10 Pasien Covid-19 Wonogiri yang Meninggal Diusulkan Dapat Santunan
Ilustrasi - Petugas memakamkan pasien terkorfirmasi positif corona Madiun, Jatim. (Antaranews.com)

Solopos.com, WONOGIRI — Dinas Sosial Wonogiri sudah mengusulkan 10 ahli waris/keluarga pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang meninggal dunia sebagai penerima santunan kematian senilai Rp15 juta/penerima. Hingga kini belum diketahui santunan tersebut kapan akan cair.

Kepala Dinsos Wonogiri, Kurnia Listyarini, menginformasikan usulan sudah diserahkan kepada pemerintah pusat melalui Pemerintah Provinsi Jawa Tengah belum lama ini. Ada dua usulan calon penerima lainnya. Namun, saat ini Dinsos masih melengkapi administrasinya. Jika sudah lengkap Dinsos akan mengajukannya ke pemerintah pusat.

Pengrajin Batik Klaten Sulit Bangkit, Harapkan Intervensi Pemerintah

Dia menegaskan pihak yang berwenang menentukan ahli waris yang berhak tidaknya menerima santunan adalah pemerintah pusat. Dinsos sebatas sebagai pengusul. “Sampai hari ini [Kamis] baru 10 yang sudah diusulkan,” kata Kurnia saat dihubungi Solopos.com, Kamis (1/10/2020).

Dia berharap tidak ada lagi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang meninggal dunia. Namun, apabila hal tak diinginkan itu terjadi Dinsos tidak menutup kemungkinan akan mengusulkan lagi.

Sesuai ketentuan, pada tahun ini santunan diberikan kepada ahli waris/keluarga pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang meninggal dunia hingga 31 Agustus 2020. Namun, Dinsos tak hanya mengusulkan berdasar batasan waktu tersebut.

Jilid II

Dinsos juga mengusulkan ahli waris/keluarga pasien terkonfirmasi Covid-19 yang meninggal dunia setelah 31 Agustus, termasuk yang terbaru. Hal itu sesuai petunjuk pihak terkait tingkat atas. Menurut informasi yang Kurnia peroleh, akan ada program pemberian santunan jilid II dengan dinilai yang sama. Saat ini Dinsos masih menunggu pemberitahuan resmi.

Informasi yang dihimpun Solopos.com dari website resmi Pemkab Wonogiri, wonogirikab.go.id, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 meninggal dunia hingga Rabu (30/9/2020) tercatat ada 14 orang. Tercatat pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang meninggal dunia hingga 31 Agustus ada tujuh orang.

Alhamdulillah, 50 RTLH di Dua Kecamatan di Klaten Dapat Bantuan Baznas

Tujuh orang lainnya meninggal dunia setelah tanggal tersebut. Kali terakhir empat pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang meninggal dunia dalam satu hari, yakni pada Selasa (29/9/2020) lalu.

“Kami sudah menyosialisasikan program pemberian santunan kepada masyarakat melalui para camat. Soal santunan cair kapan, kami belum mendapat informasi resmi. Mekanisme pencairannya bagaimana kami juga belum tahu apakah melalui Dinsos atau langsung ditransfer ke rekening bank ahli waris. Namun, yang jelas pemerintah pusat tidak meminta pengusulan disertai nomor rekening bank ahli waris,” ujar Kurnia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom