punya 3 Istri? Ini Penjelasan Keluarga

RS Ortopedi

Guna mengantisipasi lonjakan pasien, RS Ortopedi Dr Soeharso, Kartasura membuka layanan ruang isolasi untuk pasien Covid-19 dengan menyediakan 56 bed mulai Selasa (19/1/2021). Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo hal ini dilakukan agar tingkat keterisian ruang isolasi di RS rujukan Covid-19 berkurang.

Sejatinya, RS Ortopedi Dr Soeharso merupakan rumah sakit khusus ortopedi, traumatologi, dan rehabilitasi medik. Lantaran seluruh rumah sakit rujukan Covid-19 penuh maka RS Ortopedi Dr Soeharso difungsikan untuk menangani pasien Covid-19.

“Ada 56 bed yang disediakan di ruang isolasi RS Ortopedi Dr Soeharso. Rumah sakit rujukan Covid-19 lainnya tak mungkin lagi menambah ruang isolasi karena keterbatasan ruangan,” ujar dia.

Baca juga: Wadaw! 9.865 Keluarga Penerima BPNT di Sukoharjo Terancam Dicoret

Angka kematian atau mortality rate pasien positif Covid-19 di Sukoharjo tergolong tinggi. Jumlah pasien positif yang meninggal dunia bertambah setiap hari. Bahkan, jumlah pasien positif bertambah tujuh orang pada Selasa. Saat ini, total jumlah pasien positif yang meninggal dunia sebanyak 207 orang.

Persoalan ini menjadi sorotan dan pekerjaan serius yang harus ditangani secepatnya. Satgas didorong untuk mengevaluasi kualitas pelayanan kesehatan di RS rujukan Covid-19. Selain itu, upaya deteksi dini virus harus dilakukan secara agresif guna memutus mata rantai penularan virus.

“Saya berharap angka kematian pasien positif turun saat kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat diberlakukan selama dua pekan. Angka kematian pasien positif harus ditekan dengan berbagai cara,” kata Penjabat (Pj) Sekda Sukoharjo, Budi Santoso.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya








Kolom