Karakter Gundala pada film terbaru Gundala (Pictagram)

Solopos.com, SOLO -- Sutradara Joko Anwar menyatakan 10 kota yang memutar film Gundala dengan teks Bahasa Indonesia. Salah satunya Bioskop XXI Solo Square di Kota Solo, Jawa Tengah.

Selain itu, Jakarta, Depok, Bandung, Surabaya, Semarang, Medan, Bogor, Yogyakarta, dan Makassar.

Dalam akun Instagramnya yang diposting beberapa waktu lalu, Joko Anwar mengatakan penggunaan subtitle Bahasa Indonesia dalam film superhero ini dibuat dengan tujuan mengakomodasi para difabel rungu. Dia berharap mereka tetap bisa menikmati film tersebut dengan membaca teks dialog.

Peluncuran film dengan teks dilakukan Selasa (3/9/2019). Mulanya tim Joko Anwar memang sudah membuat teks Bahasa Indonesia dan Inggris. Namun baru dirilis setelah ada sahabat tuli yang sempat me- mention Joko Anwar melalui Twitter. Sementara untuk kota yang dipilih menurutnya adalah daerah yang paling banyak penonton tuli.

Di sisi lain, film adaptasi karakter pahlawan lokal bernama Gundala (1969) karya Harya Suratminata ini memang terbukti laris di pasaran. Dirili, Kamis (29/8/3019), Gundala berhasil menggaet 1 juta lebih penonton.

Tak berlebihan kalau akhirnya disebut-sebut membawa harapan baru bagi perjalanan film superhero lokal. Joko bahkan sudah menyiapkan sekuelnya yang bakal diisi deretan superhero lain milik Bumi Langit.

Di Solo, Gundala cukup diburu. Para penonton berbondong-bondong membeli tiket premier yang mulai dijual sekitar sepekan sebelum rilis. Sejumlah kursi strategis di lima bioskop Solo hampir ludes. 

Salah satu pengamat film Solo, Ari Headbang, menyarankan masyarakat membaca referensi tetang superhero lokal sebelum menyaksikan Gundala. Mengingat alur cerita yang digarap Joko Anwar disebutnya terlalu banyak unsur yang agak rumit.

"Karyanya terlihat terlalu terbebani hal teknis dan tanggung jawab besar karena digadang-gadang sebagai embrio kelahiran superhero lokal. Seperti memaksakan banyak karakter untuk tampil dalam satu rangkaian frame karena menjadi garapan perdana jagat patriot Bumi Langit," ungkap dia.

Ari Headbang yang melihat Gundala pada Jumat (30/8/2019) mengatakan Joko Anwar terlalu berani memilih pokok cerita dengan setting dramatis. Apalagi dialognya sangat kritis dan filosofis. Namun justru itu yang menurutnya jadi point of interest sang pahlawan putra petir.

Beberapa kekurangan dan koreksi fatal dia harapkan bisa terjawab pada sekuel berikutnya. “Salut dan respek untuk karya besar Joko Anwar. Semoga film Gundala semakin bisa menginspirasi dan diikuti karya gemilang dari sineas berbakat Indonesia lain,” kata Ari beberapa waktu lalu. c

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten