10 Berita Terpopuler : Warga Getasan Klaten Protes Tetangga Ditahan Usai Tangkap Maling
Warga Getasan, Glodogan, Klaten Selatan saat mendatangi Kejari Klaten, Senin (19/10/2020). (Solopos.com/Ponco Suseno)

Solopos.com, SOLO -- Informasi tentang warga Dusun Getasan, Desa Glodogan, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menggeruduk kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Klaten, Senin (19/10/2020) siang, menjadi salah satu dari 10 berita terpopuler di Solopos.com, Selasa (20/10/2020) pagi.

Berita terpopuler berjudul Tetangga Ditahan Usai Tangkap Maling Sepeda, Warga Getasan Bawa Keranda Geruduk Kejari Klaten mengulas warga menuntut ke penyidik Kejari Klaten agar membebaskan dua orang penangkap maling sepeda yang justru ditahan, yakni Sapto dan Rohmad.

Diberitakan, berdasarkan pantauan Solopos.com, warga datang ke Kejari Klaten, Senin siang. Selain membawa keranda mayat berwarna hijau, warga juga membawa spanduk bertuliskan" Turut Berduka Atas Matinya Hukum Kita #SaveSapto #SaveRohmad".

Solopos Hari Ini: Muncul Klaster Ultah-Kantor

Warga menuntut keadilan karena menilai hukum hanya tajam ke bawah, tumpul ke atas. Petugas keamanan di gerbang Kejari Klaten hanya memberikan izin ke perwakilan warga Getasan untuk masuk ke kantor Kejari Klaten menyampaikan aspirasi mereka.

Di saat perwakilan warga menemui Kepala Kejaksaan (Kajari) Klaten Edi Utama dan Kepala Seksi Pidana Umun (Kasipidum) Kejari Klaten Adi Nugraha, beberapa warga lainnya berorasi di depan gedung Kejari Klaten.

"Mosok nyekel maling malah ditahan [Masa menangkap pencuri justru ditahan]," teriak warga di depan Kejari Klaten, Senin.

Terjadi 1,5 Tahun Silam

Aksi warga Getasan di depan Kejari Klaten itu sebagai akibat langkah aparat penegak hukum yang dinilai tak adil dalam menangani kasus maling sepeda angin di Getasan, Glodogan. Peristiwa pencurian tersebut terjadi sekitar 1,5 tahun silam.

Saat itu, dua warga Getasan, yakni Sapto dan Rohmad, melihat Yuniadi Isnianto alias Londo masuk ke salah satu pekarangan milik warga di Getasan. Lalu masuk ke pekarangan milik warga lain.

Hingga akhirnya, Londo masuk ke pekarangan milik Sugeng yang berjarak kurang lebih 100 meter dari bengkel las milik Sapto. Tak seberapa lama, Londo keluar dari pekarangan Sugeng dengan mengayuh sepeda angin jenis mountain bike.

Di saat itu lah, Sapto dan Rohmad mendekati Londo. Sapto dan Rohmad meminta Londo berhenti tapi Londo langsung kabur. Sebelum mengejar Londo, Sapto dan Rohmad meminta Sugeng mengecek apakah sepeda angin miliknya telah dicuri orang.

Digelar Virtual, Pameran Pasar Modal Indonesia Dongkrak Literasi dan Inklusi Pasar Modal

Mendengar bahwa sepeda angin Sugeng tak ada di rumahnya, Sapto dan Rohmad segera melakukan pengejaran. Sapto dan Rohmad bisa menangkap Londo di lokasi yang berjarak 1 km dari rumah Sugeng.

Saat dipepet, Londo justru menonjok Sapto yang masih mengendarai sepeda motor. Selanjutnya, Rohmad selaku penumpang sepeda motor menendang roda sepeda bagian belakang yang ditumpangi Londo. Akibat tendangan itu, Londo pun tersungkur ke jalan.

Singkat cerita, sepeda angin yang dicuri Londo segera dikembalikan ke pemiliknya. Setelah itu, orang tua Londo sempat datang ke rumah Sapto untuk meminta maaf atas perbuatan anaknya yang telah bikin onar di tengah malam.

Hari Ini Dalam Sejarah: 20 Oktober 1962, Perang Tiongkok-India Meletus

"Tapi, paginya justru ada laporan itu [laporan penganiayaan]. Sebelum ditahan, sebenarnya sudah ada mediasi juga [hingga pihak Sapto dan Rohmad mengeluarkan uang Rp18 juta. Meski seperti itu, kasus pelaporan penganiayaan terus berlanjut hingga ke penahanan]," kata Ari Widiastono, selaku kakak kandung Sapto, saat ditemui wartawan di gedung Kejari Klaten, Senin.

Pelimpahan Berkas dari Polsek

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Klaten, Adi Nugraha, mewakili Kepala Kejari (Kajari) Klaten, Edi Utama, mengatakan penanganan kasus itu berdasarkan pelimpahan berkas dari penyidik Polsek Kota.

Selain berita soal warga geruduk Kejari Klaten, kabar lain terkait kecelakaan maut di Solo, dosen FH UNS SOlo positif Covid-19 serta terminal wisata di Pranggupito juga masuk daftar terpopuler pagi ini.

Berikut 10 berita terpopuler di Solopos.com 24 jam terakhir hingga Selasa pagi :

10 Berita Terpopuler : Kisah "Makam" di Pinggir Jalan Boyolali

Laka Maut, Warga Mojolaban Sukoharjo Tewas Terlindas Truk

Tetangga Ditahan Usai Tangkap Maling Sepeda, Warga Getasan Bawa Keranda Geruduk Kejari Klaten

Dosen FH UNS Solo Meninggal Positif Covid-19, Begini Kronologinya Menurut Rektor

Tunjang Wisata Pantai Wonogiri, Paranggupito Bakal Punya Terminal Wisata

Dosen FH UNS Solo Meninggal, Dimakamkan dengan Standar Covid-19

Main HP, Bocah 2 Tahun Malah Sebar Foto Ibunya Lagi Telanjang

Suami Ditahan Gegara Tangkap Maling, Istri Menangis Histeris di Kejari Klaten

Obituarium Prasetyo Hadi Purwandoko: Dosen FH UNS dan Pakar HKI yang Sangat Baik

Tambah 3, Total Kasus Kematian Pasien Positif Covid-19 Solo Capai 35 Orang



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom