10 Pemuda Keroyok Hingga Tewas Warga Kudus, Hanya 2 Ditangkap Polisi
Waka Polres Kudus Kompol Muhammad Ridwan didampingi Kasat Reskrim AKP Agus Supriyadi menggelar jumpa pers kasus pembunuhan di Mapolres Kudus, Jateng, Jumat (21/9/2018). (Antara-Akhmad Nazaruddin Lathif)

Semarangpos.com, KUDUS — Jajaran Polres Kudus menangkap dua warga yang dituduh sebagai pelaku penusukan terhadap Sendi Jasmani. Pengeroyokan disertai penusakan yang menyebabkan korban tewas ini terjadi di depan Balai Desa Jojo, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, 24 Juni 2018 lalu, oleh sekitar 10 pemuda.

Menurut Waka Polres Kudus Kompol Muhammad Ridwan didampingi Kasat Reskrim AKP Agus Supriyadi di Kudus, Jateng, Jumat (21/9/2018), kedua tersangka yang ditangkap itu adalah M. Purnomo dan M. Muzakki Maulana. Kedua tersangka kasus pembunuhan di Kudus itu adalah warga Desa Srikaton, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Jateng.

Dua orang itu bukanlah tersangka utama dalam kasus pembunuhan di Kudus itu. Mereka hanya diduga turut terlibat dalam penusukan tersebut, sedangkan pelaku lainnya masih dalam pengejaran petugas.

Dipaparkan saat jumpa pers kasus pembunuhan itu di Mapolres Kudus, Jateng, Jumat, peristiwa berawal pada 24 Juni 2018, ketika para tersangka menonton orkes. Selanjutnya terjadi keributan antarpenonton.

Saat itulah Rusmijan terkena lemparan batu yang mengenai kepalanya hingga berdarah. "Korban lemparan batu membalas dengan melemparkan tanah, namun langsung dikeroyok sejumlah pemuda hingga akhirnya dilerai petugas," ujarnya.

Tidak terima dengan pengeroyokan tersebut, para tersangka mendatangi rumah Rusmijan. Dia merupakan otak pesta miras bersama sejumlah temannya.

Seusai menenggak miras, Rusmijan bersama dua pelaku yang tertangkap dan teman-temannya menuju Balai Desa Jojo. Saat mereka sedang berkumpul, datang seorang pemuda bernama Sendi Jasmani, warga Desa Jojo, yang keluar dari gapura dengan mengendarai sepeda motor.

"Para tersangka langsung menghampiri Sendi, kemudian menganiayanya," ujarnya.

Pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh 10-an orang itu akhirnya berhenti setelah Sendi bersimbah darah akibat penusukan dari pisau lipat milik Rusmijan. Mengetahui korban tak bergerak, para tersangka langsung kabur.

Akibat luka yang dideritanya itu, pemuda itu tewas saat menjalani perawatan di RSUD Loekmono Hadi Kudus. Sendi Jasmani merupakan warga Desa Jojo yang saat pertunjukkan orkes justru tidak ikut menonton karena bekerja membuat sumur.

Para pelaku tidak memiliki sasaran yang jelas. Mereka hanya berniat membalas dendam terhadap warga Desa Jojo, sehingga siapa pun warga Desa Jojo yang ditemui bakal menjadi sasaran balas dendam mereka.

Atas tindakan itu, para pemuda yang hanya berani melakukan keroyokan itu dijerat dengan tuduhan melakukan tindak pidana pembunuhan yang direncanakan. Para pelaku itu diancam Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) atau tindak pidana Pembunuhan jo turut serta melakukan tindak pidana sesuai dengan Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) atau Tindak Pidana Pengeroyokan terhadap Orang atau Barang yang Mengakibatkan Matinya Orang sesuai Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP atau Tindak Pidana Penganiayana yang Mengakibatkan Matinya Seseorang serta melakukan tindak pidana sesuai dengan Pasal 351 ayat (3) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) KUHP.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom