10 Daerah Termiskin di Jawa Timur,Sampang Angka Kemiskinannya Tertinggi

Berikut ini 10 daerah yang menjadi kantong kemiskinan di Jawa Timur.

 Ilustrasi warga miskin. (Antara-Aprilio Akbar)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi warga miskin. (Antara-Aprilio Akbar)

Solopos.com, SURABAYA — Badan Pusat Statistik (BPS) memetakan sejumlah daerah yang menjadi kantong kemiskinan di Jawa Timur. Tiga daerah di antaranta merupakan kabupaten yang ada di Pulau Madura.

Berdasarkan data BPS, angka kemiskinan paling tinggi berada di Kabupaten Sampang yang mencapai 23,76% pada Maret 2021. Persentase penduduk miskin di Sampang ini menjadi yang tertinggi dibandingkan dengan 37 kabupaten/kota lainnya di Jatim.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

Kemudian peringkat kedua dengan angka kemiskinan tertinggi ada di Kabupaten Bangkalan yang mencapai 21,57%. Selanjutnya Kabupaten Sumenep dengan angka kemiskinan 20,51 %, Kabupaten Probolinggo 18,91%, Kabupaten Tuban 16,31%, dan Kabupaten Ngawi denganpersentase 15,57%.

Selanjutnya ada Kabupaten Pamekasan 15,3%, Kabupaten Pacitan 15,11%, Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Lamongan masing-masing persentasenya sebesar 14,73% dan 13,38%.

Baca Juga: Sopir Bus Kecelakaan di Tol Surabaya Positif Konsumsi Narkoba

BPS Jawa Timur menyebutkan persentase penduduk miskin di Jatim pada September 2021 sebesar 10,59% atau menurun 0,81% terhadap Maret 2021.

Dikutip dari portal resmi Pemprov Jatim, Kepala BPS Jatim, Dadang Hardiwan, pada Selasa (18/1/2022), mengatakan jumlah penduduk miskin di Jatim pada September sebesar 4,259 juta orang, menurun 0,313 juta orang terhadap Maret 2021 dan menurun 0,326 juta orang terhadap Maret 2020.

Persentase penduduk miskin perkotaan pada Maret 2021 sebesar 8,38%, turun menjadi 7,99% pada September 2021. Sementara persentase penduduk miskin perdesaan pada Maret 2021 sebesar 15,05%, turun menjadi 13,79% pada September 2021.

Dibanding Maret 2021, jumlah penduduk miskin September 2021 perkotaan turun sebanyak 71,3 ribu orang (dari 1,840 juta orang pada Maret 2021 menjadi 1,768 juta orang pada September 2021).

Baca Juga: Gubernur Jatim Jenguk Korban Kecelakaan Bus Pariwisata di Tol Sumo

Sementara itu, pada periode yang sama jumlah penduduk miskin perdesaan turun sebanyak 241,8 ribu orang (dari 2,732 juta orang pada Maret 2021 menjadi 2,490 juta orang pada September 2021).

Dikatakannya, garis kemiskinan pada September 2021 tercatat sebesar Rp445.139,-/kapita/ bulan dengan komposisi Garis Kemiskinan Makanan sebesar Rp336.315,- (75,55 persen) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan sebesar Rp108.825,- (24,45 persen).

Pada September 2021, secara rata-rata rumah tangga miskin di Jawa Timur memiliki 4,14 orang anggota rumah tangga. Dengan demikian, besarnya Garis Kemiskinan per rumah tangga miskin secara rata-rata adalah sebesar Rp1.842.875,-/rumah tangga miskin/bulan.

Beberapa faktor yang mempengaruhi kemiskinan di Jatim menurun antara lain pertumbuhan ekonomi yang membaik. Ekonomi Jawa Timur sampai dengan Triwulan III-2021 meningkat sebesar 3,20 persen (c-to-c), jika Triwulan III-2021 dibandingkan dengan Triwulan II-2021 meningkat sebesar 2,26 persen (q-to-q), dan jika dibandingkan dengan Triwulan III-2020 meningkat sebesar 3,23 persen (y-to-y).

Baca Juga: Polisi: Kecelakaan Maut di Tol Surabaya Diduga karena Sopir Bus Ngantuk

Dari sisi PDRB pengeluaran, pengeluaran konsumsi rumah tangga sampai dengan Triwulan III-2021 meningkat 1,57 persen (c-to-c) dan Triwulan III-2021 dibandingkan Triwulan III-2020 meningkat sebesar 1,56 persen (y-to-y).

Selain itu, pada September 2021, sebanyak 16,97% rumah tangga mendapatkan Program Keluarga Harapan (PKH). Kondisi ini lebih baik dibandingkan Maret 2021 yaitu 13,85 persen rumah tangga serta Maret 2020 yaitu 13,05 persen rumah tangga. Untuk program Sembako, pada bulan September 2021 sebanyak 22,99 persen rumah tangga menerima program Sembako. Rumah tangga penerima Program Sembako ini sedikit lebih rendah dibandingkan bulan Maret 2021 (23,83 persen rumah tangga).

