10 Pelajar SMKN 6 Solo Minta Ubah Status Jadi Siswa Gakin
Ilustrasi sekolah. (Solopos-Whisnu Paksa)

Solopos.com, SOLO -- Sepuluh siswa SMKN 6 Solo mengajukan keringanan sebagai siswa miskin (gakin) ke sekolah setempat. Alasan mereka karena orang tua jatuh sakit atau meninggal dunia.

“Kami selalu menyampaikan kepada siswa setiap apel pagi kalau terjadi sesuatu pada keluarga segera komunikasikan ke sekolah,” ujar Kepala Sekolah SMKN 6 Solo, Ties Setyaningsih, saat berbincang dengan Solopos.com, Selasa (25/9/2018).

Ties mengungkapkan ada siswa di SMKN 6 Solo pada saat mendaftar sebagai siswa reguler. Namun, di tengah perjalanan keluarga siswa itu tiba-tiba jatuh miskin atau ayahnya meninggal dunia.

Siswa tersebut kemudian mengajukan keringanan pada sekolah dengan status sebagai siswa miskin agar tidak ditarik biaya SPP. “Kami mendata ada sepuluh siswa reguler yang mengajukan diri sebagai gakin. Data tersebut tercatat sampai 20 September,” kata dia.

SMKN 6 Solo, lanjut dia, akan mengecek kebenaran kondisi sepuluh siswa itu dengan melakukan home visit. Sekolah membentuk tim yang terdiri atas wali kelas dan guru untuk melakukan home visit.

Setelah dipastikan benar-benar miskin akan dicatat sebagai siswa gakin dan siswa tidak ditarik biaya SPP. “Alasan siswa mengajukan sebagai siswa gakin karena ayahnya sakit stroke sehingga tidak bisa bekerja. Sementara ibunya tidak bekerja. Kami sebagai kepala sekolah sudah selayaknya membantu siswa yang kurang mampu,” kata dia.

Ia menjelaskan siswa yang baru tercatat sebagai siswa gakin di sekolah dan belum mendapatkan bantuan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng diusulkan ke Pemkot Solo agar mendapatkan Bantuan Pendidikan Masyarakat Kota Solo (BPMKS).

“Besaran SPP di SMKN 6 Solo untuk reguler Rp200.000 per siswa. Kalau ada siswa membayar SPP senilai Rp100.000 tidak masalah asalkan ada penjelasan siswa yang mengajukan keringanan disertai alasan kuat,” kata dia.

Ditanya jumlah siswa gakin di SMKN 6 Solo, Ties menjelaskan saat ini 697 siswa dari 1.300 siswa tercatat sebagai siswa gakin. Jumlah siswa gakin bisa bertambah kalau usulan sepuluh siswa gakin baru ini disetujui.

Kepala Sekolah SMKN 7 Solo, Wening Sukmanawati, mengungkapkan di sekolahnya juga ada siswa yang mengajukan keringanan pembayaran SPP karena kondisi keluarganya sedang bermasalah. Siswa tersebut mengajukan diri sebagai siswa gakin meskipun saat mendaftar sekolah tercatat sebagai siswa reguler.

“Kami belum bisa memberikan data berapa jumlah siswa yang mengajukan perubahan jadi siswa gakin. Siswa yang mengajukan sebagai siswa gakin tersebar di kelas X, XI, dan XII,” kata dia.

Avatar
Editor:
Suharsih


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom