Tutup Iklan

10 Ancaman Kesehatan Terbesar Tahun 2019

orld Health Organisation (WHO) baru saja merilis daftar tahunan ancaman kesehatan global terbesar pada 2019.

10 Ancaman Kesehatan Terbesar Tahun 2019

SOLOPOS.COM - Petugas medis memberikan imunisasi difteri kepada murid Sekolah Dasar (SD). (Antara-Dok)

Solopos.com, JAKARTA – World Health Organisation (WHO) baru saja merilis daftar tahunan ancaman kesehatan global terbesar pada 2019.

Terdapat 10 isu ancaman yang perlu diwaspadai, mulai dari penyakit kanker, diabetes, hingga polusi udara. Berikut 10 ancaman kesehatan global terbesar pada 2019 menurut WHO, seperti dikutip dari Times of India:

1. Gerakan Menolak Vaksin

Vaksinasi menjadi perdebatan besar di antara orang-orang. Terdapat indikasi yang menunjukkan adanya keengganan terhadap vaksinasi, yang dikenal sebagai anti-vaxxing. Ini membuat jutaan orang dalam bahaya dan juga menjadi kemunduran bagi upaya dalam menanggulangi penyakit-penyakit krusial. Kemunduran vaksinasi ini terlihat dalam penelitian yang dilakukan oleh WHO, yang menunjukkan risiko campak meningkat lebih dari 30% pada 2018 secara global.

2. Resistensi Obat

Penggunaan antibiotik yang berlebihan telah membuat banyak virus dan bakteri kebal terhadapnya, sehingga meningkatkan kemungkinan infeksi dan penyakit seperti tuberkulosis (TB). Dengan meningkatkan kesadaran dan menganjurkan penggunaan obat yang tepat, masalah ini dapat dihindari di masa depan dan membantu dalam rencana perawatan yang lebih baik.

3. Polusi Udara

Anda mungkin tidak merasakannya, tetapi udara di sekitar tempat Anda bernapas sangat beracun. Micropollutant dan kuman di udara dapat masuk ke sistem dan menyebabkan kerusakan pada paru-paru, dada, otak dan sistem kekebalan tubuh.

4.Perubahan Iklim

Perubahan iklim tidak hanya berdampak pada lingkungan tetapi juga darurat medis yang kita semua hadapi. Kekeringan, gelombang panas, banjir, dan bencana semacam itu menambah pandemi dan membuat orang, terutama mereka yang memiliki masalah kardiovaskular, diabetes, dan pernapasan lebih rentan terhadap penyakit. Kondisi iklim juga berdampak pada makanan yang Anda makan, jadi, ini memiliki efek spiral pada kesehatan Anda.

5. Pandemi Flu

Seiring virus penyebab flu dan infeksi terkait flu semakin kuat dan tahan terhadap pengobatan, menjadi lebih sulit untuk mengobati penyakit tepat waktu. Penyebaran penyakit juga menjadi lebih mudah sejak virus berpindah antar pembawa melalui udara. Menurut temuan WHO, dunia sedang menghadapi pandemi serupa influenza, yang hanya akan bertambah parah dari sebelumnya.

6. Ebola

Ebola, penyakit menular yang menyebar melalui kontak, masih tetap menjadi penyakit serius yang terus meningkat. Dengan akses terbatas ke layanan kesehatan yang baik, virus Ebola semakin sulit untuk dibendung dan menyebar secara luas. Infeksi meningkat di daerah padat penduduk di mana sekitar 1 juta orang dirawat. Dengan demikian, kesiapan dan kesadaran yang lebih baik diperlukan untuk memberantas Ebola. Jika tidak ditangani tepat waktu, dunia bisa menghadapi jutaan kematian

7. Penyakit Tidak Menular

Komplikasi terkait kanker, diabetes, dan penyakit jantung merupakan penyakit tidak menular yang diam-diam mematikan dan terus meningkat. Selama bertahun-tahun, angka kematian untuk penyakit akibat gaya hidup ini terus meningkat. Menurut WHO, 15 juta orang berusia antara 25-40 kehilangan nyawa karena penyakit tersebut. Membuat pilihan yang lebih sehat, perubahan gaya hidup, dan perubahan pola makan dapat membantu mengurangi penyebaran.

