10 Hotspot untuk Lancarkan Warung Digital di Giriroto Boyolali
Ilustrasi hotspot (deerfieldlibrary.org)

Solopos.com, BOYOLALI -- Sepuluh hotspot dipasang di Desa Giriroto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, untuk menunjang pelaksanaan program kampung digital di wilayah tersebut.

Alat hotspot merupakan bantuan dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Boyolali yang bekerja sama dengan Pemerintah Desa.

Kepala Desa Giriroto, Purwanto, mengatakan pemasangan alat telah selesai dilakukan. Sebagian besar berada di wilayah Dukuh Gumukrejo karena jumlah warung yang dominan.

"Sementara sepuluh dulu, namun ada kemungkinan untuk ditambah," kata Purwanto ketika berbincang dengan solopos.com di ruang kerjanya, Kamis (20/9/2018).

Bantuan hotspot ini dimaksudkan untuk memperlancar transaksi jual-beli, sebab mesin tersebut membutuhkan jaringan internet agar dapat berfungsi optimal. "Fungsi utamanya memang transaksi tapi apakah hotspot bisa digunakan untuk kepentingan lain kami tidak tahu," tambah dia.

Program Kampung Digital diluncurkan di Desa Giriroto sejak Maret lalu dengan menggandeng Nobu Bank dan Hypermart. Sebagai langkah awal, masing-masing kepala keluarga (KK) dibekali dengan kartu transaksi elektronik mirip Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Puluhan warung di Giriroto juga dilengkapi dengan mesin transaksi. Warung-warung itu kebanyakan menjual barang kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, atau peralatan mandi. Pemegang kartu dapat memasukkan sejumlah uang, dengan begitu transaksi jual-beli bisa dilakukan dengan cara nontunai.

Tak sampai di situ, pasokan barang juga bisa langsung didatangkan dari Hypermart. Dengan begitu diharapkan ketersediaan barang menjadi lebih lengkap meskipun hanya di toko kelontong.

Para pedagang kemudian diberi pelatihan secara berkala oleh Nobu Bank dan Hypermart soal penataan, perencanaan penjualan, juga manajemen keuangan.

Purwanto menyambut baik inovasi kampung digital di desa yang dipimpinnya itu. "Meski desa, cara berpikir tetap harus maju, kita juga mengikuti perkembangan zaman saat transaksi termasuk dengan metode digital," kata dia.

Meski begitu, transaksi dalam bentuk tunai masih tetap dapat dilayani di warung-warung digital.

Salah satu pemilik warung digital, Fatmawati, 27, mengatakan metode digital mendatangkan manfaat baru di warungnya. Pemilik toko Sutrisno di Dukuh Gumukrejo itu banyak mendapati konsumen token pulsa dengan transaksi kartu.

"Sebabnya mungkin karena pulsa bisa digunakan untuk bermacam kebutuhan termasuk membayar listrik," kata dia. Sementara pembeli kebutuhan pokok lebih suka menggunakan transaksi tunai.

Selain itu para orang tua juga kerap membekali anaknya dengan kartu yang hanya diisi uang senilai Rp5.000 untuk memudahkan ketika jajan di warung.  



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom