10 Berita Terpopuler : Nasib Penyelenggara Hajatan di Klaten
Silaturahmi Wedding Klaten menggelar sosialisasi dan simulasi resepsi pernikahan sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di Gedung Wongso Menggolo, Desa Mlese, Kecamatan Ceper, Klaten, Selasa (8/9/2020). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, SOLO -- Ulasan tentang penyelenggara hajatan di Klaten yang terpaksa banting stir karena terdampak pandemi Covid-19 menjadi berita terpopuler di Solopos.com selama 24 jam terakhir hingga Kamis (10/9/2020) pagi.

Berita terpopuler berjudul Nasib Penyelenggara Hajatan Di Klaten: Jualan Online, Siomai, Dan Saling Beli Dagangan membeberkan meski Pemkab Klaten telah mengizinkan hajatan digelar, tidak serta-merta membuat bisnis para penyelenggara hajatan pulih.

Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak pertengahan Maret memukul telak usaha mereka. Bahkan, demi tetap memenuhi kebutuhan hidup sejumlah pengusaha hajatan banting setir.

Solopos Hari Ini: Rumah Sakit Nyaris Lumpuh

Ada yang membuka jasa laundry, berjualan online, jual siomai, dan bahkan menguras tabungan. Untung saja para penyelenggara hajatan di Klaten kompak.

Agar masing-masing bisa menyambung hidup, mereka saling membeli dagangan rekan penyedia jasa penyelenggara hajatan di Klaten.

“Kami sering berkomunikasi. Ada yang menyampaikan akhirnya beralih ke jualan online, ada juga yang jualan siomai. Akhirnya kami saling membeli usaha yang dijalankan. Mudah-mudahan setelah ini [keluar izin penyelenggaraan hajatan], kami bisa bekerja dengan menyesuaikan adaptasi kebiasaan baru,” kata Ketua Umum Silaturahmi Wedding Klaten, Hardiyanto, di Klaten, Selasa (8/9/2020).

Gubernur Jateng Tolak Sanksi Masuk Kamar Mayat & Keranda di Kudus

Hardiyanto mengatakan para pelaku usaha di bidang jasa pesta pernikahan di Klaten memilih banting setir menjalankan usaha lain ketika memasuki pandemi.

Menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19

Kini, mereka siap kembali menyelenggarakan hajatan di Klaten dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19.

Salah satu pengusaha katering dan persewaan perkakas, Tarno, 65, mengatakan usaha di bidang pengelenggara hajatan lumpuh total mulai April lalu. Selama ini, Tarno menjalankan usahanya dibantu tujuh karyawan tetap.

Ini 9 Poin Paparan Gubernur DKI Jakarta soal PSBB Total

Meski tak menentu, Tarno mengaku sebelum ada pandemi Covid-19 bisa menerima empat order persewaan perkakas dan katering dalam rentang dua pekan.

Selain berita tentang nasib penyelenggaran hajatan di Klaten, kabar lain seputar kasus Covid-19, aksi demo di Grobogan, tayangan Liga Inggris dan lainnya juga terpopuler di Solopos.com.

Berikut 10 berita terpopuler di Solopos.com 24 jam terakhir hingga Kamis pagi ini:

Nasib Penyelenggara Hajatan di Klaten: Jualan Online, Siomai, dan Saling Beli Dagangan

Waduh! Covid-19 di Tawangmangu Tertinggi Kedua di Karanganyar

Menolak KAMI, Puluhan Orang Demo di DPRD Grobogan

Pulang dari Jenguk Saudara di Surabaya, Warga Kota Madiun Terpapar Corona

Kasus Covid-19 Boyolali Meledak, ASN Diminta WFH Lagi

Dedy Endriyatno Ngaku Ditawari Dana Miliaran Rupiah Agar Maju Pilkada Sragen, Begini Ceritanya

Terungkap, Pelaku Pembawa Kabur Mobil di Wonogiri Ternyata DPO Kasus Lain

Jakarta PSBB Lagi! 11 Sektor Ini Tetap Beroperasi...

Jika Anda Temukan Video Pria Berjenggot Ini, Jangan Dibuka!

Liga Inggris Bakal Tayang di Net TV?



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya


Kolom