8. Demam Berdarah Dengue (DBD)

Demam berdarah masih terus meningkat. Virus dengue semakin kuat dan sekarang penyebarannya tak hanya di musim hujan dan mulai ke iklim yang lebih kering.

9. HIV

Menurut WHO, lebih dari 27 juta orang di dunia terinfeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus). Ini menyumbang persentase tinggi wanita berusia antara 15-24 di dunia.

10. Layanan kesehatan yang lemah

Menurut angka WHO, terdapat persentase populasi yang memiliki akses sangat terbatas atau tidak memiliki akses sama sekali ke layanan kesehatan primer dan klinik dan ini menempatkan mereka dalam bahaya besar. Tanpa akses tepat waktu, statistik kematian hanya akan semakin meningkat.

Berita Terkait

Berita Terkini

Panen Hadiah Simpedes BRI Klaten Diundi, Ini Nasabah Yang Beruntung Dapat Honda Mobilio

Bank BRI Cabang Klaten menggelar penarikan undian panen hadiah Simpedes periode II dengan hadiah utama satu unit mobil Honda Mobilio.

Kronologi Munculnya Klaster Takziah Covid-19 di Kabupaten Pasuruan

Satgas Covid-19 Kabupaten Pasuruan menemukan klaster takziah di Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen. Ada 21 orang positif terpapar Covid-19.

Begini Perketatan Aktivitas Masyarakat Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali melakukan perketatan aktivitas masyarakat selama masa PPKM Skala Mikro.

Sinyal Ferdinand Sinaga Merapat ke Persis Solo

Seorang sumber Solopos.com menyebut peluang Ferdinand merapat ke Persis mencapai 90%.

3 Zodiak Ini Konon Insan Paling Kreatif

Dalam urusan kreativitas, ada beberapa orang yang bingung dengan idenya, namun ada yang mudah mewujudkan layaknya zodiak insan kreatif.

Persika Karanganyar 0-1 Persis Solo: Assanur Rijal Akhirnya Pecah Telur

Setelah nihil gol di empat laga uji coba awal klub, Rijal Torres akhirnya pecah telur saat Persis beruji coba melawan Persika Karanganyar

Ngeri! Tabrak Pikap Pengendara Motor Tewas Terlindas Tronton

Kecelakaan itu terjadi antara pengendara sepeda motor Honda Vario dengan mobil Grand Max pikap dan truk tronton

Waduh! Stok Oksigen Menipis, RSUD Sragen Ketir-Ketir

RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen dibuat ketir-ketir dengan kondisi stok oksigen untuk pasien Covid-19 yang menipis.

8 Vaksin & Obat Covid-19 Ini Paling Laris

Bagi kaum skeptis, datangnya pandemi virus corona berati kesempatan bagi para penyedia obat-obatan dan vaksin pencegah Covid-19.

Target Vaksinasi Covid-19 di Jepang Terlampaui, Ini Kiatnya…

Jepang menuntaskan target vaksinasi Covid-19 melalui kerja keras memenuhi target, yakni mewujudkan sampai satu juta dosis vaksin setiap hari. 

Parah! Mau Diberi Masker, Pria Kulonprogo Malah Memukul Polisi

WW, 46 tahun warga Kulonprogo ditangkap setelah memukul Kanit Binmas Polsek Pandak, Ipda Tetepana yang hendak memberinya masker.

Tuan Rumah Liga 2: Sriwijaya FC Berencana Mundur, Persis di Atas Angin

Jika Sriwijaya FC benar-benar mundur, tinggal enam klub yang mengajukan markasnya sebagai tuan rumah babak awal Liga 2.