Namun keduanya masih lebih besar bila dibandingkan penerima program Sembako pada bulan Maret 2020 (19,12 persen rumah tangga).

Rata-rata pengeluaran pada Kelompok 40 persen penduduk dengan pengeluaran per Kapita per bulan terendah mengalami peningkatan. Pada periode September 2021, rata-rata pengeluaran per kapita per bulan pada kelompok 40 persen Penduduk Pengeluaran Per Kapita Terendah mengalami peningkatan sebesar 3,61 persen dibandingkan Maret 2021, baik di perkotaan (2,46 persen) serta di perdesaan (5,06 persen).

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Tiga Manfaat Penggunaan PLTS Atap di Sektor Bisnis

+ PLUS Tiga Manfaat Penggunaan PLTS Atap di Sektor Bisnis

Ketika suatu entitas bisnis menggunakan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap—sebagai salah satu energi terbarukan—pada bisnisnya terdapat tiga manfaat sekaligus yang diperoleh.

Berita Terkini

Sediakan Payung Lur! Prakiraan Cuaca Madiun Hari Ini Hujan Ringan

Prakiraan cuaca di Kota Madiun pada Rabu (6/7/2022) menurut BMKG.

Polisi Buru 3 Pelaku Lain Kasus Pembunuhan Pensiunan RRI Madiun

Penyidik Satreskrim Polres Madiun Kota kini memburu tiga pelaku lain dalam kasus pembunuhan pensiunan pegawia RRI Madiun.

Imbas Wabah PMK, Penjualan Kambing Kurban di Madiun Anjlok

Peternak kambing di Kabupaten Madiun merasakan dampak dari wabah PMK menjelang perayaan Iduladha tahun ini.

Segarnya Es Dawet Pecel Ponorogo, Sensasi Rasa Manis & Pedas Jadi Satu

Di Kabupaten Ponorogo ada kuliner unik yang menyegarkan, yaitu es dawet pecel.

Eksotis & Instagramable! Ini Rekomendasi Pantai di Pacitan yang Bagus

Berikut ini lima pantai bagus di Kabupaten Pacitan yang harus kalian kunjungi.

Rekonstruksi Pembunuhan Pensiunan RRI Madiun Disambut Tangis Keluarga

Polres Madiun Kota menggelar rekonstruksi aksi pembunuhan pensiunan pegawai RRI Madiun, Selasa (5/7/2022).

Laka Beruntun Truk Tabrak 2 Kendaraan di Ponorogo, 1 Orang Meninggal

Kecelakaan beruntun melibatkan tiga kendaraan di Jalan Raya Ponorogo-Trenggalek, tepatnya simpang tiga Tamansari-Maguwan Dukuh Tamansari, Desa Sambit, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo.

Prakiraan Cuaca di Madiun Selasa: Hujan Ringan Sepanjang Hari

Berikiut ini prakiraan cuaca di Kota Madiun menurut BMKG pada Selasa (5/7/2022).

Seru Banget! 600 Anak di Ponorogo Buka Celengan Bersama

Ratusan anak di Kabupaten Ponorogo secara bersama-sama membuka celengan di Desa Bringinan.

Seharian Tak Keluar Rumah, Pensiunan PNS di Madiun Ditemukan Meninggal

Seorang perempuan ditemukan meninggal dunia di rumahnya sendirian di Kabupaten Madiun.

Seorang Peserta Lari Lintas Alam Hilang di Gunung Arjuno

Seorang peserta lari lintas alam Mantra Summit bernama Yurbianto dilaporkan hilang di kawasan Gunung Arjuno, Desa Wonorejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.

Cerita Misteri Bus Hantu Banyuwangi-Surabaya, 5 Menit Sampai

Masih ingatkah Anda tentang kisah misteri bus hantu jurusan Banyuwangi-Surabaya yang bisa ditempuh dalam waktu hanya lima menit?

Madiun Hari Ini Panas Lur, Suhu Capai 33 Derajat Celcius!

Berikut prakiraan cuaca di Kota Madiun menurut BMKG pada Senin (4/7/2022).

200 Pusaka Dipamerkan di Madiun, Ada Juga Keris Peninggalan Singasari

Ratusan pusaka dipamerkan dalam acara Pameran Pesona Pusaka 2022 di GOR Kota Madiun.

Kalahkan Tim dari Kampus Kelas Dunia, Tim ITS Juara Umum IRC 2022 di AS

Tim Barunastra ITS Surabaya menjadi juara umum dalam ajang IRC 2022 di Amerika Serikat.

Sadis! Tak Terima Diceraikan, Suami di Malang Tusuk Istri & Anaknya

Seorang pria menusuk istri dan anaknya karena tidak diterima diceraikan.